INDUSTRY.co.id - Jakarta PT Dirgantara Indonesia (Persero) berencana menjajaki potensi pasar Timur Tengah menyusul banyaknya kebutuhan pesawat negara tersebut.
"Sekarang pasar yang paling baik itu di Timur Tengah," kata Direktur Utama Budi Santoso ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (24/1/2017).
Menurut dia, kelebihan perseroan adalah membuat pesawat sesuai dengan keinginan negara-negara di Timur Tengah. Misalnya, pengadaan pesawat jenis VVIP yang telah dikirim ke Thailand.
"Pesawat VVIP ini bisa dua versi, bisa dipakai penumpang biasa, bisa dipakai medis. Jadi, satu pesawat dengan berbegai konfigurasi seperti ini. Kalau pabrik besar kan sudah malas mengerjakannya," paparnya.
Sementara itu, dalam catatan Imq, PTDI akan memproduksi pesawat terbaru jenis CN-245. Pesawat ini nantinya berkapasitas 50 penumpang atau lebih besar dari generasi sebelumnya CN-235.
"80% komponennya tidak jauh berbeda dengan pesawat CN-235 dan kita targetkan 2018 bisa terbang," ujarnya.