INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan konektivitas di Kota Semarang, Jawa Tengah, dengan merampungkan rekonstruksi Jalan Gombel Lama lebih cepat dari target. Ruas jalan yang sebelumnya ditutup akibat longsoran dan amblesan di dua titik tersebut kini kembali dibuka untuk masyarakat sejak 6 September 2026.

Percepatan proyek ini menjadi penting mengingat Jalan Gombel Lama merupakan salah satu akses strategis di wilayah Semarang. Pemulihan ruas tersebut diharapkan tidak hanya mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat, tetapi juga menjaga arus distribusi dan aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan dan pemeliharaan jalan serta jembatan memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas antarpusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Pengembangan jaringan jalan dan jembatan yang menghubungkan kota, pulau, hingga daerah tertinggal di seluruh Indonesia kami lakukan untuk membuka akses bagi investasi, mendukung kawasan industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas," kata Dody.

Jalan Gombel Lama merupakan bagian dari paket Preservasi Jalan Semarang–Bawen–Salatiga–Sruwen. Rekonstruksi dilakukan untuk mengembalikan keamanan dan kelancaran lalu lintas sekaligus mempertahankan fungsi ruas jalan yang menjadi salah satu akses penting di Kota Semarang.

Proyek rekonstruksi dimulai pada 20 April 2026 dan sebelumnya ditargetkan rampung pada November 2026. Namun, pelaksanaan pekerjaan di lapangan dipacu sehingga penyelesaian dapat dilakukan beberapa bulan lebih cepat. Akses jalan akhirnya dapat difungsikan kembali pada awal September.

Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta menangani ruas sepanjang 1,27 kilometer tersebut. Penanganan tidak sebatas memperbaiki permukaan jalan, tetapi diarahkan untuk memperkuat struktur serta sistem pendukung guna mengantisipasi potensi gangguan serupa di masa mendatang.

Sejumlah pekerjaan strategis dilakukan, mulai dari pembangunan bore pile, pemasangan box culvert, dinding penahan, drainase hingga trotoar. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konstruksi jalan sekaligus memperbaiki sistem pengelolaan air di lokasi yang sebelumnya terdampak longsoran dan amblesan.

Dengan dibukanya kembali Jalan Gombel Lama, Kementerian PU berharap pergerakan kendaraan dan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut kembali normal. Pemulihan ruas jalan ini sekaligus menunjukkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar penyelesaian proyek, tetapi juga memastikan akses transportasi tetap aman dan mampu menopang aktivitas ekonomi.

Kementerian PU menegaskan pembangunan jaringan jalan nasional akan terus diarahkan untuk memperkuat konektivitas antardaerah. Infrastruktur jalan dipandang sebagai salah satu fondasi untuk membuka akses investasi, memperlancar mobilitas barang dan orang, serta memperkuat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.