INDUSTRY.co.id - TORONTO, KANADA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak pengusaha Kanada memperbesar investasi di Indonesia. Ajakan itu disampaikan dalam Canada-ASEAN Business Council (CABC) Executive Dialogue di sela Canada Investment Summit di Toronto, Kanada, Senin (14/9).
Forum tersebut menjadi wadah dialog untuk memperkuat hubungan antara pelaku usaha, investor, dan pemerintah dari kawasan ASEAN dan Kanada.
Dalam sambutannya, Menko Airlangga menyampaikan apresiasi kepada CABC yang selama ini menjadi jembatan bisnis antara perusahaan Kanada dan negara anggota ASEAN.
"Indonesia menawarkan pasar bagi investor Kanada dan ASEAN yang tidak hanya besar, tetapi stabil dan disiplin dalam mengelola pertumbuhannya," ujar Menko Airlangga.
Menko Airlangga juga mengajak pelaku usaha memanfaatkan momentum implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Perjanjian ini telah ditandatangani oleh Menteri Perdagangan kedua negara dan disaksikan Kepala Negara di Ottawa pada 2025 lalu.
ICA-CEPA menjadi perjanjian dagang bilateral pertama Kanada dengan negara anggota ASEAN, sekaligus kemitraan ekonomi komprehensif pertama Indonesia dengan kawasan Amerika Utara.
"ICA-CEPA adalah instrumen yang tepat, di waktu yang tepat," tegas Menko Airlangga.
Melalui perjanjian ini, Kanada akan menghapus atau menurunkan tarif pada lebih dari 90 persen pos tarifnya untuk produk Indonesia. Sementara Indonesia akan melakukan hal serupa untuk hampir 86 persen pos tarif produk Kanada.
Perjanjian ini membuka peluang kerja sama di sektor yang saling melengkapi, antara lain hilirisasi mineral kritis seperti nikel dan bahan baterai, energi bersih dan terbarukan, agri-pangan dan perikanan berkelanjutan, infrastruktur, serta jasa keuangan dan digital.
Saat ini, ICA-CEPA telah selesai diratifikasi kedua negara dan memasuki pembahasan pengaturan teknis, termasuk terkait _rules of origin_.
Menko Airlangga menegaskan dialog bersama pelaku usaha menjadi krusial karena mereka yang akan menjadi ujung tombak dalam mewujudkan manfaat ICA-CEPA secara konkret.
"Dialog hari ini penting, karena pada akhirnya para pelaku usaha seperti anggota CABC-lah yang akan mewujudkan ICA-CEPA. Saya mendorong forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan dua arah, dan berharap masukan yang diperoleh hari ini dapat diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang konkret," ucapnya.
Pada rangkaian acara tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan sambutan pada CABC Reception bersama Menteri Industri Kanada The Honourable Mélanie Joly untuk mengajak lebih banyak investasi Kanada masuk ke Indonesia di sektor strategis, mulai dari mineral kritis, transisi energi, ketahanan pangan, dan AI.
Menko Airlangga juga melakukan pertemuan dengan CEO AtkinsRealis Ian L. Edwards untuk membahas kerja sama energi tenaga nuklir, serta dengan CEO Sun Life Kevin D. Strain untuk memperkuat kerja sama di sektor keuangan.
Forum ini turut dihadiri Menteri Perdagangan Internasional Kanada Maninder Sidhu, Menteri Keuangan II Brunei Darussalam Dato Dr. Amin Liew Abdullah, Presiden CABC Wayne Farmer, serta para pemimpin bisnis dan investasi dari ASEAN dan Kanada.
Dari Delegasi Indonesia turut mendampingi Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, serta Konsul Jenderal RI di Toronto Vevie Damayanti.