Tiongkok Siap Impor Dua Juta Ton Sawit Indonesia

Oleh : Herry Barus | Selasa, 08 Mei 2018 - 10:39 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pemerintah Tiongkok  menyatakan siap menerima komoditas minyak kelapa sawit dari Indonesia sebanyak dua juta ton sebagai bentuk peningkatan kerja sama di bidang perdaganan antara kedua negara, kata Perdana Menteri Li Keqiang di Jakarta, Senin (7/5/2018)

"Jika kita mengingat semakin meningkatkan permintaan pasar  Tiongkok untuk minyak, dan juga untuk memberikan lebih banyak manfaat kepada 17 juta petani Indonesia dalam mengelola dan meningkatkan hasil sawit; maka Tiongkok telah siap untuk menambah dua juta ton sawit dan juga minyak sawit dari Indonesia," kata PM Keqiang dalam sambutannya di acara Indonesia-China Business Summit 2018 di Jakarta, Senin malam.

Keqiang mengatakan kelapa sawit dan minyak kelapa sawit memiliki pasar yang cukup besar di Tiongkok, sehingga Pemerintah Tiongkok akan meningkatkan impor mereka terhadap produk kelapa sawit dari Indonesia.

Selain itu, Keqiang juga mengatakan pihaknya akan membeli produk-produk pertanian Indonesia selain kelapa sawit, seperti buah-buahan tropis. Oleh karena itu, Keqiang berharap Pemerintah Indonesia dapat memberikan kenyamanan kepada pengusaha untuk peningkatan ekspor dan impor kedua negara.

"Kami berharap dalam kaitan ini, Indonesia juga akan memberikan kenyamanan kepada pengusaha dari Tiongkok, dan saya percaya bahwa hal ini akan menunjukkan bahwa kita akan bisa mendapatkan manfaat bersama dari perdagangan ekspor dan impor kita," kata Keqiang di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para pemangku kepentingan Tiongkok dan Indonesia.

Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla mengatakan Pemerintah Indonesia terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan menerapkan kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui investasi asing, termasuk dari Tiongkok.

"Pemerintah Indonesia terus melakukan reformasi ekonomi guna meningkatkan kinerja perekonomian dan menciptakan iklim usaha yang atraktif. Berdasarkan indeks 'Ease of Doing Business in Indonesia' berdasarkan Bank Dunia, naik ke tingkat 72 dari sebelumnya 122," kata Jusuf Kalla.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sabtu, 07 Desember 2019 - 04:07 WIB

Peluang-Tantangan Korps Marinir dalam Era Revolusi Industru 4.0

Korps Marinir harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi khususnya industri militer. untuk itu para komandan satuan harus mampu membina anggotanya sehingga menjadi…

Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM Jaenal Aripin

Sabtu, 07 Desember 2019 - 00:14 WIB

LPDB Dorong KUKM Manggarai Barat Hasilkan Produk Premium

Jakarta-Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB - KUMKM) bersinergi dengan sejumlah stakeholder dan lembaga terkait untuk meningkatkan kualitas koperasi…

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (ketiga dari kiri) dan Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana

Jumat, 06 Desember 2019 - 23:07 WIB

Grand Final IndiHome eSports League Lahirkan Pemain eSports Profesional Indonesia

Jakarta – Setelah berjalan hampir satu tahun terakhir, IndiHome eSports League telah sampai pada babak grand final yang digelar pada 6-8 Desember 2019 di Telkom Landmark Tower.

Peresmian Tol Kunciran-Serpong (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 06 Desember 2019 - 22:26 WIB

Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Kawasan Industri Jakarta dan Banten Akan Terintegrasi

Dengan diresmikanya tol ini, Presiden Jokowi mengharapkan akan memberi dampak pada percepatan investasi dan daya saing nasional meskipun ruas tol ini berada di Banten.

realme X2 Pro

Jumat, 06 Desember 2019 - 22:00 WIB

Ini Fitur-Fitur Yang Menjadikan realme X2 Pro The Real Flagship King

Setelah sukses meluncurkan produk-produk terbaik di segmen kelas menengah, 27 November lalu realme resmi bertarung ke pasar smartphone premium dengan meluncurkan realme X2 Pro.