Kontrol Pemerintah terhadap Industri Rokok Dinilai Kurang

Oleh : Herry Barus | Rabu, 07 Desember 2016 - 04:28 WIB

Petani Tembakau (ist)
Petani Tembakau (ist)

INDUSTRY.co.id - Peredaran rokok di Indonesia dinilai masih mudah dan murah karena kontrol pemerintah terhadap industri rokok masih kurang, kata Wakil Direktur Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Dianita Sugiyo.

"Kebijakan pemerintah terhadap peredaran rokok di Indonesia masih kurang dibanding negara lain seperti Brazil dan Filipina. Padahal, rokok memiliki dampak negatif bagi para pecandunya pada jangka panjang," katanya di Yogyakarta, Selasa (6/12).

Pada pembukaan "Tobacco Control Champion Training", Dianita mengatakan di Brazil, pemerintahnya mengontrol masalah industri rokok, sedangkan di Indonesia, "tobacco industry" merupakan masalah yang serius.

"Pasalnya, target komoditas industri rokok tersebut adalah anak-anak muda. Contohnya, iklan rokok yang isinya menceritakan tentang anak-anak muda," katanya seperti dikutip Antara.

Menurut dia, alasan industri rokok menyasar kalangan muda dalam target pasarnya karena usia produktif generasi muda relatif panjang dibandingkan generasi tua.

Misalnya, rata-rata usia hidup manusia mencapai 70 tahun, maka jika pemasar rokok menjajakan rokok pada pemuda usia 20 tahun akan ada 50 tahun lagi kesempatan industri rokok untuk terus memasarkan rokok pada pemuda tersebut.

Dengan demikian, kata dia, pelaku industri rokok akan dapat terus menerus memasarkan rokoknya. Apalagi pada 2020 jumlah pemuda di Indonesia diperkirakan mencapai 70 persen dari total seluruh jumlah penduduk Indonesia.

"Dengan kondisi itu pelaku industri rokok akan merasa bisa mendapatkan keuntungan yang berkelanjutan dari jumlah yang banyak tersebut," katanya.

Ia mengatakan, di Filipina, pemerintahnya memiliki kebijakan dalam pemberlakuan biaya cukai yang besar pada produk rokok. Biaya cukai yang besar itu kemudian dialokasikan untuk biaya kesehatan untuk masyarakat Filipina.

Dengan demikian, harga rokok akan semakin mahal dan diharapkan konsumsi masyarakat Filipina terhadap rokok dapat semakin menurun.

"Meskipun tidak menurun, industri rokok tetap dapat menyumbang uang kepada pemerintah yang akan dialokasikan untuk dana kesehatan masyarakat," kata Dianita.(Hrb)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Mobil Anak Bangsa segera produksi massal bus listrik merek MAB (Foto: Fadli INDUSTRY.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 12:32 WIB

Gandeng Tiongkok, Bakrie Otoparts Akan Kembangkan Bus Listrik

Bakrie Otoparts gandeng perusahaan Tiongkok BYD Corporation mengembangkan bus listrik untuk digunakan di sejumlah kota di Indonesila dalam upaya menciptakan transportasi ramah lingkungan dan…

Arie Setiadi Murwanto, Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR.

Selasa, 16 Oktober 2018 - 12:23 WIB

Kementerian PUPR Bangun 1.200 Hunian Sementara Untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sulawesi Tengah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun sebanyak 1.200 Hunian Sementara (Huntara) sebagai transit sampai dengan hunian tetap dan relokasi permukiman selesai.

Ilustrasi Utang Luar Negeri

Selasa, 16 Oktober 2018 - 12:21 WIB

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 5.410,5 Triliun

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia bertambah menjadi US$ 360,7 miliar atau sekitar Rp 5.410,5 triliun (asumsi kurs Rp 15.000/dolar AS) hingga akhir Agustus 2018.

Dirut BTN Maryono (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 12:02 WIB

BTN Fasilitasi KPR Atlet Komite Olimpiade Indonesia

PT Bank Tabungan Negara Tbk memfasilitasi kredit pemilikan rumah (KPR) atlet yang tergabung dalam Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dengan skema menarik dan terjangkau.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:50 WIB

Jamkrida Sumsel akan Disuntik Modal Rp100 Miliar

PT Jamkrida Sumatera Selatan bakal mendapatkan suntikan modal dari Pemprov Sumatra Selatan untuk mencukupi modal dasar senilai Rp100 miliar.