INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dan melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. Laba bersih perusahaan pada 2025 mencapai Rp99,3 miliar, sementara premi hingga paruh pertama 2026 tumbuh 53 persen secara tahunan.
Berdasarkan laporan keuangan 2025 yang telah diaudit sesuai PSAK 117, laba bersih Ciputra Life melonjak 95 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp51 miliar.
Sementara itu, laba komprehensif tercatat Rp122,3 miliar atau meningkat 126 persen dibandingkan Rp54,2 miliar pada 2024.
Pertumbuhan juga terlihat pada posisi keuangan perusahaan. Hingga akhir 2025, total aset Ciputra Life mencapai Rp1,3 triliun, sedangkan total investasi mencapai Rp1,1 triliun.
Adapun total ekuitas tercatat Rp312,3 miliar. Jika dibandingkan dengan akhir 2024, aset tumbuh 29 persen, investasi meningkat 30 persen, sementara ekuitas melonjak 64 persen.
Dari sisi solvabilitas, Risk Based Capital (RBC) Ciputra Life pada akhir 2025 berada di level 315 persen. Angka tersebut berada di atas batas minimum yang dipersyaratkan regulator.
Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, permodalan, dan pengelolaan risiko.
“Sepanjang 2025, Ciputra Life mencatatkan pertumbuhan laba, aset, investasi, dan ekuitas berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. Kami akan terus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan profitabilitas, kecukupan modal dan pengelolaan risiko secara prudent,” ujar Hengky dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).
Pertumbuhan bisnis Ciputra Life berlanjut pada Semester I 2026 di tengah tantangan kondisi ekonomi dan geopolitik global.
Berdasarkan laporan publikasi berkala perusahaan, premi Ciputra Life hingga Semester I 2026 mencapai Rp387,6 miliar. Nilai tersebut meningkat 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp253,2 miliar.
Hengky mengatakan, pertumbuhan premi tersebut terutama ditopang oleh bisnis Asuransi Jiwa Kredit (AJK) dan Corporate Solution.
Selain itu, peningkatan kerja sama dengan mitra bisnis, baik mitra eksisting maupun mitra baru, turut mendukung ekspansi bisnis perusahaan.
“Memasuki 2026, kami terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis kami dan melakukan pengembangan bisnis. Pertumbuhan premi pada Semester I 2026 menunjukkan hasil yang sangat positif dengan peningkatan sebesar 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Hengky.
Meski demikian, perusahaan tetap akan memperhatikan kualitas portofolio dan profitabilitas di tengah ekspansi bisnis.
Seiring dengan pertumbuhan bisnis, Ciputra Life juga mencatatkan peningkatan pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah.
Pada Semester I 2026, klaim dan manfaat yang dibayarkan perusahaan mencapai Rp107,1 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp56,7 miliar.
Hengky menegaskan bahwa pembayaran klaim menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan nasabah.
“Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis asuransi. Karena itu, selain menjaga kesehatan keuangan perusahaan, kami memastikan kewajiban kepada nasabah dipenuhi sesuai dengan ketentuan polis,” ujarnya.
Pada 2025, Ciputra Life juga menyelesaikan implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 tentang Kontrak Asuransi yang merupakan adopsi dari IFRS 17.
PSAK 117 mulai berlaku di Indonesia sejak 1 Januari 2025 dan membawa perubahan mendasar dalam pengukuran, pengakuan, serta penyajian kontrak asuransi.
Salah satu perubahan utama adalah premi yang diterima perusahaan asuransi tidak lagi secara langsung disajikan sebagai pendapatan. Pendapatan diakui seiring dengan jasa asuransi yang diberikan kepada nasabah.
Ciputra Life menyatakan penerapan PSAK 117 tidak mengubah ekonomi dasar maupun arus kas bisnis perusahaan, tetapi mengubah metode pengukuran serta waktu pengakuan laba dan ekuitas dalam laporan keuangan.
Laporan keuangan Ciputra Life 2025 telah diaudit dengan opini wajar tanpa modifikasian, disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan dipublikasikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Raih 16 Penghargaan
Sepanjang 2025, Ciputra Life juga meraih 16 penghargaan dari berbagai institusi independen.
Penghargaan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari kinerja perusahaan, strategi investasi, manajemen risiko, kualitas layanan, reputasi perusahaan hingga kepemimpinan manajemen.
Menurut Hengky, pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan, mitra bisnis, pemegang saham, regulator serta kepercayaan lebih dari 500.000 nasabah Ciputra Life,” tuturnya.