INDUSTRY.co.id - Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan uji coba pembukaan destinasi wisata di Indonesia pada beberapa minggu lalu. Hal ini merupakan sebagai upaya pemerintah untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dalam Weekly Press Briefing, Sandiaga Uno menjelaskan bahwa uji coba penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk tempat wisata semakin terdistribusi ke lebih banyak destinasi.
"Evaluasi uji coba so far so good, sudah kondusif. Yang kami lakukan sepertinya masyarakat sudah mulai terbiasa dengan keharusan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dalam lingkup penggunaan aplikasi PeduliLIndungi. Jadi ya, so far so good," katanya di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (27/9/2021).
Sandiaga mengungkapkan, rencananya uji coba akan diperluas ke tempat wisata atau taman rekreasi tahap II. Begitu juga dengan uji coba untuk restoran, rumah makan, dan kafe. Adapun uji coba tahap II adalah untuk daerah/kota dengan level III.
Ia pun menurutkan, adapun hasil dari pengawasan uji coba tempat wisata tahap I, diketahui diperlukan sejumlah perbaikan dalam beberapa hal.
"Update pengawasan uji coba tempat wisata ada beberapa hal. Pertama, masih banyak masyarakat yang belum paham aplikasi PeduliLindungi, walau aplikasi tersebut berdistribusi ke lebih banyak destinasi. Namun, masih ada kendala sinyal atau gagal login. Tapi, kami mendapatkan lebih banyak masukan yang akan meningkatkan untuk memperbaiki aplikasi ini," tuturnya.
Selain itu penerapan pengecekan QR Code berpotensi menyebabkan antrian panjang. Bahkan, ada pengunjung tidak memiliki telpon genggam, serta anak 12 tahun tidak bisa memasuki taman rekreasi.
"Kami di pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga pemerintah daerah dalam pembukaan destinasi wisata. Kami rutin melakukan evaluasi dalam uji coba pembukaan destinasi wisata, sebagai upaya langkah yang akan diambil dalam pembukaan destinasi wisata ke depannya," jelasnya.
Meski begitu, selain kendala penggunaan aplikasi PeduliLindungi Kemenparekraf pun mencatat ada beberapa hal yang masih perlu dievaluasi. Misalnya, kesadaran pengunjung untuk taat protokol kesehatan masih kurang (melepas masker), belum semua Taman Rekreasi menyediakan imbauan dan mengingatkan pengunjung tentang membuang masker pada tempat sampah infeksius secara lisan dan tertulis.
Lebih lanjut, belum semua taman rekreasi menyediakan transaksi pembayaran secara elektronik, kemudian masih banyak pintu yang berhubungan langsung dengan akses keluar masuk warga di sekitar taman rekreasi, serta pengelola belum menyediakan tanda pengaturan jumlah dan jarak antar pengguna toilet pada saat yang bersamaan.
Oleh karena itu, Kemenparekraf pun terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam hal pembukaan destinasi wisata di daerah-daerah lainnya. "Kami di pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga pemerintah daerah dalam pembukaan destinasi wisata. Kami rutin melakukan evaluasi dalam uji coba pembukaan destinasi wisata, sebagai upaya langkah yang akan diambil dalam pembukaan destinasi wisata ke depannya," tukasnya.