INDUSTRY.co.id,Bandung - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM optimis penyaluran dana bergulir mampu terserap seluruhnya dan merata hingga ke luar pelosok pulau Jawa hingga kuartal ketiga tahun ini. Karena itu pihaknya menjalin kerja sama dengan tiga lembaga, yaitu dengan Jamkrindo, Jamkrida, dan BPD.
“Selama in 70 persen perputaran dana bergulir berada di pulau Jawa, dan tahun ini sebagai instruksi Presiden agar penyerapan dana bergulir bisa merata ke seluruh Indonesia. Kami optimis melalui kerja sama ini target penyaluran dana bergulir bisa tercapai Rp 1,2 triliun pada Agustus tahun ini,” kata Direktur Utama LPDB KUMKM, Braman Setyo dalam acara Rekonsiliasi Rekening dan Peningkatan Kerjasama dengan Jamkrida dan Perbankan di Aston Tropicana Hotel Bandung, Kamis (26/1/2018).
Ia mengatakan, kerjasama dengan berbagai stakeholder seperti Jamkrindo, Jamkrida, BPD dan kedepan dengan Asbanda menegaskan bahwa LPDB KUMKM bukan lagi sebagai lembaga ekslusif melainkan lembaga inklusif yang bisa memberikan fasilitasi pinjaman kepada Koperasi dan UMKM.
“Kerjasama ini meningkatkan mutu Koperasi dan UMKM tanpa harus mencari jaminan kredit terlebih dahulu. Agunan 70 persen akan dicover lembaga perusahaan penjamin, sedangkan Koperasi atau pelaku usaha mikro hanya membayar 1,5 persen fee dari plafon kredit yang diambil,” ulasnya.
Tahun ini melalui paradigma baru LPDB mengusung tri sukses yaitu, Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan, dan Sukese Pengembalian. Badan Layanan Umum (BLU) ini mengedepankan kendala Koperasi dan UMKM dalam mengakses sumber pembiayaan yakni akses/sumber pembiayaan, keterbatasan jaminan/colateral, dan lemahnya proses pendampingan.
Hari ini salah satu solusi tersebut sudah diterapkan melalui kerja sama dengan perusahaan penjaminan, yakni menjadikan perusahaan penjamin sebagai miniatur fungsi layanan LPDB-KUMKM di daerah. di daerah.
Selain itu, pihaknya menyakini mampu menekan Non Performing Loan (NPL) Nol persen hingga 2019. Untuk saat ini angka NPL berada di 0,09 persen, dimana sebelumnya pada tahun 2014 kebawah tingkat kredit macet mencapai 7 persen.
“Karena itu, kami lakukan Perbaikan-perbaikan yang saat ini sedang berjalan dilakukan secara paralel oleh Tim Reformasi Birokrasi LPDB-KUMKM bertujuan untuk memperbaiki SOP, perbaikan infrastruktur layanan, perbaikan infrastruktur IT dan perbaikan SDM,”tandasnya