Tahun Ini, Kereta Api Bidik Pendapatan Rp 23,5 Triliun

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 11 Januari 2019 - 11:06 WIB

Evaluasi angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 PT KAI
Evaluasi angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 PT KAI

INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI membidik pendapatan hingga Rp 23,5 triliun sepanjang 2019. Hal ini seiring dengan target perusahaan melayani sebanyak 435.496.082 penumpang pada tahun ini.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, proyeksi angka penumpang itu naik sekitar 2,5 persen dibanding perolehan 2018 yang sebesar 424,68 juta orang.

"Target 2019, kami memberikan prediksi angka 435 juta penumpang. Jadi naik 2,5 persen. Kenapa? Karena tergantung dari ketersediaan armada," ucap dia di Jakarta.

Menurut catatan yang dibacakannya, jumlah penumpang KAI pada 2018 lalu juga sukses melampaui raihan perusahaan plat merah ini pada 2017, yakni sebanyak 394,13 juta orang atau meningkat 8 persen.

Dengan target tersebut, Edi menyatakan, KAI mengincar untuk dapat mengantongi pendapatan senilai Rp 23,5 triliun pada tahun ini. Target ini disebutkannya tumbuh sekitar 18 persen dari capaian pendapatan 2018 yang kurang lebih sebesar Rp 19,9 triliun.

"Secara pendapatan, target Rp 23,5 triliun pada 2019," sebut dia.

Namun begitu, ia masih belum bisa memproyeksikan target perolehan laba pada 2019. Sebagai catatan, KAI menerima laba bersih pada 2017 lalu sebesar Rp 1,71 triliun.

"Tunggu KAP (Kantor Akuntan Publik), nanti tunggu RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) kalau bicara soal laba," pungkas Edi.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

UOB Memperbarui Perjanjian Strategis Bancassurance dengan Prudential (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 08:00 WIB

UOB Memperbarui Perjanjian Strategis Bancassurance dengan Prudential

United Overseas Bank Limited (UOB) hari ini mengumumkan telah diperbaruinya perjanjian strategis bancassurance regional dengan Prudential Group untuk 15 tahun. Biaya sebesar SGD1,15 miliar akan…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:46 WIB

IHSG Bergerak Menguat Terbatas

Jakarta - Secara teknikal IHSG break out resistance dan upper bollinger bands sehingga terus bergerak menguat menguji FR261.8% dikisaran 6424. Indikator Stochastic bergerak terkonsolidasi pada…

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:30 WIB

Rawan Penyelundupan, Penertiban Kawasan Batam Segera Dilakukan

Pemerintah meluncurkan Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera, demi memastikan penegakan hukum di daerah yang rawan penyelundupan.

Dirut BTN Maryono (Fot Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:00 WIB

Himbara: Industri Perbankan Memerlukan Pengaturan Suku Bunga Deposito

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan suku bunga deposito agar tidak terjadi perlombaan kenaikan suku bunga yang "tidak kondusif"…

Ilustrasi Gula Rafinasi (ist)

Rabu, 16 Januari 2019 - 06:00 WIB

Kemenperin: Kebutuhan GKR untuk Industri Naik 6 Persen per Tahun

Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi naik sebesar 5-6 persen per tahun.