Medina Meluncurkan Houseware Halal Pertama di Indonesia

Oleh : Nina Karlita | Sabtu, 21 Oktober 2017 - 12:40 WIB

Dewi Hendrati selaku GM Marketing Communication Medina (Foto Nina)
Dewi Hendrati selaku GM Marketing Communication Medina (Foto Nina)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-  lndonesia International Halal Expo (INHALEC) 2017 merupakan event internasional yang mengekspos dan membahas 10 sektor industri halal diselenggarakan oleh Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). 

Acara yang digelar mulai tanggal 19-21 Oktober 2017 ini diadakan di Balai Kartini, Jakarta. 

Acara yang dihadirkan sangat beragam mulai dari international conferences yang dihadiri oleh kementerian hingga pembicara internasional yang merupakan pemerhati industri halal dunia termasuk juga adanya stan yang menyediakan beragam produk halal. Mulai dari makanan, pakaian, hingga wadah makan dengan sertifikat halal MUI pertama di Indonesia, Medina. 

Medina meluncurkan houseware halal pertama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia terkait dengan gaya hidup sehat dan halal. 

Menurut data Euro Monitor, kami memproyeksikan berdasarkan pertumbuhan rata-rata (CAGR) di Indonesia, pasar produk plastik rumah tangga terus mengalami peningkatan hingga tahun 2018 mendatang. 

Pertumbuhan market size untuk kategori pembelian produk food storage sebesar 12,1% dari tahun 2011-2016. Hal itu merupakan peluang besar untuk produsen kategori di atas untuk bersaing dengan pasar. Dengan mengusung konsep produk peralatan rumah tangga halal pertama di Indonesia, Medina menargetkan untuk dapat meraih 15% market share houseware dalam 5 tahun mendatang. 

Di satu sisi, Dewi Hendrati selaku GM Marketing Communication Medina menambahkan, ”Mayoritas penduduk Indonesia yang Muslim, menjadikan halal sebagai gaya hidup yang terus berkembang. Gaya hidup halal yang diterapkan tidak hanya untuk konsumsi makanan dan minuman semata, namun sampai pada produk rumah tangga. Produk Medina secara resmi telah tersertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan akan terus konsisten menjaga kehalalan produk dari hulu hingga hilir.” 

Berdasarkan data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jumlah produk yang beredar di masyarakat sebanyak 194.776. Namun, hanya setengahnya yang telah memiliki sertifikasi halal dari MUl dalam masa berlaku tahun 2013-2015. Jumlah produk bersertifikat halal tersebut ada sebanyak 98.543 atau memiliki persentase sebesar 50,6%. 

“Melihat data tersebut, tentu merupakan sebuah ironi jika Indonesia, salah satu negara dengan pemeluk Muslim terbesar di dunia belum mendapatkan banyak variasi produk yang halal. Apalagi jika produk tersebut berhubungan dengan makanan yang hendak dikonsumsi," tambah Dewi di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017). 

Adapun sertifikat Halal MUI yang kita miliki pada produk Medina adalah untuk menjamin keamanan serta kenyamanan konsumen akan produk houseware. Halal dari Hulu hingga Hilir menjadi basis dalam pengembangan produk Medina, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi yang tidak terkontaminasi material non halal seperti alkohol, najis dan hewan yang tidak diperbolehkan dalam memenuhi syarat halal dari MUI. Termasuk juga dalam desain aplikasi produk adalah konsen utama Medina. 

Untuk menjamin kehalalan produk, pabrik Medina sudah memiliki Sertifikat Jaminan Halal (SJH) dengan nilai A yang merujuk pada kualitas implementasi sistem pabrik (fasilitas produksi). “Pabrik kami sangat menjaga kriteria-kriteria halal yang ditetapkan MUI. Misalnya dengan selektif memilih bahan baku serta mengawasi proses manajerial dan operasional pabrik menurut berbagai syarat yang ditetapkan MUI," jelas Dewi. 

Di kesempatan yang sama, Dewi juga menambahkan bahwa selain Halal, kualitas produk Medina juga merupakan hal yang diutamakan. Oleh karena itu, produk Medina tidak hanya Halal, namun juga memiliki kualitas produk houseware premium. 

Pada tahap awal, Medina meluncurkan 19 jenis produk, Beverage Ware dan Dinner Ware sebagai produk unggulannya. 

”Selain halal, produk Medina juga dijamin dengan garansi seumur hidup (lifetime warranty) serta kualitas food grade FDA Material Approve yang aman bagi konsumen. Untuk memberikan kemudahan kepada konsumen dalam mendapatkan produk Medina, kami menunjuk Dusdusan.com sebagai sole distributor kami dimana sistem pembelian dilakukan secara online," tambahnya. 

Selain menjual produk houseware Halal, Medina juga memiliki tujuan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui forum yang dapat menginspirasi. Melalui forum "Medina lnspirative Talk", Medina telah melakukan talkshow yang bekerja sama dengan berbagai komunitas wanita di 35 kota di Indonesia menyusul hingga pada 65 titik di seluruh Indonesia. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong wanita, khususnya ibu rumah tangga, untuk dapat bewirausaha serta mengaplikasikan nilai-nilai halal pada kehidupan sehari-hari. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 KuCoin, Bursa Kripto Global, Merangkul Tokoin, Proyek Blockchain #1 di Indonesia, untuk Mengedepankan Revolusi Industri 4.0 bagi Bangsa

Minggu, 08 Desember 2019 - 13:58 WIB

Tokoin Kini Dipercaya Oleh Kucoin untuk Ikut Membangun Komunitas Kucoin di Indonesia

Jakarta-Setelah sukses melakukan proses penjualan token melalui program Spotlight milik platform bursa kripto KuCoin, Tokoin kini dipercaya oleh KuCoin untuk ikut membangun komunitas KuCoin…

Sambut HUT KPR BTN ke 43, Perseroan akan meningkatkan peran lebih besar dalam mendukung program rumah bagi rakyat sekaligus bersiap untuk berfokus dalam membidik segmen generasi milenial

Minggu, 08 Desember 2019 - 13:37 WIB

BTN Telah Salurkan KPR Rp300 Triliun Untuk Biayai 5 Juta Masyarakat Indonesia

Jakarta-Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 43 yang jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Semarang - Keberadaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB - KUMKM) masih sangat diperlukan untuk pengembangan KUMKM dan masih efektif.

Minggu, 08 Desember 2019 - 13:19 WIB

Hasil Kajian UKM Center UI: Keberadaan LPDB-KUMKM Masih Sangat Diperlukan

Semarang - Keberadaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB - KUMKM) masih sangat diperlukan untuk pengembangan KUMKM dan masih efektif.

Masyarakat Bone yang tersebar di seluruh Indonesia mendeklarasikan pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Bone Raya (FK-MBR) di Jakarta, pekan lalu Sabtu (30/11/2019).

Minggu, 08 Desember 2019 - 13:07 WIB

Diaspora Bone Sepakat Nurdin Halid Jadi Ketum Forum Komunikasi Masyarakat Bone Raya

Jakarta – Masyarakat Bone yang tersebar di seluruh Indonesia mendeklarasikan pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Bone Raya (FK-MBR) di Jakarta, pekan lalu Sabtu (30/11/2019). Salah satu…

Didi Kempot Sebagai Brand Ambassador Shopee

Minggu, 08 Desember 2019 - 13:00 WIB

Didi Kempot Sebagai Brand Ambassador Shopee

Shopee, platform e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan mengumumkan kolaborasi dengan Didi Kempot sebagai brand ambassador terbaru bersamaan dengan kemeriahan Shopee 12.12 Birthday…