Lebarkan Sayap, Sido Muncul Kaji Peluang Bisnis Mamin Herbal

Oleh : Hariyanto | Jumat, 13 April 2018 - 17:15 WIB

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) tengah mengkaji peluang untuk masuk ke bisnis makanan minuman (mamin) herbal demi melebarkan sayap bisnisnya di luar industri jamu.

"Kami mau masuk, sekarang baru diriset mengenai makanan. Ini salah satu yang kami kembangkan," kata Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat kepada pers di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Menurut Irwan, pihaknya memiliki laboratorium khusus yang mencakup research and development (R&D), quality control, dan quality assurance.

"Ada 217 orang yang bekerja di laboratorium ini. Kami melakukan serangkaian uji terhadap bahan herbal, dari uji khasiat hingga toksisitas," ungkap Irwan.

Dari berbagai bahan herbal yang telah dilakukan uji di laboratorium tersebut, lanjut Irwan, telah mengantungi 20 izin. Hingga kini, Sido Muncul telah menjadi market leader untuk jamu Tolak Angin, pegal linu, dan jamu kuat. "Nanti saya masuk ke makanan, sekarang sedang dicari idenya," ujarnya.

Irwan menambahkan, selain mamin herbal, perseroan akan memperluas pasar ke luar negeri. "Peningkatan pasar dilakukan dengan cara memperluas wilayah. Jadi kami berusaha untuk bisa masuk ke semua negara-negara di dunia," tutur Irwan.

Sido Muncul, telah memasuki pasar Filipina dengan menggandeng distributor-distributor lokal dan akan membuka kantor pemasaran di negara itu.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Laman resmi SehatQ

Minggu, 05 April 2020 - 15:30 WIB

Mengetahui Cara Penyebaran dan Cek Risiko Covid-19 di SehatQ

Seperti yang sudah disampaikan oleh World Health Organization (WHO), virus ini tidak menyebar lewat udara. Covid-19 hanya bisa menular melalui percikan batuk, bersin, atau air liur yang terpercik…

Ilustrasi Minyak Mentah Indonesia

Minggu, 05 April 2020 - 15:30 WIB

Gegara Covid-19, Harga Minyak Mentah Indonesia Tertekan Menjadi USD34,23/Barel

Agung menjelaskan, penyebab utama dari penurunan ICP adalah penyebaran Covid-19 di sebagian besar negara-negara produksi minyak mentah sehingga mengakibatkan anjloknya penurunan produksi. "Travel…

Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggulangi Pandemi Covid-19

Minggu, 05 April 2020 - 15:25 WIB

Pegadaian Terus Salurkan Bantuan Tanggulangi Pandemi Covid-19

Kepala Divisi KBL PT Pegadaian (Persero) Hertin Maulida mengatakan, pemberian bantuan terus dilakukan sebagai salah satu wujud komitmen PT Pegadaian (Persero) untuk terus memberikan dukungan…

Digital Launge Bank Bukopin

Minggu, 05 April 2020 - 15:23 WIB

Trade Finance dan Funding Retail Jadi Andalan Bank Bukopin

Bank Bukopin berhasil menutup tahun 2019 dengan membukukan pertumbuhan kinerja secara signifikan. Selama periode tersebut, sektor trade finance menjadi salah satu andalan Perseroan untuk memacu…

Bendungn Bendo

Minggu, 05 April 2020 - 15:08 WIB

Bendungan Bendo Berkapasitas 43,11 Juta m3 Siap Digenangi Akhir Tahun 2020

Saat ini konstruksi Bendungan Bendo sudah 73,26%. Bendungan ini ditargetkan selesai konstruksinya dan siap digenangi pada akhir tahun 2020.