INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Inkindo DKI Jakarta Tahun 2026 di Gedung Jakarta Design Center (JDC), Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Mengusung tema “Gerak Cepat Memperkuat Daya Saing Anggota Menuju Konsultan Tangguh dan Berkelanjutan di Era Jakarta Kota Global”, Rakerprov tersebut menjadi forum konstitusional organisasi sekaligus ruang untuk merumuskan arah penguatan industri jasa konsultansi di Jakarta.
Adapun subtema yang diangkat adalah “Membangun Sinergi Perencanaan, Pengadaan, dan Profesionalisme Jasa Konsultansi yang Berdaya Saing Global”.
Ketua DPP Inkindo DKI Jakarta, Afsdyah Eky Vitalina, S.P., M.Si., mengatakan salah satu program unggulan organisasi periode 2026-2030 adalah membangun kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Eky, kemitraan tersebut memiliki dua aspek utama. Pertama, Inkindo DKI Jakarta siap memberikan dukungan sumber daya manusia yang dimiliki untuk membantu mewujudkan visi Gubernur DKI Jakarta, yakni menjadikan Jakarta sebagai kota global yang maju secara ekonomi, kuat secara sosial, nyaman ditinggali, berdaya saing, namun tetap memiliki identitas budaya dan semangat kebersamaan.
Aspek kedua adalah memperkuat keberadaan konsultan asal Jakarta, terutama konsultan kecil dan menengah.
“Perlu kebijakan affirmatif Gubernur DKI untuk memprioritaskan konsultan DKI, khususnya konsultan Kecil dan Menengah, dalam kegiatan-kegiatan yang dibiayai oleh APBD DKI Jakarta, melalui Perda atau Pergub DKI Jakarta.”
Eky menilai kebijakan tersebut diperlukan agar pelaku jasa konsultansi lokal memiliki ruang yang lebih besar untuk berkontribusi dalam pembangunan Jakarta.
“Hal ini agar konsultan di DKI Jakarta tidak hanya menjadi penonton dan juga mencegah terjadinya Capital Outflow yang merugikan perekonomian Jakarta,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan afirmatif terhadap penyedia jasa konsultansi lokal bukan hal yang sepenuhnya baru. Sejumlah daerah, menurut Eky, telah menerapkan kebijakan serupa, antara lain Kalimantan Timur melalui Pergub dan Nusa Tenggara Barat melalui Perda.
Pemprov Dorong Konsultan Kuasai AI
Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menyampaikan apresiasi Pemprov DKI Jakarta terhadap kontribusi Inkindo dalam mendukung pembangunan ibu kota.
Afan mengatakan, konsultan memiliki posisi penting dalam proses pembangunan karena keahlian profesionalnya dapat menjadi bagian dari proses perencanaan dan pengambilan keputusan teknis.
Di tengah percepatan transformasi digital, ia juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI).
“AI bukan untuk menggantikan konsultan profesional. Namun konsultan yang mampu menggunakan AI akan memiliki keunggulan dibanding konsultan yang tidak mau berubah.”
Karena itu, Afan berharap Inkindo DKI Jakarta mulai memberikan perhatian serius terhadap digitalisasi perusahaan jasa konsultansi.
“Saya berharap, Inkindo DKI Jakarta mulai memikirkan secara serius tentang digitalisasi perusahaan konsultan, lalu bagaimana meningkatkan kompetensi digital tenaga ahli, pemanfaatan AI dalam proses perencanaan dan analisis, membangun data base tenaga ahli, knowledge management serta peningkatan kualitas dan produktivitas,” ujarnya.
Kadin DKI: Peluang Jakarta Kota Global Semakin Besar
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, dalam kesempatan yang sama mengatakan transformasi Jakarta menuju kota global akan menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang semakin besar bagi dunia usaha, termasuk sektor jasa konsultansi.
Menurut Diana, konsultan tidak sekadar menjalankan pekerjaan teknis, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan gagasan dan solusi terhadap berbagai kebutuhan pembangunan.
“Di kondisi seperti ini, konsultan bukan hanya penting, tapi konsultan membantu pekerjaan teknis, dan juga memberikan ide, solusi, dan masukan untuk menjawab berbagai kebutuhan pembangunan.”
Diana mendorong konsultan di Jakarta untuk terus meningkatkan kompetensi, mengikuti perkembangan teknologi, memahami kebutuhan pasar, menjaga kualitas, dan membangun kepercayaan.
“Karena itu saya berharap para konsultan di Jakarta mari kita terus meningkatkan kemampuan, tidak hanya soal keahlian, tetapi juga harus mengikuti perkembangan teknologi, yaitu memahami kebutuhan pasar, menjaga kualitas dan yang paling penting membangun kepercayaan.”
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Disinilah pentingnya kolaborasi, Kadin DKI Jakarta membuka untuk itu, mari bersama Inkindo DKI Jakarta dan dunia usaha yang membutuhkan, harus cepat beradaptasi dan mampu memberikan solusi yang benar-benar dibutuhkan.”
Bahas Sinergi Perencanaan dan Pengadaan
Rakerprov Inkindo DKI Jakarta 2026 juga diisi dengan diskusi panel bertema “Membangun Sinergi Perencanaan, Pengadaan, dan Profesionalisme Jasa Konsultansi Berdaya Saing Global”.
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Deputi Bidang Infrastruktur Bappenas Abdul Malik Sadat Idris, S.T., M.Eng., Plt. Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Indro Pantja Pramodo, S.T., M.T., serta Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, S.IP., M.Si.
Selain diskusi panel, Rakerprov juga diwarnai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Inkindo DKI Jakarta dengan sejumlah asosiasi profesi dan perguruan tinggi.
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kolaborasi serta memperkuat ekosistem jasa konsultansi yang melibatkan organisasi profesi, pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi.
Paparkan Program Kerja 2026-2030
Dalam forum tersebut, Eky juga memaparkan sejumlah program kerja utama DPP Inkindo DKI Jakarta masa bakti 2026-2030 yang telah dilaksanakan sejak Mei hingga September 2026.
Program tersebut antara lain Capacity Building Pengurus DPP, sosialisasi Peraturan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2025 tentang Syarat dan Tata Cara Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Badan Hukum Perseroan Terbatas, serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Intens mendukung pengembangan jasa konsultansi yang berkelanjutan sekaligus mempertemukan kebutuhan industri dengan pengembangan Akselerasi AI untuk Usaha Jasa Konsultansi Perencana, Manajemen Konstruksi, dan Pengawas Konstruksi.
Inkindo DKI Jakarta juga melakukan audiensi dengan BKPM terkait harmonisasi perizinan berusaha berbasis risiko untuk pekerjaan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan Gedung dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Selain itu, dilakukan audiensi dengan Kadin DKI Jakarta yang membahas kolaborasi dalam rangka penguatan konsultan DKI Jakarta pada kegiatan yang dibiayai APBD DKI Jakarta.
Kerja sama dengan perguruan tinggi juga menjadi bagian dari agenda organisasi. Inkindo DKI Jakarta melakukan audiensi dengan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) untuk membahas kerja sama _Triple Helix_ dengan perguruan tinggi sebagai implementasi program _Goes To Campus_.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan jasa konsultansi yang berkelanjutan sekaligus mempertemukan kebutuhan industri dengan pengembangan kompetensi akademik.
Melalui Rakerprov 2026, Inkindo DKI Jakarta menegaskan agenda penguatan organisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas anggota, tetapi juga pada perluasan kolaborasi dan adaptasi terhadap perubahan teknologi.
Di tengah agenda Jakarta menuju kota global, konsultan dituntut mampu bergerak cepat, menjaga profesionalisme, dan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.