Kebijakan Penyederhanaan Pastikan Persaingan Sehat Industri Rokok

Oleh : Herry Barus | Rabu, 15 Agustus 2018 - 19:00 WIB

Foto Ilustrasi Pabrik Rokok
Foto Ilustrasi Pabrik Rokok

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Ahmad Najib mengatakan bahwa kebijakan penyederhanaastruktur tarif cukai rokok bertujuan memastikan persaingan sehat antarpabrikan rokok.

Ahmad Najib dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selas (13/8/2018 ) , mengatakan bahwa kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146 Tahun 2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Najib menilai sebelum ada aturan ini, ada pabrikan yang memanfaatkan celah aturan sehingga menikmati tarif cukai yang lebih rendah. "Aturan ini menutup celah seperti ini," katanya.

Menurut dia, PMK ini mencegah persaingan langsung antara pabrikan besar dan kecil.

Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LDUI), Abdillah Ahsan menjelaskan bahwa implementasi kebijakan ini akan memberikan dampak positif kepada pabrikan kecil.

"Memang setiap perubahan ada yang dirugikan dan diuntungkan. Kalau tidak mau diuntungkan dan dirugikan, ya tidak ada perubahan," kata Abdillah.

Abdillah menjelaskan, sebelum adanya kebijakan penyederhanaan ini, pabrikan kecil kerap dirugikan karena harus berhadapan langsung dengan pabrikan besar.

Dengan kebijakan ini, dia mengatakan tidak ada lagi pabrikan besar yang membayar tarif cukai yang lebih rendah.

"Sistem yang rumit seperti terkesan memproteksi pengusaha rokok yang satu dan menekan pengusaha yang lainnya," ujar Abdillah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai Nugroho Wahyu Widodo mengatakan kebijakan ini dibuat pemerintah untuk menciptakan keadilan di industri rokok nasional.

"Ada indikasi yang gede masuk yang kecil, tapi ya tidak semuanya. Makanya perlu diatur dengan baik," tutur dia.

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menyatakan Pemerintah konsisten menjalankan aturan ini.

Kebijakan ini dinilai akan mendorong penerimaan cukai bagi negara. Penyederhanaan struktur tarif cukai akan menutup celah bagi pabrikan rokok untuk membayar tarif cukai lebih rendah.

Dengan begitu tidak akan ada lagi kebocoran pada keuangan negara. Simplifikasi tersebut diharapkan mampu menaikkan pendapatan cukai.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).

Praktisi ekonomi William Henley dari Indosterling Capital (Foto ist)

Minggu, 18 November 2018 - 10:19 WIB

Menimbang Efek Suramadu Digratiskan

Itik Se Atellor, Ajam Se Ngeremme Kata-kata di atas merupakan salah satu pepatah klasik nan ternama asal Madura, Jawa Timur. Apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, pepatah itu memiliki…