INDUSTRY.co.id - Jakarta - Banyak mahasiswa baru memikirkan portofolio ketika memasuki tahun terakhir kuliah dan mulai mencari pekerjaan. Padahal, pada tahap tersebut, waktu untuk membangun rekam jejak sudah terbatas. Portofolio yang kuat tidak hanya membutuhkan daftar pengalaman, tetapi juga menunjukkan proses, kontribusi, dan kemampuan yang berkembang selama mahasiswa menjalani perkuliahan.

Karena itu, memulai portfolio building ketika akan lulus dapat membuat mahasiswa kehilangan kesempatan untuk menunjukkan perkembangan tersebut secara utuh. Pengalaman yang dibangun sejak awal kuliah memberikan waktu bagi mahasiswa untuk mencoba berbagai bidang, mengembangkan kemampuan, dan menemukan pengalaman yang relevan dengan arah profesional mereka. Tahun terakhir seharusnya menjadi tahap untuk memperkuat dan menyusun pengalaman tersebut, bukan baru mulai mengumpulkannya.

Portofolio Dibangun dari Pengalaman

Portofolio bukan sekadar kumpulan sertifikat atau daftar kegiatan. Portofolio yang kuat menunjukkan apa yang dikerjakan mahasiswa, kontribusinya dalam sebuah proyek, tantangan yang dihadapi, serta kemampuan yang berkembang dari pengalaman tersebut.

Proses ini membutuhkan waktu. Mahasiswa perlu kesempatan untuk mengerjakan proyek, mengikuti kompetisi, terlibat dalam organisasi dan kegiatan sosial, hingga mendapatkan pengalaman profesional. Setiap pengalaman dapat menjadi bagian dari rekam jejak yang semakin kuat ketika mahasiswa terus mengambil tanggung jawab dan tantangan yang lebih besar.

Jika baru mulai mencari pengalaman pada tahun terakhir, mahasiswa berisiko lebih banyak mengejar kegiatan untuk dimasukkan ke dalam CV daripada membangun pengalaman yang benar-benar relevan dengan kemampuan dan bidang yang ingin mereka tekuni.

President University Memulai Sejak Hari Pertama

President University menempatkan Portfolio Building sebagai bagian dari persiapan profesional mahasiswa yang dimulai sejak awal perkuliahan. Pendekatan ini terlihat dalam PREUNI 2026 melalui LinkedIn Photo Day pada Moving In, 29–30 Agustus 2026.

Mahasiswa baru mendapatkan foto profesional untuk mulai membangun profil mereka di LinkedIn. Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar menghasilkan foto, melainkan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan pentingnya identitas profesional sejak hari pertama.

Profil LinkedIn kemudian dapat berkembang mengikuti perjalanan mahasiswa. Proyek akademik, organisasi, kompetisi, kegiatan sosial, magang, dan pencapaian lainnya dapat ditambahkan seiring waktu. Dengan demikian, mahasiswa tidak perlu menunggu menjelang kelulusan untuk mulai menunjukkan apa yang telah mereka kerjakan.

Resume, LinkedIn, dan Fashion Expo

Pengalaman yang sudah dibangun juga perlu dapat diterjemahkan menjadi profil profesional yang jelas. Melalui Resume, LinkedIn, and Fashion Expo yang secara rutin diadakan, mahasiswa mendapat kesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai resume dan profil LinkedIn, termasuk bagaimana menyusun pengalaman, keterampilan, dan pencapaian agar lebih relevan dengan bidang yang dituju. Pada edisi 2026, kegiatan ini juga menghadirkan alumni untuk memberikan masukan mengenai resume dan profil LinkedIn, wawasan karier, mock interview, serta pengembangan profesional.

Artinya, mahasiswa tidak hanya diminta mengumpulkan pengalaman, tetapi juga belajar mengenali nilai dari pengalaman tersebut dan menyampaikannya kepada dunia profesional. Sebuah proyek, organisasi, kompetisi, atau kegiatan sosial baru menjadi bagian yang kuat dari portofolio ketika mahasiswa mampu menjelaskan peran, kontribusi, dan kemampuan yang mereka kembangkan dari pengalaman tersebut.

Aspek lain dari persiapan profesional juga diperkenalkan melalui Fashion for Professionals. Mahasiswa belajar bahwa cara membawa diri, berkomunikasi, dan berpenampilan turut membentuk kesan profesional. Dengan begitu, persiapan karier tidak berhenti pada apa yang tertulis dalam resume atau LinkedIn, tetapi juga mencakup bagaimana mahasiswa mempresentasikan dirinya ketika berhadapan langsung dengan dunia kerja.

Tahun Terakhir untuk Mematangkan Portofolio

Dengan proses yang dimulai sejak hari pertama, tahun terakhir dapat digunakan untuk menentukan pengalaman mana yang paling relevan dengan arah karier mahasiswa. Pada tahap ini, mahasiswa sudah memiliki rekam jejak yang dapat dievaluasi, diperkuat, dan disusun menjadi portofolio yang lebih terarah.

Empat tahun perkuliahan memberikan ruang untuk membangun pengalaman secara bertahap. Ketika mahasiswa memasuki tahun terakhir, mereka tidak lagi mulai dari nol, tetapi sudah memiliki perjalanan yang dapat menunjukkan perkembangan kemampuan dan kesiapan mereka kepada dunia profesional.

Di President University, persiapan profesional dimulai sejak hari pertama agar pengalaman mahasiswa selama kuliah tidak berhenti sebagai aktivitas, tetapi berkembang menjadi rekam jejak profesional yang dapat mereka bawa ke dunia kerja.