Pupuk Indonesia Desak Pemerintah Turunkan Harga Gas

Oleh : Ridwan | Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:02 WIB

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Energi (PI-Energi) Tentaminarto Tri Februartono berjabat tangan dengan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat dalam acara syukuran Hari Ulang Tahun ke-3 PI-Energi di kantor pusat PI-Energi, Jakarta
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Energi (PI-Energi) Tentaminarto Tri Februartono berjabat tangan dengan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat dalam acara syukuran Hari Ulang Tahun ke-3 PI-Energi di kantor pusat PI-Energi, Jakarta

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Holding Pupuk Indonesia meminta pemerintah menurunkan harga gas bagi industri pupuk nasional pada kisaran 3 dolar AS per dolar AS per million British Thermal Units (MMBTU) agar mendekati harga gas internasional.

"Saat ini harga gas masih relatif tinggi pada kisaran 6,2 - 6,3 dolar AS per MMBTU. Ini sangat memberatkan ongkos produksi pabrik pupuk," kata Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat, di sela bincang santai dengan awak media di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (16/10/2017)

Menurut Aas, harga pupuk di sejumlah negara berkisar 1-3 dolar AS per MMBTU, dengan harga internasional saat ini berkisar 200 dolar AS per ton.

"Produsen pupuk di luar negeri tidak membuat mereka rugi jika harga pupuk turun, namun bagi Pupuk Indonesia sangat berat karena biaya operasi yang masih tinggi akibat belum turunya harga gas," ujarnya.

Untuk itu, kata Aas, Pupuk Indonesia akan sulit bersaing apalagi sejumlah pabrik pupuk miliknya sudah berusia tua.

"Gas itu 70 persen komponen dalam struktur biaya, kalau gas tinggi biaya subsidi juga akan tinggi," tegasnya.

Meski mengusulkan penurunan harga gas, namun Aas mengaku pihaknya terus berupaya untuk mengoperasikan pabrik sebaik-baiknya agar lebih efisien.

"Kita mengusahakan pabrik bisa berproduksi sesuai kapasitas terpasang, termasuk mengganti bahan bakar pabrik dari gas ke batubara," ujarnya.

Ia menambahkan Pupuk Indonesia juga melakukan revitalisasi pabrik yang sudah tua seperti di Pupuk Kalimantan dan Kujang maupun membangun pabrik baru dengan teknologi yang penggunaan energi lebih efisien.

Sementara itu Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro mengatakan dari 14 pabrik Pupuk Indonesia, 10 pabrik diantaranya mendapat pasokan gas dari Pertamina dan 4 pabrik dipasok perusahaan gas swasta.

"Dengan harga gas seperti saat ini (sekitar 6 dolar AS per MMBTU), tidak ekonomis. Gas itu 'take or pay' dimana dalam kontraknya digunakan atau tidak harus dibayar yang kontraknya rata-rata berakhir pada 2017," ujar Wahyu.

Pupuk Indonesia pada 2017 total produksi mencapai 11,2 juta ton, terdiri atas pupuk urea sekitar 7 juta ton, NPK 3 juta ton, ZA 790.000 ton.(Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Kamis, 26 Mei 2022 - 18:00 WIB

Ketua MPR RI Hadiri Pernikahan Ketua MK dengan Idayati

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo turut bahagia atas kelancaran prosesi pernikahan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dengan adik kandung Presiden…

Presiden Jokowi

Kamis, 26 Mei 2022 - 17:19 WIB

Pandemi Melandai, Presiden Jokowi Harap Aktivitas Seni dan Budaya Bangkit

Presiden Joko Widodo berharap melandainya pandemi menjadi momentum aktivitas seni dan budaya untuk bangkit kembali setelah terhenti selama dua tahun. Pernyataan ini disampaikan Presiden setelah…

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Anindya Bakrie saat berfoto bersama Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:30 WIB

Bertemu Menteri Investasi Inggris, Bahlil Pastikan Kerja Sama RI-Inggris Bakal Diteken pada KTT G20 di Bali

Di sela kunjungan kerjanya ke Davos, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone kemarin siang (25/5)…

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H. Maming

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:00 WIB

Ini Kontribusi 50 Tahun HIPMI untuk Indonesia Menuju Era Keemasan

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sedang menuju era keemasan yang tahun ini akan menginjak usia 50 tahun. Anggota HIPMI di seluruh Indonesia akan tetap berjuang untuk membangun ekonomi…

Mentan SYL menyaksikan Porang yang akan diolah

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:52 WIB

Kementan Dukung Investor Bangun Pabrik Olahan Porang Skala Besar di Lombok Barat

Pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen mulai dibangun di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.