Permendag 64 Picu Keresahan Produsen Tekstil

Oleh : Ridwan | Rabu, 18 Oktober 2017 - 15:00 WIB

Produksi Tekstil (Ilustrasi)
Produksi Tekstil (Ilustrasi)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Inkonsistensi pemerintah dalam upaya meningkatkan kinerja industri tekstil dan produk tekstil nasional (TPT) kembali tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.64 tahun 2017.

SekJend Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta mengungkapkan bahwa Permendag 64 yang merevisi Permendag 85 tahun 2015 memperbolehkan pedagang pemegang API-U untuk melakukan importasi kain, benang dan serat.

"Padahal Permendag 85/2015 yang boleh impor hanya produsen saja sebagai bahan baku dan tidak boleh diperjual-belikan, itu sudah sangat benar" jelas Redma di Jakarta (18/10/2017).

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa pasca penutupan praktik impor borongan oleh Satgas Penertiban Impor Beresiko Tinggi (PIBT), sepanjang kuarter tiga tahun 2017 permintaan kain benang dan serat dipasar dalam negeri naik secara signifikan sehingga industri TPT nasional mulai kembali bergairah dari hulu ke hilir termasuk IKM yang memproduksi kain tenun dan kain rajut.

"Tiga bulan terakhir penjualan naik rata-rata 30 persen sehingga utilisasi naik 5-10 persen, kalau Permendag 64 ini mulai jalan, para produsen ini akan kembali tertekan" tambah Redma.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, tingkat utilisasi industri tenun dan rajut ditahun 2016 baru mencapai 52 persen. Redma pun beranggapan bahwa dikeluarkannya Permendag 64/2017 untuk menolong IKM hanya alasan kelompok pedagang yang selama ini menikmati untung melalui impor borongan.

"Kapasitas produsen kain dalam negeri sangat mampu untuk memenuhi kebutuhan industri garment, termasuk IKM Konveksi," jelasnya.

"Kain apa yang tidak bisa diproduksi didalam negeri? Ya boleh impor, asal yang impor produsen, bukan pedagang, bahkan produsen IKM kan sudah difasilitasi KITE IKM, jangan impor dibuka untuk API-U, pasar produsen dalam negeri akan kembali terdistorsi" terangnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Ikatan Ahli Tekstil Indonesia (IKATSI), Cecep Daryus menjelaskan bahwa kebijakan ini akan menambah ganjalan para produsen tekstil ditanah air untuk melakukan investasi.

"Tiga bulan terakhir, gairah produsen untuk mengoprasikan pabriknya mulai tumbuh, banyak mesin yang sebelumnya dibungkus mulai hidup, tapi semangat ini kembali terpukul dengan dilonggarkannya impor" jelas Cecep.

Cecep pun kemudian menjelaskan bahwa pada akhir Agustus 2017 yang lalu diselenggarakan tiga kali rapat di DitJend IKM Kementerian Perindustrian RI yang dihadiri oleh perwakilan IKM tenun Majalaya, Rancaekek dan Tasikmalaya, perwakilan IKM Rajut Binong Jati serta IKM konveksi Cicalengka, juga melibatkan asosiasi terkait dan beberapa produsen benang.

"Posisi IKM saat itu sudah jelas bahwa IKM siap menggunakan bahan baku lokal, mereka semua sepakat tidak lagi dibuka jalur impor baru, bahkan Bu DirJend yang pimpin rapat mengulangnya sampai 3 kali, mereka tetap pada pendirian siap gunakan bahan baku lokal dan stop impor," terangnya.

IKATSI berharap bahwa ditengah rendahnya dayasaing industri terkait tingginya beban biaya, pemerintah lebih berpihak kepada produsen dan menjaminkan pasar dalam negeri kepada produsen lokal bukan pada barang-barang impor.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BLACKPINK, BTS, EXO danTWICE saat memenangkan penghargaan di 7th Gaon Chart Music Awards, Seoul (14/2). (Dok Soompi)

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:33 WIB

IU, BTS dan Deretan Idol Pemenang '7th Gaon Chart Music Awards', Selamat!

Acara penghargaan musik tahunan yang diadakan di Korea Selatan, Gaon Chart Music Awards 2018 sukses digelar pada Rabu (14/2) kemarin, di Jamsil Indoor Gymnasium, Seoul. Acara yang dibawakan…

Presdir PT PP Presisi Tbk Iswanto Amperawan, Direktur Keuangan Benny Pidakso dan Direktur Independen Arief Subyandono usai Public Expose PT PP Presisi Tbk (dok INDUSTRY.co.id)

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:30 WIB

Mengintip Target Jumbo Kinerja PT PP Presisi Tbk Tahun 2018

PT PP Presisi Tbk salah satu perusahaan yang mematok target kinerja menterang tahun ini. Dalam waktu dekat, anak usaha PT PP (Persero) Tbk itu juga akan mengakuisisi dua perusahaan senilai Rp…

Presdir PT PP Presisi Tbk Iswanto Amperawan, Direktur Keuangan Benny Pidakso dan Direktur Independen Arief Subyandono usai Public Expose PT PP Presisi Tbk (dok INDUSTRY.co.id)

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:02 WIB

Pengembangan Bisnis, Tahun ini PT PP Presisi Tbk Siap Akuisisi Perusahaan Asal Jepang

Dalam mendukung rencana pengembangan bisnis, tahun ini PT PP Presisi Tbk ( PPRE) menyiapkan dana belanja modal (capex) sebesar Rp 1,5 triliun Rp 1,6 triliun. Direktur Utama PT PP Presisi Tbk,…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan (Foto: Dok. INDUSTRY.co.id)

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:40 WIB

Selain KIK, Menperin Tawarkan Tiga Kawasan Industri Ini Dihadapan Menlu Singapura

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto terus mendorong Singapura agar dapat terus mengembangkan pembangunan kawasan industri di daerah lain Indonesia, yang konsepnya terintegrasi…

Ilustrasi Bank (Kompas.com)

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:35 WIB

Ini Cara Industri Perbankan Genjot Pertumbuhan Bisnis di 2018

Prediksi membaiknya perekonomian global dan domestik memberikan harapan pada tumbuhnya bisnis perbankan di tahun 2018. Berdasarkan data yang dirilis Bank Dunia , pertumbuhan ekonomi Indonesia…