INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  diperkirakan  berpeluang melanjutkan koreksi wajar menguji MA5 dengan range pergerakan 6330-6385.

Advertisement

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang dapat dicermati diantaranya BBNI, BRPT, ERAA, SMBR, SMSM, BBTN.

Secara teknikal pergerakan IHSG terkonsolidasi tepat setelah menyentuh level resistance FR dan Upper bollinger bands. Indikasi melanjutkan koreksi jika IHSG break out level 6370 pada perdagangan selanjutnya. Momentum pergerakan IHSG cukup tinggi berada dekat area overbought," kata dia di Jakarta, Rabu (11/1/2018).

Advertisement

IHSG (-0.19%) kemarin, ditutup terkoreksi 12.26 poin kelevel 6373.14 dengan sektor Aneka Industri (-1.22%) dan Infrastruktur (-0.89%) menjadi penekan pergerakan sedangkan Sektor komoditas menjadi penahan aksi jual yakni sektor pertambangan (+0.63%) dan Pertanian (+0.61%) disaat harga komoditas masih melayang seiring penguatan harga minyak dunia.

Aksi beli investor asing masih terlihat cukup optimis dengan net buy 571.02 Miliar rupiah dengan saham BBCA yang menjadi top value investor asing.

Advertisement

Bursa saham di Eropa dibuka menguat dengan Indeks Euroxotxx (+0.28%), FTSE (+0.33%) dan DAX (+0.20%) mengikuti pergerakan pasar saham global karena investor berspekulasi pada hasil kinerja keuangan di earning season. Data sentimen yang menjadi fokus investor diantaranya CPI, PPI dan tingkat pinjaman di Tiongkok.

 
Mayoritas indek di Asia ditutup menguat dengan Indeks Nikkei (+0.57%), Topix (+0.48%), Hangseng (+0.36%), dan Shanghai (+0.70%) menguat sedangkan Indeks KOSPI (-0.12%) dan IHSG (-0.19%) ditutup turun. Bank of Jepang mengurangi pembelian obligasi membuat tertahannya penguatan ekuitas hingga mendorong penguatan nilai tukar Yen.

Advertisement