Menperin Agus Jodohkan IKM Pangan dan Furnitur dengan Ritel Lewat Gelaran Temu Bisnis

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 04 Mei 2024 - 14:48 WIB

Pembukaan Business Matching IKM Pangan dan Furnitur dengan HIPPINDO
Pembukaan Business Matching IKM Pangan dan Furnitur dengan HIPPINDO

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Upaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong kemandirian Industri Kecil Menengah (IKM) salah satunya dilakukan melalui dukungan terhadap kemitraan antara IKM dengan berbagai sektor ekonomi lain, termasuk dengan pasar ritel dan ekosistemnya serta para distributor. Pangsa pasar ritel yang signifikan di Indonesia memberikan peluang bagi IKM untuk menjadi bagian dari ekosistem rantai pasoknya.

“Strategi kemitraan IKM dan ritel ini dapat mendorong kemandirian IKM dengan adanya kepastian pasar, transfer teknologi, perbaikan kualitas, sistem manajemen, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta kemudahan akses pembiayaan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada pembukaan Business Matching IKM Pangan dan Furnitur dengan HIPPINDO, di Jakarta, Kamis (2/5/2024).

Sedangkan bagi perusahaan ritel, kemitraan dengan IKM mampu mendukung upaya pemenuhan regulasi pemerintah yang mengatur kewajiban untuk mengikutsertakan UMKM dan memperdagangkan produk dalam negeri. 

Peritel menjalankan kewajiban untuk memberikan ruang usaha yang strategis dan mudah diakses oleh pengunjung, paling sedikit 30% dari luas area pusat perbelanjaan. Selain itu, peritel juga diharuskan untuk memperdagangkan minimal 80% produk dalam negeri.

Selama ini, sektor industri pangan menjadi kontributor terbesar terhadap pembentuk kontribusi industri pengolahan nonmigas. Sepanjang 2023, industri pangan menyumbang 39,10% dari nilai PDB industri pengolahan nonmigas, atau 6,55% dari total PDB Nasional dengan nilai ekspor menembus angka USD41,70 miliar. 

Dari jumlah usahanya, sebanyak 1,70 juta unit usaha IKM pangan telah berkontribusi dan menyerap sekitar 3,6 juta tenaga kerja, sehingga dikategorikan sebagai industri padat karya.

Sementara itu, industri furnitur dalam negeri juga sangat potensial untuk dikembangkan. Selama tahun 2023, sektor industri furnitur menyumbang 1,21% dari nilai PDB industri pengolahan nonmigas dengan nilai ekspor mencapai USD 1,8 miliar. Dari nilai tersebut, kontribusi IKM furnitur berjumlah sekitar 149,7 ribu usaha dengan penyerapan 370,7 ribu tenaga kerja.

“Kekuatan sektor industri pangan dan furnitur ini didukung oleh potensi bahan baku yang cukup tersedia, ketersediaan tenaga kerja yang memadai, inovasi dan teknologi yang beragam, sistem rantai pasok bahan baku yang membaik, serta dukungan kebijakan larangan ekspor dan impor,” ungkap Menperin Agus. 

Hal ini diperkuat dengan hasil survei Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan April yang menunjukkan ekspansi pada 19 subsektor. Ekspansi tertinggi dialami oleh industri makanan, dan diikuti oleh industri minuman. Selain itu, industri kayu, barang kayu, dan gabus mengalami perubahan level menjadi ekspansi di periode ini.

Menurut Menperin Agus, kinerja industri yang baik dapat menjadi modal yang bagus untuk mengawali tahun 2024. Kinerja ini tentunya perlu tetap digenjot sehingga industri mampu mengangkat perekonomian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. 

“Peluang pasar dalam negeri terbuka sangat lebar, terutama untuk komoditas pangan dan furnitur dengan harga yang kompetitif, mengingat ketersediaan bahan baku dalam negeri yang cukup tersedia,” tegas Menperin.

Untuk itu, melalui kerja sama yang baik antara Kemenperin dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), diselenggarakan kegiatan Temu Bisnis antara IKM dengan ritel Hal ini agar semakin banyak produk IKM yang bisa masuk ke pasar ritel modern sekaligus mendorong peningkatan kemampuan pelaku serta pengembangan bisnis IKM.

Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) Kemenperin mulai menggelar Temu Bisnis tahap pertama yang melibatkan 65 IKM dan 23 peritel anggota HIPPINDO, diawali dengan Temu Bisnis Tahap I yang diselenggarakan pada Kamis (2/5/2024). 

Acara Temu Bisnis tersebut mempertemukan IKM komoditas pangan, furnitur, dan tableware dengan industri ritel. Rencananya, Ditjen IKMA juga akan menggelar program kemitraan bagi IKM komoditas sandang, kosmetik, kerajinan, komponen otomotif, produk elektronika/kelistrikan, dan berbagai produk lain.

“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi dan sinergi antara HIPPINDO dan Kementerian Perindustrian yang terus mendorong peran IKM agar dapat masuk menjadi pemasok bisnis ritel dengan dukungan dari sisi kepastian pasar yang berkelanjutan,” kata Menperin Agus. 

Menperin Agus meyakini, komitmen kemitraan yang dilakukan oleh HIPPINDO ini adalah bentuk dukungan dunia usaha kepada pemerintah untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri melalui pengembangan kompetensi IKM agar dapat naik kelas. 

Selain itu, langkah ini dapat menimbulkan efek pengganda terhadap pertumbuhan industri dalam negeri. Dukungan ini tetap diperlukan di tengah kinerja industri berdasarkan Indeks Kepercayaan Industri yang masih terbilang ekspansif, yakni di angka 52,9 pada bulan April 2024.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita mengungkapkan, melalui temu bisnis ini, IKM dapat intensif berkomunikasi dengan ritel, ekosistem ritel, serta distributor yang menjadi calon mitra. “Diharapkan juga terjadi sarana pertukaran informasi mengenai teknologi, peningkatan kemampuan SDM, manajemen mutu, dan peluang pasar,” kata Reni.

Dalam temu bisnis yang digelar di Plaza Industri Gedung Kementerian Perindustrian itu, Ditjen IKMA berupaya mempertemukan 47 IKM pangan dan 18 IKM furnitur yang telah mendapatkan pembinaan berkelanjutan dari rangkaian program pembinaan Ditjen IKMA, serta 23 perusahaan/ retailer anggota HIPPINDO. Ritel-ritel tersebut di antaranya PT. Supra Boga Lestari (Ranch Market dan Farmers Market), PT. Lotte Shopping Indonesia, dan PT. Kurnia Ciptamoda Gemilang.

Kemudian PT. Ace Hardware Indonesia, PT. Kiddycuts Pratama Indonesia, Daya Intiguna Yasa (MR. DIY), PT. AEON Indonesia, PT. GS Retail Indonesia, PT. Citra Rasa Betawi (Kafe Betawi), PT. Swalayan Sukses Abadi (The Food Hall), PT. Eka Bogainti (HokBen), PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (Alfamart), PT. Midi Utama Indonesia, Tbk (Alfamidi), PT. Lancar Wiguna (Lawson), PT. Courts Retail Indonesia, PT. Circleka Indonesia Utama (Circle K), PT. Duta Intidaya Tbk (Watsons), PT. Indomarco Prismatama (Indomaret), PT. Marco Sekawan (Marco), PT. Sarinah, PT. Global Retail Digital (Scan n Go), PT. Amanah Mulia Niaga, dan PT. Primafood International (Prima Freshmart).

Selain menjadi ajang perkenalan IKM dengan ritel, Ditjen IKMA juga memberikan kesempatan para calon investor atau buyer ritel untuk mengenal produk unggulan IKM. Ada pula seminar bertajuk “Strategi Menembus Pasar Retail bagi IKM” yang dapat diikuti oleh para IKM peserta temu bisnis.

Dalam kesempatan yang sama, Ditjen IKMA melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT. Marco Indokarya, yang memiliki kegiatan usaha di bidang jasa penyelenggara event khusus dengan nama merek dagang Inabuyer. PKS tentang Peningkatan Akses Pasar Produk IKM ini merupakan perpanjangan atas kerjasama yang telah berakhir pada bulan Januari 2024 yang lalu.

 “Melalui kerjasama ini, kedua belah pihak bersepakat untuk bersama-sama meningkatkan promosi serta pengembangan pasar produk IKM baik di dalam negeri dan luar negeri,” jelas Reni.

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menyampaikan komitmen HIPPINDO dalam mendukung perekonomian nasional ditunjukkan dalam wujud antusiasme anggotanya yang besar. 

“Kami menyambut baik program Temu Bisnis IKM Pangan Dan Furnitur dengan HIPPINDO. Antusiasme anggota kami dapat dilihat dari hadirnya 23 perusahaan. Hal ini juga menunjukkan komitmen HIPPINDO dalam mendukung Kampanye Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri serta Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, HIPPINDO berperan sebagai wadah para peritel dan penyewa sangat mendukung kemajuan industri dalam negeri guna membangun ekonomi yang kuat. Peritel sebagai penggerak sektor perdagangan membutuhkan rantai pasok yang dapat diandalkan dan berkualitas untuk memastikan ketersediaan produk yang memenuhi kebutuhan konsumen.

“Dengan IKM sebagai tangan pertama dalam rantai pasok, kolaborasi antara sektor hilir dan hulu dapat terjadi dengan lebih lancar. Peritel juga dapat memberikan masukan kepada IKM mengenai tren pasar dan preferensi konsumen, sehingga IKM dapat menghasilkan produk sesuai dengan kebutuhan dan standar,” tutup Budihardjo.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kiri ke kanan: ignasius arrie setiawan, komisaris, melly elita, direktur, tjia tjhin hwa komisaris, kiki sadrach dirut

Kamis, 13 Juni 2024 - 17:29 WIB

Top! KKES Ekspansi ke Timur Indonesia, Targetkan Pertumbuhan Penjualan di Atas 11% dan Laba di Atas 14% pada 2024

Jakarta– PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) distributor dan importir bahan kimia maupun bahan baku untuk pertanian dan industri baru saja melaksanakan RUPST & paparan publik. Dalam kegiatan…

Kika: Warit Jintanawan, Direktur PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (kedua dari kiri). Budyanto Totong, Founder dan Dirut PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (tengah) Andy Totong, Direktur Utama Mitra10 (kedua dari kanan)

Kamis, 13 Juni 2024 - 17:05 WIB

Perkuat Pasar di Jawa Barat, Mitra10 & Atria Ekspansi ke Sawangan Depok

Depok– Mitra10 memperkuat penetrasi pasar ritel modern bahan bangunan dan pelengkapan rumah, bersama dengan Atria yang menguasai pasar ritel modern furnitur dan matras, membuka flagship store…

Jajaran direksi PT Mora Telematika Indonesia Tbk.

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:55 WIB

Absen Tebar Deviden, Moratelindo Bakal Gencar Ekspansi Jaringan Telekomunikasi

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo menetapkan untuk menggunakan laba bersih senilai Rp678,17 miliar sebagai laba ditahan. Kemudian, sisanya, laba bersih yang senilai Rp1…

TPA Bantargebang

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:12 WIB

Peduli Lingkungan, Perusahaan Harus Mulai Menerapkan Sistem Zero Waste to Landfill

Tingkat kesadaran masyarakat Indonesia akan permasalahan sampah saat ini dinilai masih butuh perhatian. Hal ini terlihat dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) – Kementerian…

Karyawan di anak usaha Telkom

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:48 WIB

Catat Pertumbuhan Laba Bersih 30%, Infomedia Kembangkan Teknologi 3A untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), PT Infomedia Nusantara (Infomedia) berhasil membukukan laba bersih sebesar 217% atau tumbuh 30% di sepanjang tahun 2023. Selain itu, revenue…