Angin Gending Optimalkan Produksi Garam di Probolnggo

Oleh : Herry Barus | Selasa, 10 Juli 2018 - 14:47 WIB

Ilustrasi Petani Garam (Ist)
Ilustrasi Petani Garam (Ist)

INDUSTRY.co.id - Probolinggo- Ketua Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) Kabupaten Probolinggo, Buhar, mengatakan fenomena angin gending di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, membantu mengoptimalkan produksi garam di wilayah setempat.

"Fenomena angin Gending tidak selamanya buruk, contohnya di bidang pertambakan garam karena dengan angin tersebut justru bidang usaha itu terbantu dari sisi produksi," katanya di Probolinggo, Senin (9/7/2018) .

Menurutnya, fenomena angin gending adalah fenomena tahunan di Kabupaten Probolinggo yakni angin yang behembus dari selatan menuju ke utara, atau ke arah laut.

"Angin gending itu terkadang membawa hawa panas yang sangat baik untuk produki garam. Budi daya garam harus ditopang oleh empat unsur yakni air laut sebagai bahan baku, tanah sebagai tempat produksi, matahari dan angin untuk mempercepat proses kristalisasi," tuturnya.

Ia menjelaskan musim kemarau yang telah tiba dan ditambah angin yang bagus, maka proses produksi garam semakin cepat dan tahun ini angin gending sudah mulai muncul sejak sepekan lalu.

"Sebulan lalu, kami panen perdana garam, namun dengan produksi sekitar 3-4 ton per petak lahan. Setelah itu, fenomena kemarau basah (masih turun hujan) membuat kegiatan produksi garamnya berhenti," katanya.

Saat ini, lanjut dia, lahan garamnya panen lagi dan dua petak lahan menghasilkan sekitar 10 ton garam dan pihaknya berharap sudah tidak ada lagi hujan turun di musim kemarau, agar produksi garam petani bisa maksimal.

Sementara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan fenomena angin gending adalah fenomena khas kawasan pesisir di Kabupaten Probolinggo. "Angin itu berhembus dari wilayah Kecamatan Tongas sampai Desa Klaseman, Kecamatan Gending yang periode munculnya angin tersebut berkisar Juni hingga Oktober," katanya.
 

Pemkab Probolinggo menargetkan produksi garam tahun 2018 sebanyak 20.000 ton dan jumlah tersebut meningkat dibandingkan target tahun 2017 sebanyak 15.000 ton. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Veolia

Senin, 24 Juni 2019 - 21:05 WIB

Veolia Water Technologies Establishes Asia Pacific Headquarters in Kuala Lumpur

Veolia Water Technologies, a leading solutions provider for both water and wastewater treatment, is pleased to announce the formation of its regional headquarters in Kuala Lumpur. The move from…

Suasana Konferensi Pers menyambut Harkopnas 2019 yang bakal diselenggarakan pada 12-14 Juli

Senin, 24 Juni 2019 - 20:59 WIB

Ini Alasan Harkopnas 2019 Diadakan di Purwokerto

Penetapan Purwokerto sebagai kota penyelenggara acara puncak Harkopnas 2019 adalah keputusan bernilai sejarah yang menarik.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 24 Juni 2019 - 20:00 WIB

IMF: Perang Dagang AS-Tiongkok Tak Ada Pihak yang Diuntungkan

Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok tidak akan menguntungkan pihak mana pun dalam jangka panjang, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde…

Ilustrasi Ekspor (ist)

Senin, 24 Juni 2019 - 19:45 WIB

Pemerinah Bakal 'Nendang' Ekspor Lewat Insentif Fiskal

Pemerintah terus melakukan terobosan kebijakan yang dapat menggairahkan iklim usaha di dalam negeri sehingga turut memacu pertumbuhan ekonomi. Salah satu langkah strategisnya, yang dalam waktu…

LinkedIn

Senin, 24 Juni 2019 - 18:10 WIB

LinkedIn: Tiga Rising Skills Ini Pengaruhi Inovasi dan Transformasi Perusahaan di Indonesia

LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, meluncurkan Laporan Future of Skills 2019, yang mengidentifikasi 10 rising skills (peningkatan keterampilan) yang paling tinggi di antara…