INDUSTRY.co.id - JAKARTA – J&T Express membukukan pertumbuhan bisnis yang solid sepanjang kuartal II-2026 dengan mencatatkan rekor baru volume pengiriman mencapai 9,177 miliar paket atau tumbuh 24,2% secara tahunan (year on year/YoY). Kinerja tersebut sekaligus menandai pertama kalinya perusahaan logistik global itu melampaui rata-rata 100 juta paket per hari dalam satu kuartal.
Berdasarkan laporan operasional yang berakhir pada 30 Juni 2026, rata-rata volume pengiriman harian J&T Express mencapai 101 juta paket. Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perseroan di tengah pertumbuhan aktivitas e-commerce dan ekspansi jaringan logistik di berbagai negara.
Secara kumulatif sepanjang semester I-2026, total volume pengiriman J&T Express mencapai 17,503 miliar paket atau meningkat 25,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan kontribusi dari Asia Tenggara dan pasar internasional lainnya yang mencapai 33,6% dari total volume pengiriman, naik 9,4 poin persentase secara tahunan.
Di kawasan Asia Tenggara, volume pengiriman pada kuartal II-2026 mencapai 2,755 miliar paket atau tumbuh 63,2% YoY, dengan rata-rata 30,3 juta paket per hari. Sementara sepanjang semester pertama tahun ini, volume pengiriman di kawasan tersebut mencapai 5,523 miliar paket atau melonjak 71,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didukung optimalisasi jaringan dan investasi infrastruktur. Hingga akhir Juni 2026, J&T Express telah mengoperasikan 127 pusat sortir di Asia Tenggara, bertambah enam unit dibandingkan akhir 2025. Jumlah jalur sortir otomatis juga meningkat menjadi 75 jalur atau bertambah 11 unit untuk menopang lonjakan permintaan layanan e-commerce dan pengiriman ekspres.
Indonesia menjadi salah satu motor utama pertumbuhan di kawasan. Pada kuartal II-2026, volume pengiriman di Indonesia melonjak lebih dari 65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut didorong tingginya transaksi e-commerce, terutama pada kategori fashion, dokumen, dan produk kecantikan. Kategori fashion menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi lebih dari 45% terhadap total volume pengiriman.
CEO J&T Express Indonesia Robin Lo mengatakan, peningkatan volume pengiriman mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perusahaan sekaligus pertumbuhan ekosistem perdagangan digital di Indonesia.
"Pertumbuhan volume pengiriman di Indonesia pada kuartal II 2026 merupakan refleksi dari meningkatnya kepercayaan pelanggan serta semakin matangnya ekosistem e-commerce nasional. Sebagai salah satu pasar strategis J&T Express di Asia Tenggara, Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis Perseroan di tingkat regional," ujar Robin.
Di pasar Tiongkok, J&T Express membukukan volume pengiriman sebesar 6,211 miliar paket pada kuartal II-2026 atau meningkat 10,6% YoY dengan rata-rata 68,2 juta paket per hari. Perseroan juga menambah delapan jalur sortir otomatis sehingga total mencapai 346 jalur untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Sementara itu, pasar internasional lainnya menunjukkan pertumbuhan paling agresif. Volume pengiriman mencapai 211 juta paket atau melonjak 136,5% YoY dengan rata-rata 2,3 juta paket per hari. Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya peluang bisnis e-commerce dan logistik lintas negara, khususnya di Amerika Latin dan Timur Tengah.
Untuk memperluas penetrasi pasar, J&T Express terus memperkuat kemitraan dengan sejumlah platform e-commerce global seperti TikTok, TEMU, SHEIN, dan AliExpress, serta platform lokal Mercado Libre. Di saat yang sama, perusahaan juga memperluas jaringan operasional dengan menambah sekitar 700 outlet sehingga total menjadi 2.700 outlet hingga akhir Juni 2026. Jumlah pusat sortir di pasar internasional lainnya juga bertambah menjadi 52 unit.
Ke depan, J&T Express menyatakan akan terus meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional melalui investasi berkelanjutan pada infrastruktur serta penguatan jaringan logistik global. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan bisnis jangka panjang di tengah terus berkembangnya industri e-commerce global.