Sukses Sektor Wisata, Nihi Sumba Island Raih Gelar Hotel Terbaik Dunia 2017

Oleh : Chodijah Febriyani | Rabu, 12 Juli 2017 - 13:49 WIB

Nihi Sumba Island Raih Gelar Hotel Terbaik Dunia 2017 (Foto Dije)
Nihi Sumba Island Raih Gelar Hotel Terbaik Dunia 2017 (Foto Dije)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pariwisata Indonesia semakin bangga, Nihi Sumba Island Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikenal dengan Nihiwatu sebagai hotel terbaik di dunia (World's Best Awards) 2017 oleh majalah Travel + Leisure.

Pengumuman kemenangan sebagai hotel terbaik dunia diterima oleh Nihi Sumba Island, Nusa Tenggaran Timur (NTT) diterima secara resmi pada hari, Selasa (11/7/2017).

Atas penghargaan yang diraih Nihi Sumba Island, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, "Nihi menjadi hotel terbaik di dunia, pemilihan penggahargaan ini bukan berdasarkan voting, tetapi berdasarkan survey, bahwa Nihi Sumba Island memiliki budaya dan alam yang semamin dilestarikan dan akan mensejahteakan masyarakat Sumba," ujar Menpar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (13/7/2017)

Selain itu, yang ada di Nihi Sumba Island ini ada eco tourism dan lifestyle, selamat dan dapat membanggakan sekali untuk Indonesia, Sambung Arief dalam paparannya. 

"93 persen karyawan di sana adalah karyawan lokal, Nihi sudah konsen pada pendidikan dan kesehatan juga. Kemenangan itu direncanakan, Nihi sudah merencanakannya dan kemenangannya secara konsisten," lanjut Menpar. 

Penghargaan internasional akan memberikan dampak  pada formula 3C yakni confidence, credibility, calibration. 

Nihi Sumba Island yang berhasil memperoleh penghargaan bergengsi internasional sebagai World’s Best Awards (Hotel in The World) secara berturut-turut  pada 2016 dan 2017.

"Oh ternyata Indonesia bisa membangun hotel terbaik di Indonesia, jadi kita tidak sembarang destinasi. Kita juga mampu jadi yang terbaik di dunia, yang paling penting itu kemenangan yang direncanakan," ungkap Arief. 

Selain itu menurut Managing Partner Nihiwatu, James McBride, mengatakan bahwa ini sudah menjadi tahun kedua berturut-turut Nihi Sumba Island sebagai hotel nomor satu di dunia. 

Terpilihnya Nihi Sumba Island sebagai hotel terbaik di dubia dan menjadi destinasi favorit bagi para traveller, Nihi juga menampilkan keindahan yang mutlak dipadukan dengan unsur budaya lokal yang menambah keasrian dari Nihi Suma Island.

"Segala keindahannya yang dikenal di dunia dan mari kita lestarikan dengan senang hati," pungkasnya, James McBride

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani sedang membasmi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Senin, 23 September 2019 - 19:43 WIB

Amankan Produksi, Kementan Buat Strategi Pengelolaan OPT

Karawang - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengamankan produksi tanaman dari serangan organisme penganggu tanaman (OPT) yang terintegrasi secara menyeluruh sejak hulu sampai…

Intiland Gandeng Mediapura Hadirkan Layanan Apartemen Sewa di Aeropolis

Senin, 23 September 2019 - 15:17 WIB

Intiland Gandeng Mediapura Hadirkan Layanan Apartemen Sewa di Aeropolis

Kerjasama ini meliputi jasa dan layanan pengelolaan dan penyewaan unit-unit apartemen Aeropolis yang berlokasi di dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Alat mesin pertanian yang diberikan Kementan

Senin, 23 September 2019 - 15:12 WIB

Kementan Minta Petani Olah Lahan Dengan Mekanisasi dan Teknologi

Pekanbaru - Pakar Khusus Modernisasi Pertanian dari IPB yang juga Tenaga Ahli Menteri, Kementerian Pertanian, Dr. Sam Herodian mengunjungi kampung Desa Eko Wisata di Kecamatan Palas, Kota Pekanbaru,…

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyanto

Senin, 23 September 2019 - 14:20 WIB

Tingkatkan Layanan Digital, Pegadaian Siapkan Anggaran Capai Rp700 Miliar

PT Pegadaian (Persero) terus meningkatkan sinergi dengan berbagai perusahaan baik BUMN maupun non-BUMN serta komunitas dan asosiasi masyarakat.

ahli gigi (foto ilustrasi)

Senin, 23 September 2019 - 12:01 WIB

Tukang Gigi Se-Indonesia Tolak RUU KUHP

Jakarta - Penolakan terhadap draft RUU KUHP tidak hanya berasal dari kalangan akademisi dan kelompok masyarakat sipil, namun kalangan tukang gigi juga turut menolak draft perubahan peraturan…