Ekspor Timah Bangka Belitung Turun 19,32 Persen

Oleh : Herry Barus | Jumat, 04 Mei 2018 - 17:00 WIB

Pekerja PT Timah - foto - IST
Pekerja PT Timah - foto - IST

INDUSTRY.co.id - Pangkalpinang- Badan Pusat Statistik Bangka Belitung mencatat ekspor timah pada Maret 2018 turun 19,32 persen dibandingkan Februari, tetapi komoditas lain naik 84,62 persen sehingga nilai total ekspor mecapai 156,4 juta dolar AS.

"Meskipun ekspor timah turun, namun ada lonjakan ekspor nontimah yang jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Kamis (3/5/2018)

Ia mengatakan peran timah dalam ekspor Januari - Maret 2018 mencapai 76,55 persen. Secara kumulatif terjadi penurunan ekspor timah sebesar 3,09 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Ekspor timah masih didominasi ke Singapura. Sekitar 25,66 persen ekspor timah pada Januari - Maret 2018 dikirim ke Negeri Singa Putih ini. Namun jika dibanding Januari - Maret 2017, ekspor timah ke Singapura pada tahun ini turun 30,50 persen," katanya.

Sementara itu ekspor timah ke Belanda, India, Korea Selatan, dan Jepang pada Januari - Maret 2018. Lima negara utama ini mengimpor sekitar 73,97 persen timah dari daerah ini.

Darwis mengatakan ekspor nontimah Januari - Maret 2018 didominasi bahan bakar mineral sebesar 47,0 juta dolar AS atau 48,67 persen dari jumlah ekspor nontimah daerah ini.

"Nilai ekspor lemak dan minyak hewan Januari-Maret 2018 turun 22,51 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peran komoditas ini menjadi 36,73 persen," ujarnya seperti dilansir Antara.

Menurut dia nilai ekspor lada turun 39,76 persen sehingga perannya menjadi 3,38 persen dari ekspor nontimah. Sementara nilai ekspor produk karet dan barang dari karet secara kumulatif naik 24,06 persen dan golongan ikan dan udang naik 125,84 persen.

"Peran kedua golongan ini menjadi 9,12 persen dari total ekspor nontimah daerah ini," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (Foto Ist)

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:20 WIB

2023 Diprediski Industri Pasar Keuangan Syariah Tembus 20 Persen

Bank Indonesia yakin pangsa pasar keuangan syariah dapat meningkat cukup signifikan hingga 20 persen dari total pasar keuangan nasional pada 2023, dengan beberapa upaya, salah satunya memperluas…

Bahana Artha Ventura (Foto Kontan)

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:00 WIB

2018, Bahana Salurkan Dana bagi Usaha Ultra Mikro hingga Rp 557 Miliar

Perkembangan teknologi yang begitu cepat telah menyentuh hampir seluruh sektor dan aspek kehidupan masyarakat, terutama dalam era revolusi industri keempat atau yang lebih dikenal dengan istilah…

Pemerintah meluncurkan digitalisasi Kredit Ultra Mikro (UMi) untuk memperluas akses kredit bagi masyarakat lapisan bawah yang belum bankable. (INDUSTRY.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 05:20 WIB

Pemerintah Luncurkan Layanan Kredit Ultra Mikro Berbasis Digital

Pemerintah meluncurkan digitalisasi Kredit Ultra Mikro (UMi) untuk memperluas akses kredit bagi masyarakat lapisan bawah yang belum bankable.

Direktur Eksekutif IHW Ikhsan Abdullah saat bedah buku karyanya berjudul Mere(i)butkan Sertifikasi Halal di Jakarta, Selasa (11/12) (INDUSTRY.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 05:08 WIB

Jaga Iklim Usaha, Pemerintah Diminta Jalankan Sertifikasi Halal

Lembaga advokasi Indonesia Halal Watch (IHW) mendorong pemerintah untuk menjalankan Undang-Undang No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Dengan memperkuat LPPOM MUI melalui…

Kue jajanan (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:35 WIB

Waspada! Banyak Jajanan Sekolah Tak Higienis

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menyatakan masih banyak ditemukan jajanan sekolah di Jawa Timur tidak higienis meski temuan jajanan pangan di tempat pendidikan yang mengandung…