INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Memiliki asuransi kesehatan belum tentu membuat kondisi keuangan nasabah sepenuhnya aman dari risiko biaya medis. Perubahan kebutuhan kesehatan dan kondisi keluarga dapat membuat manfaat polis yang sebelumnya memadai menjadi tidak lagi cukup.
Allianz Indonesia mengingatkan pemegang polis agar tidak hanya berfokus pada kepemilikan asuransi, tetapi juga memastikan manfaat yang tersedia tetap relevan dengan kondisi terkini. Evaluasi polis secara berkala dinilai penting untuk mengantisipasi munculnya protection gap atau kesenjangan perlindungan.
Pasalnya, kebutuhan seseorang dapat berubah sepanjang waktu. Status pernikahan, jumlah anak dan tanggungan, perubahan pendapatan, hingga kondisi kesehatan dapat memengaruhi kebutuhan perlindungan. Polis yang dibeli saat masih lajang belum tentu mampu memberikan perlindungan optimal ketika nasabah telah berkeluarga.
“Memiliki asuransi kesehatan adalah bentuk komitmen jangka panjang, namun perlindungan yang efektif adalah perlindungan yang selalu relevan dengan fase kehidupan nasabah. Kebutuhan perlindungan seseorang tentu akan berkembang seiring perubahan usia, status keluarga, maupun kondisi finansial,” ujar Rina Triana, Head of Product Marketing & Development Allianz Life Syariah.
Menurut Rina, review polis tidak seharusnya baru dilakukan ketika nasabah hendak mengajukan klaim. Peninjauan secara berkala dapat membantu nasabah mengetahui apakah cakupan perlindungan masih sesuai sekaligus mengidentifikasi celah yang berpotensi muncul.
“Melakukan peninjauan polis secara berkala membantu nasabah memahami kembali cakupan, ketentuan, serta potensi gap perlindungan yang mungkin muncul, sehingga perlindungan yang dimiliki benar-benar dapat berfungsi secara optimal saat dibutuhkan,” katanya.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah besaran limit manfaat. Nasabah perlu mengecek kembali limit tahunan, fasilitas kamar, manfaat rawat inap dan rawat jalan, serta rider atau manfaat tambahan yang melekat pada polis.
Tidak kalah penting, pemegang polis perlu memahami ketentuan teknis yang kerap luput diperhatikan ketika membeli asuransi. Masa tunggu, pengecualian, pre-existing condition, limit per kejadian, serta mekanisme pengajuan klaim harus dipahami agar tidak menimbulkan persoalan ketika manfaat diperlukan.
Kelengkapan data polis juga perlu menjadi perhatian. Perubahan nomor kontak, alamat, rekening untuk pembayaran klaim, informasi tertanggung, maupun metode pembayaran premi sebaiknya segera diperbarui.
Di sisi lain, nasabah perlu menghitung kembali apakah manfaat yang dimiliki masih sejalan dengan kebutuhan biaya medis. Protection gap dapat terjadi karena limit manfaat terlalu rendah, adanya anggota keluarga baru yang belum masuk dalam perlindungan, atau munculnya kebutuhan kesehatan yang tidak tercakup dalam polis.
Langkah menutup celah perlindungan juga harus dilakukan dengan hati-hati. Keputusan mengganti polis lama dengan polis baru, misalnya, dapat membawa konsekuensi berupa masa tunggu kembali atau munculnya pengecualian baru.
Karena itu, periode perpanjangan polis menjadi momentum penting untuk berdiskusi dengan agen. Nasabah dapat mengevaluasi kebutuhan manfaat sekaligus mempertimbangkan skema seperti deductible, yaitu bagian biaya awal yang ditanggung nasabah sebelum manfaat asuransi berlaku.
Allianz menyebut deductible telah diterapkan secara global, antara lain di Singapura, Amerika Serikat, Swiss, dan Jerman. Skema tersebut dapat menjadi salah satu opsi bagi nasabah untuk menyesuaikan tingkat perlindungan dengan kemampuan finansial.
Pada akhirnya, polis asuransi tidak bersifat statis. Perlindungan perlu dievaluasi mengikuti perubahan kebutuhan nasabah agar manfaat yang dibayarkan melalui premi tetap memberikan fungsi perlindungan secara optimal.
“Asuransi kesehatan bukan sekadar produk yang dibeli satu kali untuk selamanya, melainkan proteksi yang harus beradaptasi dengan perjalanan hidup nasabah. Dengan melakukan review polis secara teratur dan berkonsultasi dengan agen terpercaya, nasabah dapat memastikan bahwa perlindungan yang dimiliki selalu siap menjadi jaring pengaman finansial yang tangguh di setiap fase kehidupan,” tutup Rina.