BPS: Kunjungan Wisman ke Bali Naik 23,66 Persen

Oleh : Chodijah Febriyani | Selasa, 04 Juli 2017 - 08:54 WIB

Barack-Michele Obama Berlibur di Bali (Foto Ist)
Barack-Michele Obama Berlibur di Bali (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Denpasar- Pulau Bali menerima kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 2,3 juta orang selama lima bulan periode Januari-Mei 2017 atau naik 23,66 persen dibandingkan periode sama 2016 yang tercatat 1,86 juta orang.

"Pelancong dari berbagai negara di belahan dunia itu datang melalui Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya sebanyak 2,28 juta orang dan hanya 23.424 orang yang datang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho kepada awk mesia di Denpasar, Selasa (4/7/2017)

Pulau Dewata selama 2017 menargetkan kunjungan 5,5 juta wisman atau meningkat dibandingkan realisasi 2016 sebanyak 4,2 juta.

Adi menambahkan khusus untuk Mei 2017 kunjungan wisman ke Pulau Dewata sebanyak 489.376 orang yang terdiri atas melalui Bandara Ngurah Rai 486.207 orang dan pelabuhan laut 3.169 orang.

Wisman yang ke Bali pada Mei itu naik sebesar 24,03 persen dibandingkan dengan bulan yang sama 2016. Sedangkan dibandingkan dengan April 2017 (bulan sebelumnya) mengalami peningkatan sebesar 2,49 persen.

Adi menjelaskan dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali, delapan negara di antaranya mengalami peningkatan signifikan dan dua negara mengalami penurunan.

Kedelapan negara yang penduduknya semakin bergairah ke Bali yakni Tiongkok yang menempati peringkat teratas melonjak 59,61 persen dari 386.096 orang periode Januari-Mei 2016 menjadi 616.233 orang pada periode yang sama 2017.

Menyusul wisatawan Australia yang menempati peringkat kedua naik 1,41 persen dari 430.324 orang menjadi 436.374 orang dan India naik 32,37 persen dari 74.151 orang menjadi 98.153 orang.

Selain itu wisatawan Inggris naik 12,13 persen dari 80.550 orang menjadi 90.322 orang, Amerika Serikat naik 16,15 persen dari 68.567 orang menjadi 79.639 orang, Korea Selatan bertambah 18,87 persen dari 58.960 orang menjadi 70.083 orang, Taiwan naik 15,28 persen dari 52.075 orang menjadi 60.030 orang, Jerman naik 13,33 persen dari 51.741 persen menjadi 58.636 orang.

Sedangkan dua negara lainnya yang masyarakatnya berkurang ke Bali meliputi Jepang merosot 0,24 persen dari 91.297 orang selama periode Januari-Mei 2016 menjadi 91.076 orang pada periode yang sama tahun 2017.

Demikian pula wisatawan Malaysia merosot 10,88 persen dari 75.735 orang menjadi 67.492 orang, ujar Adi Nugroho.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Obat Kloroquin (foto - Antara)

Minggu, 05 April 2020 - 12:41 WIB

dr. Siti Nadia Tirmizi: Bukan Obati Malaria, Klorokuin adalah Obat Covid-19

Klorokuin saat ini dijadikan sebagai obat Covid-19. Beredar di masyarakat bahwa klorokuin merupakan obat malaria yang masih digunakan. Padahal, Klorokuin tersebut sudah tidak lagi digunakan…

Sony Heru Priyanto, Peneliti President University

Minggu, 05 April 2020 - 12:25 WIB

Meningkatkan Kegiatan CSR di Masa Wabah Covid-19

CSR adalah bagian tak terpisahkan dari perusahaan apakah perusahaan itu untung atau tidak. Ketika perusahaan berdiri, wajib hukumnya untuk menyelenggarakan CSR sebagai bentuk tanggung jawabnya.…

Ilustrasi kredit perbankan

Minggu, 05 April 2020 - 12:18 WIB

Kena Corona Kredit ke Hotel dan Restoran Melambat

Adanya wabah Corona memukul semua sektor bisnis tanpa terkecuali sektor pariwisata. Perdagangan Hotel, restoran (PHR) turut merasakan dampaknya. Penyaluran kredit ke sektor ini juga melambat.

Ilustrasi Perbankan Syariah (Republika.co.id)

Minggu, 05 April 2020 - 12:05 WIB

Catat, Ini 11 Bidang Usaha yang Diizinkan Tetap Beroperasi Selama PSBB

Pemerintah melalui Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam…

Alodokter

Minggu, 05 April 2020 - 11:46 WIB

Alodokter Pilih TikTok untuk Sajikan Informasi yang Kredibel

Di tengah pandemi global virus corona (COVID-19), TikTok, platform video singkat terkemuka di dunia, menggandeng beberapa mitra dan kreator untuk membantu mengedukasi berbagai hal mengenai COVID-19,…