Menperin: Kebutuhan Garam untuk Industri Akan Segera Terpenuhi

Oleh : Ridwan | Sabtu, 10 Maret 2018 - 16:40 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meresmikan pabrik pengolahan garam PT Unichem Candi Indonesia (Foto:Dok. Industry.co.id)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meresmikan pabrik pengolahan garam PT Unichem Candi Indonesia (Foto:Dok. Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id -Gresik, Kementrian Perindustrian (Kemenperin) mengaku kebutuhan garam di sektor industri yang mencapai 3,7 juta ton di tahun 2018 akan segera terpenuhi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat meresmikan pabrik pengolahan garam PT Unichem Candi Indonesia di Kawasan Industri Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur (9/3/2018).

"Kebutuhan garam untuk industri mencapai 3,7 juta ton di 2018. Jumlah itu akan tercukupi dengan beroperasinya pabrik pengolahan garam di kawasan JIIPE Gresik, Jawa Timur," ujar Airlangga.

Ia menambahkan, industri pengolahan garam seperti PT Unichem Candi Indonesia produksinya 50 persen dari dalam negeri, dan 50 persen dari impor. "Industri garam tersebut yang terbesar karena menghasilkan NaCl 99 persen yang lengkap. Bisa digunakan untuk industri farmasi," terangnya.

Menurut Airlangga, keberadaan industri pengolahan garam itu hasilnya bisa digunakan bervariasi. Mulai dari industri kaca, PVC dan kertas. Tentunya, juga makanan dan minuman termasuk pengeboran minyak.

"Jadi pengolahan industri garam di JIIPE Gresik ini merupakan dari value added, atau nilai tambah," paparnya.

Terkait perizinan dan investasi di industri garam di Indonesia, Airlangga menjelaskan, yang paling penting bagi industria adalah memperoleh bahan bakunya. Selain perizinan, operation issued juga penting.

"Garam merupakan bahan baku, atau bahan penolong untuk berbagai industri. Saat ini, sebagian besar garam masih dipenuhi oleh impor senilai USD 100 juta. Namun, impor garam tersebut memberikan dampak cukup besar pada ekonomi melalui ekspor produk makanan. obat-obatan,kertas serta PVC," paparnya.

Selain itu, tambahnya, pembangunan pabrik baru membuka kesempatan lapangan kerja bagi masyarakat. "Saya senang dan bangga karena pabrik bisa menyerap tenaga kerja yang baru dan bisa menumbuhkan ekonomi nasional dan daerah," pungkas Menperin.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Aiko Senosoenoto dari Eki Dance Company (Foto Amz)

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 15:00 WIB

Komunitas, Jadi Salah Satu Alternatif Pengembangan Seni Tari di Indonesia

Tumbuhnya berbagai komunitas, termasul komunitas tari, menjadi salah salah satu titik penting dalam jejaring kesenian di Indonesia. Ketika banyak negara lain masih berkutat dalam sekolah seni,…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 14:48 WIB

Pasar Modal Tingkatkan Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan terus mengarahkan agar industri Pasar Modal lebih berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendukung ekspor dan subtitusi impor, serta membuka lebih…

Sentra bawang merah

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 14:42 WIB

DPR: Ekosistem Pengelolaannya Tersistematis

Jakarta - Meningkatnya Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang disumbangkan sektor pertanian pada Triwulan II- 2019 merupakan tanda makin tersistematisnya ekosistem pengelolaan usaha agraris di…

Ilustrasi Sawah (Dok. Kementan)

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 14:34 WIB

Kementan Mampu Membuat Ekspor Melesat

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) telah membuktikan capaian swasembada pangan melalui kemajuan ekspor selama periode Mentan Amran Sulaiman.

Mba Tutut (Foto Amz)

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 14:00 WIB

Tutut Soeharto: YHK dan YDGRK Terus Berbakti untuk Indonesia

Dua Yayasan yang dulu pernah didirikan oleh keluarga mantan Presiden RI ke 2, HM. Soeharto yakni Yayasan Harapan Kita (YHK) dan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) sama sama berulangtahun,…