Teknologi Infomasi (TI), Wajib dikuasai Oleh Anak Sejak Dini

Oleh : Sri Watini Dan Hendra Triana | Selasa, 30 Mei 2017 - 12:48 WIB

Sri Watini: Spesialist Pendidikan Anak Usia Dini-PAUD dan Hendra Triana: Business Improvement Analyst & Praktisi IT
Sri Watini: Spesialist Pendidikan Anak Usia Dini-PAUD dan Hendra Triana: Business Improvement Analyst & Praktisi IT

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Era Digital sudah terjadi. Suka atau tidak suka, mau tidak mau harus dihadapi dengan arif dan bijaksana. Sebagaimana mata uang koin yang memiliki dua sisi. Sisi negatif dan sisi positif. Pertanyaannya bagimana menghadapi era digital ini? Jawabannya adalah  “Harus cerdas” baik cerdas secara fisik maupun psikis (kejiwaan), cerdas sosial maupun emosional, cerdas nilai moral maupun spiritual dan cerdas berpikir dengan mengedepankan logika.

Bagi orang-orang yang menguasai IT  mungkin tulisan kecil ini tidak bermakna, akan tetapi bagi orang-orang yang tidak belajar tentang IT menjadi sesuatu yang luar biasa di mana keberadaan IT ini mampu merubah dengan cepat perilaku seseorang.

Ketidaksiapan dalam mengahadapi perkembangan IT yang begitu cepat, hebat, canggih berdampak pada efek negatif yang lebih dominan dalam mempengaruhi kehidupan seseorang.  Bagaimana tidak, efek dari salah satu fitur IT yang di namakan “WhatsApp” sudah mampu memporak-porandakan segala tatanan nilai-nilai kehidupan manusia.

Salah satu contoh adalah ketika seseorang dibuat stres, pusing, sakit kepala, marah-marah dengan berbagai kata dan kalimat yang setiap detik dan setiap menit berada di depan mata, jari-jari tangan yang sibuk membalas tanpa menyadari dan membiarkan syaraf-syaraf dan otot jari tangan kaku dan kesemutan serta berdampak pada syaraf-syaraf yang lain, mata bengkak dan berair karena adanya radiasi dari pantulan gelombang elektromagnetik HP yang terkadang tak berhenti bahkan standby 24 jam bahkan ketika tidur ada di sebelah telinga.

Ketika di meja makan membuat semua makanan yang dihidangkan tidak enak karena dari salah satu atau beberapa yang ada di meja makan asyik dan sibuk dengan androidnya, betapa sadisnya sikap seseorang ketika duduk berdampingan bahkan berhadapan tetapi sama-sama menikmati “WhatsApp” dengan senyum dan ketawanya serta sama sekali tak peduli dengan siapapun yang ada di dekatnya.

Waktunya bangun sembahyang subuh bagi yang beragama Islam tapi asyik membuka kiriman “WhatsApp”  dan solat subuhnya kesiangan, dan sampai-sampai tidak berpikir berapa banyak waktu terbuang dengan bermain “WhatsApp” dalam fitur “Gadget” nya dan di kantor-kantor bukan sibuk kerja tetapi main “WhatsApp” maupun “Facebook”.  Luar biasa semua kejadian ini adalah fakta yang harus disadari dari sekarang dan secepatnya bertindak.

Kejadian  yang biasa dan tidak membuat orang tua, atau dewasa kaget atau terkejut adalah ketika dijumpai bayi kurang lebih usia 5 bulan diam dengan “Gadget”nya di dalam kereta dorongnya di sebuah pusat perbelanjaan dan orang tuanya sedang asyik di counter HP untuk memberi yang lebih canggih dan cuek saja degan apa yang dilakukan bayinya . Hal ini salah atau dibenarkan orang tua atau pendidiknya. Apakah ini suatu bentuk stimulasi pendidikan yang positif atau justru menanamkan  tabiat negatif.

Gambaran perkembangan sel syaraf otak anak usia dini 0-6 tahun.

Kurva perkembangan synap baik penglihatan, pendengaran, kognitif dan bahasa pada anak usia dini mengalami perkembangan yang sangat pesat yang di katakan dengan masa emas (golden ages). Untuk itulah perlunya pendidik dalam hal ini guru dan orang tua harus betul-betul memberikan stimulasi yang tepat.

Lingkungan sekitar sangat memberikan dampak pada perkembangan kehidupan seorang anak  di masa yang akan datang.  Karakteristik anak pada masa ini yang sangat mudah menyerap berbagai informasi yang ada harus diiringi dan diimbangi dengan sisi keamaan ilmu pengetahuan, ketemrapilan, sikap dan pengalamannya yang akan diserap oleh dirinya. Keberadaan perkembangan IT sangat mempengaruhi kehidupannya saat ini. Keberadaan gadged dari bangun tidur sampai mau tidur, tak pernah terlepas setiap detik, setiap menit dan setiap saat dalam pendangan mata dan sentuhan anak.

Penglihatan dan pendengaran anak harus dijaga, perkembangan bahasa  yang tepat, efektif, sopan dan santun harus dibimbing dan diarahkan, kognitif dengan penalaran dan rasa ingin tahu yang tinggi  terhadap apa yang terjadi harus diawasi agar terjaga dari  pengetahuan, informasi yang tidak layak dan tidak sesuai dengan tahapan perkembangan dan kebutuhannya. Untuk itulah maka kewajiban lingkunganlah yang harus bijak dalam memandang perlu atau tidaknya pengetahuan IT dikenal sejak usia dini.

Jika melihat berbagai alasan yang ada maka dapat dikatakan bahwa pengenalan IT sejak dini sangat perlu dilakukan tentunya dengan batasan-batasan yang tepat. Dalam hal ini ada dua aktivitas penting di dalamnya yaitu bagaimana menyiapkan program-program IT untuk anak yang relevan dengan kebutuhannya serta bagaimana menyiapkan sumber daya (pendidik atau orang tua) dalam mengusai IT dengan terampil dan memahami secara bijak kemampuan dirinya dalam membimbing dan mengarahkan anak. Sebab realitanya anak-anak lebih cepat mengusai sesuatu yang baru dibandingkan dengan kemampuan orang tua atau pendidik. Apalagi dengan title seorang guru di masa sekarang ini tidak boleh ada yang gaptek (gagap teknologi) yang berimbas pada ketidakmampuan dirinya dalam melakukan pembelajaran pada anak didiknya.

Seberapa besar pengaruh lingkungan terhadap kehidupan anak berdasarkan  Teori ekologi Urie Bronfenbrenner menyatakan bahwa lingkungan sangat kuat mempengaruhi perkembangan manusia.  Menurut teori ini ada lima sistem  tatanan yaitu mikrosistem, mesosistem, ekosistem, makrosistem, dan kronosistem.

1. Mikrosistem (microsystem) adalah lingkungan yang paling dekat dengan pribadi anak yaitu meliputi keluarga, guru, individu, teman-teman sebaya, sekolah, lingkungan dan sebagainya yang sehari-hari ditemui anak.

2. Mesosistem adalah interaksi antar faktor-faktor dalam sistem mikro meliputi hubungan antara beberapa mikrosistem atau beberapa konteks misal hubungan orangtua-guru, orangtua-teman, antar teman, guru-teman, dapat juga hubungan antara pengalaman sekolah dengan pengalaman keluarga, pengalaman sekolah dengan pengalaman keagamaan dan pengalaman keluarga dengan pengalaman teman sebaya.

3. Eksosistem merupakan lingkungan yang melibatkan pengalaman individu yang tak memiliki peran secara langsung di dalamnya atau tidak langsung menyentuh pribadi anak akan tetapi memiliki pengaruh yang besar seperti keberadaan handphone, koran, televisi, dokter, keluarga besar, dll.

4. Makrosistem meliputi kebudayaan dimana individu hidup. kebudayaan  sangat mempengaruhi pada pola prilaku, keyakinan, dan semua produk lain dari sekelompok manusia yang diteruskan dari generasi ke generasi. Kita ketahui pula bahwa studi lintas budaya – perbandingan antara satu kebudayaan dengan satu atau lebih kebudayaan lain – memberi informasi tentang generalitas perkembangan. Makrosistem terdiri dari ideologi negara, pemerintah, tradisi, agama, hukum, adat istiadat, budaya, dll.

5. Kronosistem meliputi pemolaan peristiwa-peristiwa sepanjang rangkaian kehidupan dan keadaan sosiohistoris.
Seluruh komponen sistem memiliki pengaruh terhadap pola pengasuhan (nurturing) dan pendidikan anak secara holistik integratif.  Paradigma baru dalam pendidikan anak usia dini menekankan pada bagaimana melakukan penanganan oleh semua pihak berkenaan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak yang  memiliki karakteristik unik, berbeda dan beragam.

Dalam Teori Vygotsky menyatakan bahwa perkembangan manusia khususnya anak usia  merupakan sesuatu yang tidak dapat terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. Proses-proses perkembangan mental seperti ingatan dan perhatian, serta penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa, alat-alat ingatan seperti handphone, kaplet dan sebagainya.

Vygotsky lebih banyak menekankan peran orang dewasa dan lingkungan sangat mempengaruhi kehidupan anak. Fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi dan dianggap sebagai ”alat kebudayaan” merupakan stimulasi  bagi perkembangan anak. Kecanggihan alat-alat teknologi sebagai budaya mengiringi perkembangan kehidupannya. Pengalaman berinteraksi secara langsung dengan hasil budaya yang  ada diorganisasikan dalam olah pikir (kognitifnya) dan perilakunya  menjdi suatu karakteri dalam kehidupannya kelak.

Melihat kenyataan itu maka “Sri Watini [SW]” sebagai seorang “ahli pendidikan anak usia dini” dan “Hendra Triana-[HT]” sebagai seorang ahli Teknologi Informasi serta memiliki pengalaman di bidang IT untuk anak usia dini di beberapa negara maju di Asia Pasicif telah merancang beberapa program-program “IT for Kids dan IT for Mom” yang akan diselaraskan dengan kebutuhan anak dan perkembangannya selaras dengan perkembangan TI serta budaya lokal bangsa Indonesia. Tahun 2017 ini akan segera melaunching kurang lebih 20 program yang dikemas  secara harmoni.
 
Program-program ini diharapkan  dapat berjalan selaras dengan program-program pemerintah,  kelembagaan anak usia, asosiasi pemerhati anak, profesi, parenting dan sebagainya yang sangat konsen dengan pendidikan  anak usia dini. Dengan semangat melangkah bersama  mewujudkan pendidikan terbaik  bagi anak usia dini, semoga nantinya lembaga-lembaga terkait dapat memberikan sumbang saran dengan berbagai program yang ditawarkan sehingga dapat berkontribusi positif untuk kebaikan bersama.

Visi dan Misi SW-HT adalah “ Majulah Pendidikan Anak Usia Dini  Bersama IT” Semoga nantinya menjadi anak-anak Indonesia yang kuat, tangguh dan Hebat menghadapi berbagai kecanggihan teknologi dengan arif dan bijaksana.

Salam “Revolusi Mental Menuju Indonesia Emas dan Mercusuar Dunia” di Tahun 2045 menjadi Payung dalam melangkah menuju Generasi Indonesia Emas!   

Sri Watini: Spesialist Pendidikan Anak Usia Dini-PAUD

Hendra Triana: Business Improvement Analyst & Praktisi  IT

Komentar Berita

Industri Hari Ini

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019

Sabtu, 20 April 2019 - 21:31 WIB

TOTAL Kembali Gelar Lomba Pasang Jok Paten di IIMS 2019

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS)…

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperingati hari ulang tahun ke 20 tahun Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK), di Gramedia Matraman, Sabtu (20/4/2019)

Sabtu, 20 April 2019 - 21:10 WIB

Hari Perlindungan Konsumen, Sektor Properti Paling Banyak Diadukan Konsumen

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperingati hari ulang tahun ke 20 tahun Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Dalam peringatan tersebut, pihaknya menyebut bahwa sektor perumahan…

The Museum of Innocence Turki (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 20 April 2019 - 21:00 WIB

Destinasi Wisata Wajib Dikunjungi Para Kutu Buku di Hari Buku Dunia

Buku dapat membawa Anda ke tempat-tempat yang baru dan menarik, bahkan dunia yang sama sekali baru. Di Hari Buku Dunia (World Book Day, 23 Maret 2019) kali ini, Agoda akan membawa Anda dalam…

Huawei Undang Penggunanya Ikuti Huawei Next-Image Masterclass

Sabtu, 20 April 2019 - 18:40 WIB

Huawei Undang Penggunanya Ikuti Huawei Next-Image Masterclass

Huawei Indonesia mendorong pengguna memandang dengan lebih luas melalui smartphone mereka lewat HUAWEI Next Image Masterclass

Direktur Kesehatan Hewan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa bertemu produsen obat hewan

Sabtu, 20 April 2019 - 18:24 WIB

Dorong ekspor, Kementan ajak produsen tingkatkan kualitas obat hewan Indonesia

Jakarta - Kementerian Pertanian mengajak seluruh Produsen Obat Hewan Indonesia untuk terus memperluas akses pasar melalui peningkatan kualitas obat hewan dengan penerapan Cara Pembuatan Obat…