Parah! BNN Temukan Jajanan Anak TK Dicempur Narkoba

Oleh : Irvan AF | Kamis, 12 Januari 2017 - 17:11 WIB

Seorang anak memperhatikan contoh narkotika yang dipamerkan BNN. (Yuan Adriles/Pacific Press/LightRocket via Getty Images)
Seorang anak memperhatikan contoh narkotika yang dipamerkan BNN. (Yuan Adriles/Pacific Press/LightRocket via Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Denpasar - Badan Narkotika Nasional menemukan lima kasus makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak-anak TK telah dicampur atau terkontaminasi narkoba.

"Dari hasil penemuan dan juga laporan dari masyarakat, anak-anak TK terkontaminasi melalui makanan dan minuman dan ternyata mereka tidak perlu membayar," kata Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Budi Waseso, di Denpasar, Kamis (12/1/2017).

Modusnya, ujar dia, ternyata warung-warung di sekitar sekolah TK tersebut dibiayai oleh sindikat jaringan narkoba untuk memberikan campuran pada berbagai makanan dan minuman yang dijual.

"Harapannya tentu agar anak-anak itu akan 'addict' (kecanduan), begitu addict maka akan menjadi pangsa pasar berikutnya," ucapnya di sela-sela acara pengukuhan relawan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) itu.

Menurut Budi Waseso, sengaja anak-anak dijadikan ajang peredaran narkoba oleh sindikat narkoba karena mereka tahu bahwa para pengguna sekarang ini akan pupus untuk beberapa tahun ke depan. Bahkan, di kalangan mereka menggunakan sandi regenerasi pasar.

Namun, dia enggan untuk merinci tempat-tempat ditemukan kasus anak TK tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Di Bali belum ditemukan, tetapi di beberapa daerah sudah, karena ada laporan dan kami dalami," ucapnya sembari tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di Bali karena hal tersebut merupakan komitmen para sindikat untuk mempertahankan pangsa pasar.

Di sisi lain, Budi Waseso mengatakan peredaran uang dalam bisnis narkoba di Indonesia sangat besar. Dari beribu-ribu ton narkoba yang beredar, setidaknya dalam satu tahun belanja narkotika mencapai Rp72 triliun.

Hal itu, menurut dia, jika dirata-ratakan dalam satu jaringan sindikat, uang yang berputar Rp1 triliun. Namun, berdasarkan penyelidikan terhadap salah satu jaringan, ada yang dalam waktu tiga bulan menghasilkan Rp1,3 triliun.

Oleh karena itu, Budi Waseso mengajak semua pihak untuk bersatu menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. "Jika bisa dilakukan secara menyeluruh di Indonesia, maka akan cepat Indonesia terbebas dari penyalahgunaan narkoba," ujarnya.(ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peluncuran Smartphone Digicoop di Cikarang, Jumat (20/1/2016)

Jumat, 20 Januari 2017 - 15:39 WIB

Rudiantara: Digicoop Ponsel yang Mampu Meminimalisir Konten Negatif

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, resmi memperkenalkan ponsel pintar perdana Digicoop besutan Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM). Tahap pertama, KDIM menyiapkan 5.000 unit…

Pedagang Pasar Senen mengalami kebakaran terjadi di Proyek Senen Blok I dan II pada Kamis 19 Januari 2017

Jumat, 20 Januari 2017 - 14:42 WIB

Pemerintah Akan Bantu UKM Pasar Senen Restrukturisasi Kredit

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan akan membantu para pedagang dan UKM yang menjadi korban kebakaran Pasar Senen Jakarta Pusat untuk merestrukturisasi kredit dengan perbankan…

Ilustrasi pembangunan jalan tol. (Adek Berry/AFP/Getty Images)

Jumat, 20 Januari 2017 - 14:32 WIB

Tol Trans Jawa Tersambung 2018, Pembebasan Lahan Capai 91 Persen

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan pembebasan lahan pembangunan jalan tol Trans Jawa sepanjang 661 km telah mencapai 91 persen.

Pembangunan Rusun Atlet Asian Games di Kemayoran, Jakarta (Suara)

Jumat, 20 Januari 2017 - 14:20 WIB

Sangat Sulitnya Mendapatkan Data Rumah Susun di Jakarta

Ketua Asosiasi Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (Apersi) Ibnu Tadji mengaku kesulitan memperoleh data tentang perkembangan rumah susun (rusun) atau apartemen di Jakarta.

Mantan Direktur Utama maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. (Nicky Loh/Bloomberg via Getty Images)

Jumat, 20 Januari 2017 - 12:33 WIB

Korupsi Garuda Indonesia, Dirut BUMN Diminta Waspada

Direktur Perusahaan BUMN diminta untuk waspada dalam pelaksanaan barang dan jasa. Hal itu menyusul penetapan tersangka terhadap mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar…