INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) berhasil mempertahankan kinerja di tengah tekanan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kondisi ekonomi yang masih berfluktuasi. Hingga semester I 2026, emiten jasa transportasi, logistik, dan ekosistem kendaraan bekas ini membukukan pendapatan sebesar Rp3,06 triliun atau tumbuh 8,1% secara tahunan (year on year/yoy), disertai laba bersih sebesar Rp271,24 miliar.

Direktur Utama ASSA Prodjo Sunarjanto mengatakan ketahanan kinerja perseroan ditopang oleh fundamental bisnis yang kuat serta portofolio usaha yang terdiversifikasi.

"Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan, kami bersyukur ASSA mampu menjaga pendapatan stabil, yang menunjukkan bahwa fundamental bisnis Perseroan tetap kuat," ujar Prodjo dalam keterangan resminya, Kamis (30/7).

Segmen logistik masih menjadi mesin pertumbuhan utama dengan kontribusi pendapatan Rp1,35 triliun atau meningkat 13,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, bisnis rental kendaraan membukukan pendapatan Rp1,04 triliun atau naik 6,5% secara tahunan.

Di lini ekosistem kendaraan bekas, penjualan mobil melalui Caroline.id turut mencatatkan pertumbuhan 8,2% menjadi Rp565,06 miliar. Sebaliknya, bisnis lelang melalui JBA Indonesia masih menghadapi tantangan akibat pasokan kendaraan yang terbatas dan daya beli pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Menurut Prodjo, keberhasilan ASSA menjaga kinerja tidak hanya berasal dari efisiensi operasional, tetapi juga strategi diversifikasi bisnis yang membuat perseroan tidak bergantung pada satu sumber pendapatan.

Untuk menopang pertumbuhan jangka panjang, ASSA terus memperkuat bisnis logistik, khususnya layanan logistik terintegrasi. Perseroan baru saja menyelesaikan pembangunan gudang logistik rantai dingin (cold chain) melalui Coldspace di kawasan Pulogadung dengan kapasitas hingga 20.000 palet.

"Tren permintaan yang terus berkembang telah membuat penguatan layanan logistik rantai dingin menjadi penting bagi Perseroan," kata Prodjo.

ASSA juga terus mengembangkan sistem digital melalui Transportation Management System (TMS) dan Warehouse Management System (WMS) guna meningkatkan efisiensi pengelolaan distribusi, armada, hingga operasional pergudangan agar layanan kepada pelanggan semakin optimal.

Di sisi lain, bisnis rental dinilai masih memiliki prospek yang baik karena didukung basis pelanggan yang beragam sehingga lebih tahan menghadapi perlambatan ekonomi. Sementara pada bisnis kendaraan bekas, permintaan melalui Caroline.id tetap solid meski aktivitas lelang JBA masih dipengaruhi fluktuasi daya beli masyarakat.

Memasuki paruh kedua tahun ini, ASSA memilih bersikap lebih hati-hati dalam menetapkan target bisnis. Perseroan menilai pertumbuhan pendapatan sebesar 5%-10% sepanjang 2026 merupakan sasaran yang realistis di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya biaya operasional. Dengan strategi memperkuat bisnis logistik, meningkatkan efisiensi, serta menjaga diversifikasi usaha, ASSA berharap dapat mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan hingga akhir tahun.