Menteri Rini Resmikan Pabrik Pupuk Pusri 2B Berkapasitas 907.500 ton Pertahun di Palembang

Oleh : Hariyanto | Jumat, 11 Mei 2018 - 13:34 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno Peresmian pabrik Pupuk 2B (Foto Dok Industri.co.id)
Menteri BUMN Rini Soemarno Peresmian pabrik Pupuk 2B (Foto Dok Industri.co.id)

INDUSTRY.co.id - Palembang - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan pengoperasian Pabrik pupuk Pusri 2B milik anak usaha PT Pupuk Indonesia, yakni  PT Pupuk Sriwijaya di Palembang. 

Pabrik baru ini memiliki kapasitas produksi sebesar 907.500 ton urea/tahun dan 660.000 ton amoniak/tahun. Konsumsi gas Pusri 2B jauh lebih efisien dibanding pabrik Pusri 2 yang digantikannya. 

Konsumsi gas Pusri 2B sebesar 24 MMBTU/ton urea, lebih rendah dibandingkan pabrik Pusri 2, dengan konsumsi gas mencapai 37 MMBTU/ton urea. Pabrik ini dibangun konsorsium PT Rekayasa Industri dan Toyo (Jepang), dengan total biaya investasi Rp 8,5 triliun. 

“Pabrik Pusri 2B dibangun sebagai bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional. Revitalisasi adalah salah satu upaya Pupuk Indonesia untuk terus meningkatkan kinerja dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing,” kata Menteri Rini di Palembang, Jumat (11/05/2018).

Konsep revitalisasi yang diterapkan yakni mengggantikan pabrik-pabrik yang kurang efisien dengan pabrik baru yang hemat energi, ramah lingkungan dan efisien. Pabrik ini juga menggunakan bahan bakar batu bara untuk pembangkit steam dan listrik sehingga mengurangi ketergantungan terhadap gas bumi. 

Selain Pusri 2B, peresmian di Palembang ini juga menjadi simbolik dari beroperasinya Pabrik Kaltim-5 di PT Pupuk Kaltim, Bontang dan Pabrik Amurea 2 di Petrokimia Gresik. Hadir pula dalam rangkaian kegiatan ini Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas asikin Idat beserta jajaran direksi PT Pusri.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio

Rabu, 08 April 2020 - 15:10 WIB

Jurus Jitu Kemenparekraf Atasi Dampak Covid-19 bagi Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan beberapa langkah strategis untuk mengatasi dampak COVID-19 bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di tanah air.

Thai Lion Air Mengoperasikan Penerbangan Misi Kemanusiaan

Rabu, 08 April 2020 - 15:00 WIB

Thai Lion Air Mengoperasikan Penerbangan Misi Kemanusiaan Jakarta – Bangkok

Thai Lion Air (kode penerbangan SL) member of Lion Air Group menyampaikan informasi terkini penerbangan yang beroperasi melayani misi kemanusiaan dan evakuasi (evacuation and humanitarian assistance)…

Menteri Sosial Juliari P. Batubara

Rabu, 08 April 2020 - 14:00 WIB

KPM PKH Terima Bansos Tiap Bulan Lindungi Diri dari Covid-19

Kementerian Sosial RI akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi setiap bulan, dari yang sebelumnya empat kali dalam setahun, untuk mengantisipasi dampak…

Xiaomi Store

Rabu, 08 April 2020 - 13:30 WIB

Xiaomi Luncurkan Solusi Belanja dan Perbaikan dari Rumah

Xiaomi, perusahaan teknologi dengan berbagai perangkat cerdas dan Internet of Things (IoT) memperkenalkan dua layanan konsumen terbaru Mi Shop from Home dan Mi Service from Home.

Ilustrasi Pemudik Motor (Ist)

Rabu, 08 April 2020 - 13:14 WIB

Terkait Mudik Lebaran, Pemerintah Jangan Ambigu dan Inkonsisten

Wabah virus corona atau Covid-19, belum terlihat kapan akan berakhir. Bahkan yang terjadi korban positif bahkan meninggal dunia, makin eskalatif, data terakhir mencapai 2.700-an orang positif…