Ekspansi Bisnis, Sandimas Pastikan untuk IPO

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 16 Oktober 2018 - 17:08 WIB

Peluncuran Sandimas Home Center
Peluncuran Sandimas Home Center

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kendati pasar properti belum sepenuhnya bergairah kembali, hal ini tidak menyurutkan Sandimas sebagai perusahaan yang bergerak di bidang bahan bangunan untuk memperlebar ekspansi bisnisnya. Salah satunya Sandimas berencana melakukan penawaran umum saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO) di bursa pasar modal.

Hasan Basli, Chief Financial Officer Sandimas Group menyampaikan bahwa perusahaan sudah memiliki rencana pengembangan bisnis jangka panjang. Oleh karena itu, sumber pendanaan dari luar juga diperlukan untuk menopang pertumbuhan bisnis.

“Kami mau IPO tadinya tahun 2023, cuma karena perkembangan market belum sesuai mungkin tahun 2025 untuk IPO. Kami konsolidasikan dulu anak-anak usaha, ya minimum kalau valuationnya sudah Rp 5-6 triliun baru IPO," ujarnya

Saat ini, menurutnya valuasi dari perusahaan baru menyentuh Rp 1 triliun sehingga masih perlu dikembangkan sebelum melantai. Dirinya mengatakan rencana IPO tersebut merupakan bagian dari ekspansi jangka panjang perusahaan.

"Bahan material kan bukan hanya keramik dan sanitary, yang kami lagi tuju ke depan itu jangan hanya kemarik dan sanitary tapi di luar itu juga, jadi pengembangan bisnis dan range produk," lanjutnya.

Namun dirinya mengatakan bisa saja rencana tersebut dipercepat bila memang kondisi pasar bagus. Setidaknya perusahaan harus mencermati kondisi setelah pemilu presiden tahun depan untuk melihat potensi pasar.

Menurutnya pendanaan dari pasar modal memang lebih murah dibandingkan pinjaman. Saat ini, untuk mendukung ekspansi usaha, perusahaan melakukan pinjaman dari perbankan nasional yang mencapai 40% sedangkan sebanyak 60% berasal dari kas internal.

"Pendanaan lebih murah kalau dari pasar modal, kami tidak mungkin IPO terus pulang, tetapi dapat pendanaan itu supaya dapat bertumbuh lebih tinggi lagi. Sekarang kami lagi siap-siap, kan kami punya anak usaha yang belum terkonsolidasi dan kami lagi coba konsolidasikan," tandasnya

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Peneliti berprestasi ke Taiwan

Minggu, 18 November 2018 - 11:15 WIB

Kementerian Pertanian Berangkatkan Peneliti Berprestasi ke Taiwan

INDUSTRY.co.id -

Taiwan Kementerian Pertanian memberangkatkan Peneliti Berprestasi untuk mempelajari inovasi teknologi pertanian modern khususnya bidang Hortikultura…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).