Pupuk Kaltim Resmikan Jalan Suratman dan NPK Pelangi Dukung Investasi dan Kemudahan Akses

Oleh : Herry Barus | Rabu, 22 September 2021 - 12:30 WIB

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim),
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim),

INDUSTRY.co.id - Bontang- PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), resmikan dua jalan di kawasan sekitar Perusahaan, yakni Jalan Ir. Suratman dan Jalan NPK Pelangi. Peresmian ditandai jalan sehat jajaran Direksi dan Manajemen Pupuk Kaltim bersama Wakil Walikota dan Forkompimda Bontang, pada akhir pekan lalu

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi, mengungkapkan Jalan Ir. Suratman diambil dari nama Direktur Utama Pupuk Kaltim periode 1990-1995, sekaligus salah satu pionir yang sangat berjasa mengembangkan Perusahaan melalui berbagai kebijakan dan gagasan strategis. “Ini sebagai bentuk penghargaan kepada Bapak Alm. Ir. Suratman sebagai pendahulu kami di Pupuk Kaltim, yang telah berjuang dan berkarya memajukan Perusahaan. Satu hal yang paling dikenang dari beliau, bahwa kebijakan industri pupuk harus diperjuangkan dan diutamakan untuk kebutuhan nasional,” ujar Rahmad Pribadi.

Sedangkan Jalan NPK Pelangi terinspirasi dari nama salah satu produk unggulan Pupuk Kaltim, dalam mendukung sektor pertanian tanah air dengan penyediaan pupuk berkualitas terbaik. Pupuk Kaltim sebelumnya juga telah menggunakan nama para pionir seperti Ir. James Simanjuntak yang merupakan Direktur Utama pertama Pupuk Kaltim untuk jalan di kawasan perkantoran, serta nama Kotan Pasaman di kawasan perumahan karyawan.

Selain itu beberapa jalan yang dibangun Pupuk Kaltim juga menggunakan nama produk Perusahaan, seperti Jalan Urea di kawasan Hotel Bintang Sintuk, Jalan Amoniak di kawasan industri KIE dan jalan Oksigen di Rumah Sakit Pupuk Kaltim. “Melalui pembangunan jalan ini, diharap masyarakat dan insan Perusahaan dapat mengenal sekaligus mengenang perjalanan Pupuk Kaltim dalam melanjutkan cita-cita para pionir memajukan industri pupuk nasional,” tambah Rahmad.

Pembangunan Jalan Ir. Suratman dan NPK Pelangi juga sebagai wujud kontribusi Perusahaan bagi masyarakat melalui penyediaan akses jalan alternatif bagi kegiatan perekonomian, sekaligus mendukung iklim investasi di kawasan industri sekitar Pupuk Kaltim yang diharap mampu menarik minat investor untuk berinvestasi di Bontang. “Semoga pembangunan dua jalan ini bermanfaat maksimal untuk kepentingan masyarakat dan aktivitas perekonomian, sekaligus menjadi modal bagi Bontang dalam menarik minat investor dengan ketersediaan akses jalan ke kawasan industri,” harap Rahmad.

Wakil Walikota Bontang Najirah, menilai pembangunan dua jalan ini sangat bermanfaat dalam mendukung aktivitas perekonomian masyarakat, agar terus tumbuh dan berkembang. Begitu pula terhadap iklim investasi, diharap mampu menarik minat investor ke Bontang seiring baiknya infrastruktur di kawasan industri, sehingga ke depan mampu memberi multiplier effect terhadap kesejahteraan masyarakat. “Kami ucapkan terima kasih atas kontribusi Pupuk Kaltim bersama anak perusahaannya bagi masyarakat dan Kota Bontang selama ini. Mari kita jaga dan rawat jalan ini dengan baik, untuk manfaat jangka panjang,” kata Najirah.

 

Eko Wahyu Laksmono, putra pertama Ir. Suratman sekaligus mewakili keluarga yang hadir pada kesempatan itu, turut menyampaikan apresiasi atas penghargaan Pupuk Kaltim terhadap ayahnya melalui penamaan jalan di kawasan Perusahaan. Dirinya berharap tonggak sejarah yang telah diukir Ir. Suratman dalam perjalanan Pupuk Kaltim, dapat memberi motivasi agar Perusahaan terus maju dan berkembang. “Atas nama keluarga kami sampaikan terima kasih atas penghargaan Pupuk Kaltim kepada almarhum bapak. Semoga jalan ini memberi manfaat besar bagi masyarakat Bontang. Kami doakan Pupuk Kaltim semakin sukses serta terus berkontribusi bagi daerah, bangsa dan negara,” ucap Eko.

Jalan Ir. Suratman dibangun oleh PT Kaltim Industrial Estate (KIE), yang merupakan anak dari Pupuk Kaltim. Jalan ini memiliki panjang 1.900 meter dan Jalan NPK Pelangi 1.032 meter. Keduanya memiliki lebar 14 meter yang terbagi dalam dua jalur selebar 7 meter, dengan kapasitas beban gandar 10 ton dan daya dukung 5 ton per meter persegi. Dua jalan ini menghubungkan 3 kawasan di Kecamatan Bontang Utara yakni Loktuan, Sidrap dan Guntung, termasuk kawasan industri PT Kaltim Industrial Estate (KIE).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:53 WIB

Sah! Jokowi Lantik 17 Dubes Baru RI, Ada Nama Mantan Bos Kadin Hingga Jubir Presiden

Presiden Joko Widodo atau Jokowi secara resmi melantik 17 duta besar baru RI untuk 34 negara sahabat di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Anggota DPR Fraksi Gerindra Novita

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:52 WIB

Polemik Syarat Terbang PCR dari Mendagri! Novita DPR: Aturan ini Lahir Kenapa, Landasannya Apa?

Menyikapi Instruksi Menteri Dalam Negri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2 dan 1 di Jawa dan Bali, Novita Wijayanti selaku Anggota Komisi V mempertanyakan landasan aturan…

Budi Hikmat, Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management,

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:42 WIB

Surplus Neraca Perdagangan RI Perkuat Perekonomian Indonesia dan Kepercayaan Investor Asing

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesiakembali surplus US$ 4,37 miliar pada September 2021, sehingga secara akumulatif sembilan bulan tahun ini mencapai surplus sebesar…

Ilustrasi Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM)

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:40 WIB

Kemenkop UKM Diminta Komisi VI Evaluasi Penyaluran BPUM, Enggak Tepat Sasaran?

Anggota Komisi VI DPR RI Haeny Relawati Rini Widyastuti berharap agar Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) dapat menyalurkan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM)…

Anggota Komisi IX DPR RI drg. Putih Sari

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:31 WIB

Penumpang Pesawat Wajib PCR, DPR Cantik Ini Geleng-geleng! Makin Susut Covid-19 Kok Aturannya Makin Ribet

Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sati menyoroti soal kebijakan pemerintah yang mewajibkan tes PCR bagi penumpang pesawat.  Padahal diketahui sebelumnya syarat perjalanan udara cukup hasil tes…