INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Bank Sembada terus memperkuat basis dana pihak ketiga (DPK) sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis di tengah tantangan ekonomi dan perlambatan penyaluran kredit. Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperkuat kedekatan dengan nasabah melalui program Tabungan STAR atau Sembada Tabungan Rejeki.
Komitmen tersebut tercermin dalam malam puncak pengundian Grand Prize STAR - Sembada Tabungan Rejeki yang digelar di Ballroom Hotel Merlynn Park, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Acara yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 300 tamu undangan, termasuk perwakilan regulator, insan perbankan, institusi pemerintah, serta nasabah Bank Sembada dari berbagai daerah.
Program Tabungan STAR telah berjalan sejak Februari 2025 dan hingga kini telah memasuki akhir Batch 1 dan Batch 2. Selama periode tersebut, Bank Sembada mengumpulkan lebih dari 130 ribu kupon undian aktif dari sekitar 80 nasabah yang mengikuti program.
Dalam pengundian kali ini, Bank Sembada menyediakan total 34 hadiah dengan nilai hampir Rp800 juta. Hadiah tersebut terdiri atas satu unit mobil Wuling Binguo EV sebagai hadiah utama, empat unit Honda Scoopy Prestige, lima unit smartphone Samsung Galaxy S25, serta 20 batang logam mulia yang terdiri dari 10 batang masing-masing seberat 1 gram dan 10 batang seberat 0,5 gram.
Direktur Utama Bank Sembada Sandibrata Simanjuntak mengatakan, Tabungan STAR sejak awal dirancang bukan hanya sebagai produk simpanan, tetapi juga sebagai sarana membangun hubungan jangka panjang antara bank dan nasabah.
"Perjalanan Tabungan STAR sejak peluncurannya pada Februari 2025 merupakan bukti nyata komitmen kami untuk tumbuh bersama nasabah. Antusiasme yang luar biasa dari seluruh anggota Komunitas STAR hingga terkumpulnya ratusan ribu kupon undian sepanjang Batch 1 dan Batch 2 sungguh luar biasa," ujar Sandibrata.
Menurut dia, program tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Bank Sembada untuk membangun komunitas melalui pertemuan rutin bulanan yang diisi dengan edukasi keuangan, diskusi bisnis, dan kegiatan silaturahmi.
Sandibrata mengatakan, keberhasilan dua batch awal menjadi pijakan bagi perseroan untuk melanjutkan program ke Batch 3. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada September 2026 dengan skala yang lebih besar.
"Ini adalah langkah awal karena kami akan menyelenggarakan Batch 3. Kalau sebelumnya satu mobil, di Batch 3 kami menyiapkan dua mobil. Target kami juga kami naikkan menjadi sekitar Rp30 miliar," katanya.
Dia menjelaskan, mekanisme Tabungan STAR mensyaratkan nasabah menempatkan saldo minimum Rp100 juta untuk memperoleh satu kupon undian. Semakin besar dana yang ditempatkan dengan kelipatan tersebut, semakin besar pula jumlah kupon yang diperoleh nasabah.
Melalui program Tabungan STAR, Bank Sembada mencatat penghimpunan dana sekitar Rp15 miliar. Dana tersebut ditempatkan selama periode program sehingga memberikan kontribusi terhadap penguatan sumber dana murah bank.
"Tabungan ini bagi bank merupakan upaya menghimpun dana dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan deposito. Namun, konversi dari suku bunganya kami berikan kembali dalam bentuk hadiah-hadiah yang lebih menarik dan mewah bagi nasabah," jelas Sandibrata.
Di sisi kinerja intermediasi, Bank Sembada menghadapi tantangan berupa perlambatan pertumbuhan kredit sepanjang 2026. Jika sebelumnya pertumbuhan kredit perseroan dapat mencapai sekitar 20%-25%, pada tahun ini pertumbuhannya berada di kisaran 8%-9%.
Pada semester I 2026, penyaluran kredit Bank Sembada tercatat sekitar Rp145 miliar, sementara target hingga akhir tahun dipatok sekitar Rp190 miliar. Angka tersebut masih meningkat dibandingkan posisi sekitar Rp124 miliar pada 2025.
Sandibrata mengatakan perlambatan tersebut tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang membuat pelaku usaha, khususnya UMKM, lebih berhati-hati dalam mengambil pembiayaan.
"Memang kondisi ekonomi saat ini membuat UMKM maupun pelaku usaha lebih berhati-hati dalam melakukan pembiayaan melalui bank. Karena itu, kami juga harus selektif dalam menyalurkan kredit," ujarnya.
Bank Sembada juga mulai mengurangi eksposur terhadap sejumlah sektor yang dinilai lebih berisiko, seperti konstruksi dan pengembang properti komersial. Sebaliknya, perseroan mendorong penyaluran kredit ke sektor jasa dan perdagangan.
Dari sisi harga kredit, Bank Sembada menawarkan suku bunga sekitar 13%-16% efektif. Menurut Sandibrata, tingkat tersebut relatif kompetitif dibandingkan rata-rata bunga kredit BPR yang dapat berada di kisaran 18% hingga lebih dari 24% efektif.
Meski pertumbuhan kredit melambat, kualitas aset masih menjadi perhatian utama perseroan. Sandibrata menyebut rasio non-performing loan (NPL) Bank Sembada masih berada di bawah 2%, dengan posisi sekitar 1,6%.
Untuk menjaga kualitas kredit, Bank Sembada memilih pendekatan yang lebih proaktif terhadap debitur yang mulai mengalami kesulitan pembayaran. Perseroan tidak semata-mata mengandalkan penagihan, tetapi melakukan evaluasi terhadap kemampuan dan kondisi keuangan debitur.
"Prinsip saya, sebelum ibaratnya kebakaran, ketika kita melihat ada asap, kita sudah mulai merespons. Respons kita tidak boleh reaktif dan negatif. Kita harus mendatangi nasabah untuk mencari apa yang menjadi solusi," kata Sandibrata.
Langkah penyelesaian dapat dilakukan melalui restrukturisasi, perpanjangan tenor, penjadwalan kembali pembayaran, hingga penyesuaian beban bunga bagi debitur yang benar-benar mengalami kesulitan namun masih memiliki itikad baik.
"Intinya, banyak nasabah mungkin dari sisi kemampuan tidak punya, tetapi kami lebih mengapresiasi kemauan. Sepanjang ada kemauan dan itikad baik, kami bantu," ujarnya.
Di tengah perlambatan kredit, Bank Sembada juga mencatat pertumbuhan DPK yang lebih kuat. Pada semester I 2026, DPK perseroan berada di kisaran Rp130 miliar dan kini telah mendekati Rp160 miliar. Hingga akhir tahun, Bank Sembada menargetkan DPK dapat mencapai sekitar Rp200 miliar.
Untuk memperkuat sumber pendapatan sekaligus memperluas pilihan produk bagi nasabah, perseroan juga mulai mengembangkan sejumlah layanan baru. Salah satunya adalah produk cicilan emas yang baru diluncurkan.
Melalui produk tersebut, nasabah dapat memiliki emas dengan mekanisme cicilan sekaligus menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. Bank Sembada menawarkan skema dengan kisaran bunga sekitar 3%-5% per tahun, dengan penyesuaian biaya administrasi dan provisi.
"Kami ingin mengajak nasabah untuk belajar menabung melalui cicilan emas. Kami melihat potensi emas cukup baik dan ingin memberikan alternatif kepada masyarakat untuk membangun kebiasaan menabung melalui aset tersebut," tutur Sandibrata.
Selain cicilan emas, Bank Sembada mengandalkan layanan safe deposit box yang menjadi salah satu produk unggulan perseroan. Saat ini terdapat sekitar 650 safe deposit box dengan tarif sewa mulai Rp340.000 hingga Rp800.000 per tahun, tergantung ukuran.
Bank Sembada juga menyediakan fasilitas private lounge dan meeting room yang dapat digunakan nasabah untuk bertemu klien maupun calon mitra bisnis. Fasilitas tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya bank membangun hubungan yang lebih erat dengan nasabah dan mendorong aktivitas transaksi.
Sementara dari sisi digitalisasi, perseroan tengah memperluas layanan transaksional melalui payment point online banking, mini ATM, serta pengembangan mobile banking. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kontribusi pendapatan berbasis transaksi atau fee based income di masa mendatang.
Sandibrata menilai transformasi tersebut penting karena bisnis BPR tidak lagi cukup hanya bertumpu pada pendapatan bunga kredit.
"Kami berharap pengembangan layanan transaksional dan digitalisasi ini dapat menghasilkan fee based income yang semakin besar dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan pendapatan Bank Sembada ke depan," katanya.
Dari sisi kinerja, Bank Sembada juga mencatat pertumbuhan aset sekitar 40% dari 2024 ke 2025. Perseroan menargetkan pertumbuhan aset kembali berada di kisaran 30%-40% pada 2026.
Kinerja tersebut turut mengantarkan Bank Sembada meraih penghargaan dari The Finance dan Infobank selama dua tahun berturut-turut dengan predikat sangat baik. Penilaian tersebut antara lain mempertimbangkan pertumbuhan aset, kredit, DPK, serta tingkat kesehatan bank.
Dengan berbagai strategi tersebut, Bank Sembada berharap dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi bisnis di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
"Harapan kami, sinergi ini terus terjalin erat. Kami ingin tumbuh bersama nasabah dan memberikan solusi yang bukan hanya menguntungkan bank, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkas Sandibrata.