INDUSTRY.co.id - JAKARTA – SMK Budi Luhur Tangerang menjajaki kolaborasi strategis dengan PT Cyberindo Aditama (CBN) dan PT Digdaya Duta Digital (Digdaya) untuk memperkuat keterhubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri di tengah pesatnya transformasi digital dan industri kreatif.

Penjajakan kolaborasi tersebut dilakukan melalui audiensi SMK Budi Luhur ke CBN di Jakarta, Senin (14/9/2026). Kerja sama yang dibahas tidak hanya menyasar dukungan terhadap kegiatan sekolah, tetapi juga pengembangan ekosistem pembelajaran yang menghubungkan siswa dengan teknologi, praktisi industri, pengalaman kerja, hingga peluang distribusi karya kreatif.

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan Bluvocation Creative Festival (BCF) 2026, program tahunan berbasis Proyek Kreatif Kewirausahaan (PKK) yang telah memasuki tahun ketiga. Program ini dirancang agar karya siswa tidak berhenti sebagai tugas pembelajaran, tetapi diproduksi dengan pendekatan yang lebih dekat dengan standar industri.

Puncak BCF 2026 direncanakan menghadirkan pemutaran film dan animasi karya siswa di bioskop komersial. Langkah tersebut membuka pengalaman baru bagi siswa jurusan Broadcasting dan Animasi untuk memahami proses produksi sekaligus melihat bagaimana karya mereka dapat dipresentasikan kepada publik.

Chief Operating Officer PT Digdaya Duta Digital Harry Dharma Setiawan mengatakan, terdapat kesesuaian antara kompetensi siswa SMK Budi Luhur dengan kebutuhan industri kreatif digital. Menurut dia, karya siswa memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh setelah proses produksi.

“Kami melihat kesesuaian yang jelas antara kompetensi siswa SMK Budi Luhur dan kebutuhan industri kreatif digital. Yang menarik adalah bagaimana karya siswa dapat memiliki perjalanan yang lebih panjang setelah diproduksi,” ujar Harry.

Dia mengatakan, melalui lini Creative & Content dan platform OTT yang dikelola Digdaya, terdapat peluang untuk mengkurasi dan mengembangkan karya siswa agar dapat masuk ke kanal distribusi yang relevan.

“Sehingga tidak berhenti sebagai tugas sekolah,” katanya.

Keterlibatan industri sejak tahap pendidikan dinilai dapat memberikan gambaran yang lebih konkret kepada siswa mengenai standar produksi, kebutuhan pasar, serta perkembangan teknologi yang tengah membentuk industri kreatif.

Dari sisi CBN, ruang kolaborasi mencakup dukungan digitalisasi pendidikan melalui infrastruktur konektivitas, digital lab, CBN LMS, Zoom Workplace for Education, hingga sistem asesmen potensi dan wellbeing siswa. CBN juga membuka peluang keterlibatan praktisi CBN Group dalam kegiatan berbagi pengetahuan, penguatan kompetensi digital, program magang, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran dan operasional sekolah.

Strategic Education Alliances Department Head PT Cyberindo Aditama Achmad Yahya Sjarifuddin mengatakan, transformasi pendidikan membutuhkan ekosistem teknologi yang lebih luas, bukan sekadar penggunaan perangkat digital.

“CBN Education Program berangkat dari keyakinan bahwa institusi pendidikan merupakan salah satu simpul penting dalam pembentukan masyarakat digital. Karena itu, kolaborasi dengan SMK Budi Luhur kami arahkan tidak hanya pada konektivitas, tetapi pada ekosistem yang mencakup dukungan infrastruktur dan digital lab, keterlibatan praktisi CBN Digital Ecosystem dalam knowledge sharing, serta penjajakan program magang dan digitalisasi berbasis AI bagi siswa maupun sekolah,” ujar Achmad.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Budi Luhur Joko Waluyo menilai keterlibatan industri menjadi penting untuk memastikan proses pembelajaran dan produksi karya siswa memiliki konteks yang lebih dekat dengan dunia profesional.

“Kami mengajukan audiensi ini karena siswa vokasi perlu mendapatkan pengalaman nyata bahwa karya mereka dapat memiliki standar dan ruang di industri. BCF bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi bagaimana siswa belajar melalui proses produksi, mendapatkan masukan dari praktisi, dan melihat karya mereka diapresiasi oleh publik,” ujar Joko.

Menurutnya, dukungan ekosistem CBN Group dapat membantu memperkuat kualitas produksi sekaligus memperluas peluang BCF 2026.

Pertemuan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan pembahasan ruang lingkup kolaborasi secara lebih konkret, termasuk kemungkinan penyusunan nota kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun jalur pengembangan talenta dari sekolah menuju industri, dengan menempatkan siswa tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai kreator yang mampu menghasilkan karya untuk publik dan pasar.

Dalam pelaksanaan dan publikasi BCF 2026, SMK Budi Luhur juga akan melibatkan mitra media, antara lain Medcom.id, Metrotvnews.com, dan Bantentoday.id, untuk memperluas eksposur terhadap karya serta aktivitas siswa.