Highlights

  • Saham JELI (INACO) kembali anjlok 7,6% pada sesi 1 perdagangan 24 Juli 2026
  • Penurunan terjadi setelah masa pemantauan Unusual Market Activity (UMA) berakhir
  • Saham sudah kehilangan 26% year-to-date pasca-IPO
  • Produsen Nata de Coco dan jeli merek INACO ini terus tertekan sejak listing
  • Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya memantau pergerakan saham JELI

Daftar Isi

JELI Anjlok Lagi 7,6% Hari Ini

Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) kembali mengalami penurunan tajam pada perdagangan hari ini, Rabu 24 Juli 2026. Berdasarkan data perdagangan sesi 1, saham produsen merek INACO ini tercatat anjlok 7,6%.

Penurunan ini terjadi tepat setelah berakhirnya masa pemantauan Unusual Market Activity (UMA) yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan penurunan hari ini, saham JELI semakin menjauh dari harga pencatatannya dan terus merosot dari level tertingginya.

Data Pergerakan Harga JELI:

  • Harga IPO: Rp900 - Rp1.120
  • Harga tertinggi pasca-IPO: 1.755
  • Harga sebelum UMA: sekitar 715
  • Harga hari ini (24 Juli 2026): 665
  • Penurunan hari ini: -7,6%
  • Penurunan year-to-date: -26,11%

Profil Perusahaan JELI

PT Niramas Utama Tbk atau yang dikenal dengan merek INACO adalah produsen makanan dan minuman yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 1990. Perusahaan ini dikenal luas sebagai produsen:

  • Nata de Coco — produk unggulan yang sudah menjadi bagian dapur keluarga Indonesia
  • Jeli Mini — camilan populer di kalangan anak-anak dan remaja
  • Jelly Drink — minuman jeli dalam kemasan

Perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham JELI pada 7 Juli 2026. Saham ini termasuk dalam kategori:

  • Sektor: Makanan & Minuman
  • Kategori Syariah: Ya
  • Indeks: IDX DBX

Perjalanan Saham Sejak IPO

JELI melakukan Initial Public Offering (IPO) dengan detail sebagai berikut:

  • Tanggal Listing: 7 Juli 2026
  • Harga IPO: Rp900 - Rp1.120 per saham
  • Saham yang Ditawarkan: 350 juta saham baru
  • Porsi IPO: 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor
  • Target Dana: Rp392 miliar

Setelah listing, saham JELI sempat mengalami kenaikan signifikan dan mencapai harga tertinggi di level 1.755. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Dalam waktu kurang dari 3 minggu, saham sudah kehilangan 26% nilainya year-to-date.

Pemantauan UMA dan Dampaknya

Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya menetapkan saham JELI dalam daftar pemantauan Unusual Market Activity (UMA) karena penurunan harga yang di luar kebiasaan. Pemantauan ini dilakukan untuk melindungi investor dari potensi manipulasi pasar.

Kronologi:

  • Saham JELI mengalami penurunan tajam pasca-IPO
  • BEI menetapkan UMA untuk memantau pergerakan saham
  • Setelah masa pemantauan UMA berakhir, saham kembali merosot
  • Pada sesi 1 perdagangan 24 Juli 2026, saham anjlok 7,6%

Fakta bahwa saham terus turun bahkan setelah berakhirnya pemantauan UMA menunjukkan bahwa tekanan jual masih sangat kuat. Banyak investor yang terjebak di harga tinggi kini berusaha keluar dari posisi mereka.

Kinerja Keuangan Perusahaan

Meskipun sahamnya anjlok, kinerja keuangan JELI menunjukkan sinyal yang beragam:

Pencapaian 2025:

  • Laba bersih tumbuh +235%
  • Pendapatan cenderung menurun
  • Efisiensi operasional berhasil ditingkatkan

Target 2026:

  • Perusahaan targetkan kinerja lebih tinggi
  • Siapkan kebijakan dividen hingga 30% dari laba bersih
  • Potensi dividen sekitar Rp9,25 per saham

Valuasi Saat Ini:

  • Harga saham: 665 (di bawah harga IPO)
  • Price to Earnings Ratio (PER): sekitar 41,4 kali (pada harga Rp1.275)
  • Dividend yield: sekitar 0,73%

Analisis dan Prospek ke Depan

Faktor Negatif:

  • Tekanan jual masih sangat kuat pasca berakhirnya UMA
  • Banyak investor yang terjebak di harga tinggi ingin keluar
  • Kepercayaan investor terhadap saham IPO baru menurun
  • Porsi free float yang besar (25,93%) memudahkan aksi jual

Faktor Positif:

  • Merek INACO sudah dikenal luas di Indonesia selama 30+ tahun
  • Laba tumbuh signifikan meski pendapatan turun
  • Produk makanan dan minuman adalah kebutuhan pokok
  • Harga saat ini sudah jauh di bawah harga IPO
  • Status syariah menarik bagi investor muslim

Rekomendasi untuk Investor:

  • Tunggu stabilisasi harga sebelum masuk
  • Perhatikan laporan keuangan kuartalan berikutnya
  • Jangan terburu-buru melakukan average down
  • Tetapkan batas kerugian (cut loss) yang jelas
  • Konsultasikan dengan profesional keuangan

Key Takeaways

  • JELI anjlok 7,6% hari ini setelah berakhirnya pemantauan UMA
  • Total penurunan year-to-date mencapai 26%
  • Tekanan jual masih kuat meski fundamental perusahaan cukup baik
  • Harga saat ini sudah di bawah harga IPO
  • Investor perlu berhati-hati dan menunggu stabilisasi

FAQ

Pertanyaan Umum (FAQ)


Apa itu UMA (Unusual Market Activity)?+

UMA adalah status pemantauan yang diberikan Bursa Efek Indonesia (BEI) ketika terjadi pergerakan harga atau volume perdagangan yang di luar kebiasaan pada suatu saham. Tujuannya adalah melindungi investor dari potensi manipulasi pasar.

Mengapa saham JELI terus turun setelah UMA berakhir?+

Penurunan setelah UMA berakhir menunjukkan bahwa tekanan jual masih sangat kuat. Banyak investor yang terjebak di harga tinggi berusaha keluar posisi. Selain itu, porsi free float yang besar (25,93%) memudahkan aksi jual besar-besaran.

Berapa total penurunan saham JELI dari harga tertinggi?+

Dari awal tahun, saham JELI sudah turun 26% dari level sekitar 900 ke level 665. Penurunan ini terjadi dalam waktu kurang dari 3 minggu sejak listing pada 7 Juli 2026.

Apakah INACO adalah perusahaan yang buruk?+

Tidak. INACO adalah merek yang sudah dikenal selama 30+ tahun dengan produk yang sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat Indonesia. Kinerja keuangan menunjukkan pertumbuhan laba +235% di 2025. Penurunan saham lebih disebabkan oleh faktor pasar dan profit taking, bukan fundamental perusahaan.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Segala bentuk kerugian yang timbul dari keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi investor. Bukan ajakan jual beli.