Perkuat Rupiah, Kementerian BUMN Dongkrak Ekspor Produk BUMN Industri Strategis

Oleh : Herry Barus | Jumat, 07 September 2018 - 14:10 WIB

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) (Foto Ist)
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen untuk terus mendorong ekspor produk BUMN yang bergerak di bidang industri strategis. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Adapun BUMN industri strategis yang pada tahun ini berkomitmen mengekspor produknya yakni PT Pindad (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Industri Kereta Api/INKA (Persero), PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

"Komitmen ekspor tersebut akan tetap kami jaga demi mendukung penguatan Rupiah. Di sisi lain, ini menjadi kebanggaan bagaimana produk BUMN diakui oleh dunia," kata Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno.

Pada tahun ini, Pindad memproyeksikan dapat mengekspor produk senjata, munisi dan kendaraan tempurnya ke Thailand, Brunei, Myanmar, Korea Selatan, Perancis serta untuk mendukung misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Nilai yang ditargetkan dalam ekspor ini mencapai Rp 78 Miliar. Adapun PT INKA yang telah memiliki kontrak ekspor kereta dengan Filipina dan Bangladesh dengan nilai masing-masing mencapai Rp 1,36 Triliun dan Rp 126 Miliar.

Lalu, PT Krakatau Steel menargetkan ekspor baja hot rolled coil ke Malaysia dan Australia akan mencapai Rp 907 Miliar pada 2018. Serta Barata Indonesia yang akan mengekspor komponen perkeretaapian ke Amerika, Afrika dan Australia dengan target nilai mencapai Rp 210 Miliar.

"Ada pula PT Dirgantara Indonesia yang berkomitmen ekspor pesawat terbang jenis NC212i ke Filipina dengan nilai PHP 813 juta dan CN235 ke Vietnam dengan nilai USD 18 juta," kata Harry.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Simulasi Pasien Corona di RSUP dr Kariadi Semarang

Kamis, 27 Februari 2020 - 14:08 WIB

Dibungkus Plastik, Pemerintah Pastikan Meninggalnya Pasien Suspect Corona di RS Kariadi Semarang Akibat Flu Babi

Pasien itu terkena virus H1N1 alias flu babi dan sudah dilakukan PCR (Polymerase Chain Reaction) sebanyak 2 kali,

Dirut BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo bersama Rektor Undip Yos Johan Utama

Kamis, 27 Februari 2020 - 13:29 WIB

BNI Syariah Garap Universitas Diponegoro

BNI Syariah melakukan penandatangan nota kesepahaman/memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Diponegoro tentang kerja sama produk dan jasa perbankan syariah di Ruang Sidang Rektor…

Anjasmara

Kamis, 27 Februari 2020 - 13:00 WIB

Anjasmara Comeback ke Dunia Sinetron

Sejak lama menghilang dari dunia akting, Anjasmara lebih suka menyibukkan diri dengan olahraga Yoga dan ketika kembali ke dunia yang membesarkannya, peran yang disodorkan berubah 180 derajat.…

Raffi Ahmad

Kamis, 27 Februari 2020 - 12:30 WIB

Nagita Slavina Berhasil Hentikan Sifat PlayBoy Raffi Ahmad

Jarang ada selebritis yang mengakui terus terang kalau kenakalannya dibuka secara terbuka di hadapan publik, apalagi yang masalah pribadi. Tapi Raffi Ahmad mengakui kalau dimasa remaja menjadi…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Perluasan Investasi dan Pelepasan Ekspor ke Amerika Serikat oleh PT. Future Pipe Industries

Kamis, 27 Februari 2020 - 12:17 WIB

Telan Investasi USD40 juta, PT. Future Pipe Industries Memulai Ekspor Produk Industri Pipanya ke Amerika Serikat

PT. Future Pipe Industries mulai tahun ini akan mengekspor produk pipa ke Amerika Serikat untuk proyek pembangunan infrastruktur sistem pembuangan yang menghubungkan beberapa kota di area San…