Industry.co.id - Jakarta, 17 September 2026 - Ketika AI mulai menjadi fondasi baru pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa, kesiapan talenta menjadi kunci untuk mengubah potensi teknologi masa kini menjadi nilai nyata. Microsoft Elevate hadir sebagai inisiatif pelatihan AI yang memberdayakan talenta untuk mendorong inovasi yang berpusat pada manusia.

Lewat semangat "Bergerak, hadirkan dampak," inisiatif ini telah membekali lebih dari 2,4 juta talenta di seluruh penjuru Indonesia dan memberikan 1,5 juta lebih kredensial dalam dua tahun perjalanannya.

Tidak berhenti sampai di situ, sebanyak lebih dari 2,5 juta orang turut merasakan manfaatnya lewat keterampilan dan inovasi yang disebarluaskan oleh para peserta kepada komunitas dan lingkungan di sekitar mereka.

Microsoft Work Trend Index 2026: 33% Pekerja Indonesia Jadi Frontier Professionals

Kebutuhan untuk memperluas keterampilan AI semakin penting seiring AI mengubah cara masyarakat Indonesia bekerja. Microsoft Work Trend Index 2026 menunjukkan 33% pekerja Indonesia telah menjadi Frontier Professionals, sementara 72% pengguna AI di Indonesia mengaku kini mampu menghasilkan pekerjaan yang belum dapat mereka lakukan setahun sebelumnya.

"Selain bangga karena mampu membekali 2,4 juta talenta, kami juga bersyukur karena di dalamnya termasuk guru madrasah di 38 provinsi, teman-teman disabilitas, hingga aparatur sipil negara di berbagai daerah. Bagi Microsoft, kesiapan AI hanya akan bermakna jika aksesnya merata," tegas Gunawan Susanto, Managing Director, Microsoft Indonesia.

Mengubah Wajah Pendidikan hingga ke Pesantren

Bersama para mitra, Microsoft berperan memperkuat kapasitas pendidik dan pelajar agar AI benar-benar menjadi bagian dari proses belajar, mengajar, dan berkarya:

  • AI Teaching Power (NUCare Global by LAZISNU): Membekali hampir 59 ribu pendidik dari lingkungan pesantren dan madrasah di 38 provinsi, memberi manfaat kepada lebih dari 2,3 juta santri dan murid
  • AILeap Nusantara (Fokus Target): 112 ribu peserta berpartisipasi, 50 ribu di antaranya berhasil memperoleh kredensial Microsoft
  • Alkademi: Melibatkan 85 ribu lebih guru dalam pelatihan AI di 407 kota/kabupaten
  • Biji-biji Initiative: Menjangkau 200 ribu lebih pendidik dengan 2.359 master trainers

Memberdayakan Komunitas secara Inklusif

Berbagai inisiatif difokuskan pada pembukaan akses keterampilan AI yang tepat guna:

  • GreatNusa by BINUS University: Menjangkau lebih dari 50 ribu mahasiswa, profesional, dan pelaku UMKM melalui program AI Career Boost. Lebih dari 1.200 peserta meraih sertifikasi Azure AI Fundamentals (AI-900)
  • Dicoding: Menjangkau 45 ribu lebih peserta, lebih dari 35 ribu di antaranya berhasil memperoleh kredensial
  • Alunjiva Indonesia (EQUAL): Memperluas akses pembelajaran AI bagi lebih dari 112 ribu orang, termasuk lebih dari 8.600 penyandang disabilitas

Memperkuat Pelayanan Publik dan Arah Kebijakan AI

Microsoft Elevate turut berkontribusi dalam penguatan kapasitas aparatur sipil negara:

  • BINAR (GARUDA AI): Memberikan pelatihan kepada 145 ribu lebih pembelajar AI melalui kolaborasi dengan lebih dari 100 mitra dan 30 lembaga pemerintahan
  • AMANA Solutions: Bersama Kementerian Ekonomi Kreatif melibatkan lebih dari 10 kementerian dan lembaga serta 60 pemangku kepentingan untuk membangun dialog tentang tata kelola AI

Dampak Nyata: Kisah Inspiratif Talenta Muda

Di balik capaian besar ini, ada peran talenta muda inspiratif yang memperlihatkan bagaimana keterampilan AI benar-benar mengubah cara orang berkarya:

Muhammad Yusuf Fadhel Marwiji (Ucup) dari Makassar memanfaatkan machine learning untuk membantu memetakan risiko banjir. Sementara Emejleano Rusmin Nggepo (Lano) dari Kabupaten Tangerang berhasil menciptakan aplikasi yang membantu penyandang tunanetra mengenali objek di sekitarnya.

"Manfaat pelatihan AI akan semakin besar ketika keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di sekitar kita," ujar Narenda Wicaksono, CEO Dicoding Indonesia.

Di sektor kebijakan publik, Syaravina Lubis memanfaatkan Microsoft Copilot untuk mempercepat analisis kebijakan, sementara Dwi Kristianto dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menggunakan AI untuk menyederhanakan analisis risiko bagi praktisi perikanan di lapangan.

Perjalanan Microsoft Elevate menunjukkan bahwa dampak AI sesungguhnya tercipta ketika keterampilan berubah menjadi solusi, dan solusi membawa kemajuan bagi lebih banyak orang. Dari ruang kelas pesantren hingga ruang kebijakan publik, kolaborasi Microsoft bersama para mitra akan terus memperluas akses terhadap keterampilan AI dan membekali lebih banyak lapisan masyarakat agar siap memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab.