Dukung Kebijakan Perpanjangan PPKM, Ini Aturan yang Diterapkan KAI

Oleh : Hariyanto | Rabu, 01 September 2021 - 09:50 WIB

Kereta Api Indonesia
Kereta Api Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah kembali memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 6 September 2021. Dalam rangka menekan penyebaran virus Covid-19, PT Kereta Api Indonesia (Persero) pun turut mendukung penuh kebijakan tersebut.

“Kami mendukung seluruh kebijakan yang diambil Pemerintah dalam penanganan Covid-19. Kami juga optimis pandemi Covid-19 akan segera bisa diatasi oleh Pemerintah, sehingga harapannya masa the new normal akan segera tiba dan layanan transportasi akan terus tumbuh,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus yang dikutip INDUSTRY.co.id, Rabu (1/9/2021).

Untuk membantu pemerintah dalam mempercepat terbentuknya herd immunity, KAI Group turut berkontribusi dengan menyediakan 25 stasiun untuk pelaksanaan vaksinasi gratis bagi pelanggan dan masyarakat. Pada periode 3 Juli s.d 30 Agustus 2021, total sebanyak 48.057 orang telah divaksin di stasiun.

KAI juga mendukung langkah pemerintah untuk menerapkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat perjalanan naik Kereta Api sehingga semakin meningkatkan keamanan para pelanggan. Saat ini KAI masih menunggu detail aturan dari Pemerintah untuk penerapannya di Kereta Api.

Meski demikian sejak 23 Juli 2021, KAI telah mengintegrasikan aplikasi Peduli Lindungi dengan sistem boarding KAI untuk membantu proses validasi dokumen kesehatan calon pelanggan dan memperlancar proses boarding.

KAI mencatat jumlah pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal pada periode 24-30 Agustus 2021 terdapat sebanyak 156.797 pelanggan, dengan rata-rata pelanggan harian sebanyak 22.400 pelanggan.

Terjadi pertumbuhan sebesar 20,7 % jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya yakni 17-23 Agustus 2021 dengan total volume sebesar 129.873 pelanggan atau rata-rata 18.553 pelanggan per hari.

"KAI secara konsisten menerapkan persyaratan perjalanan menggunakan Kereta Api secara ketat. Hanya yang sesuai persyaratan yang diperbolehkan untuk naik Kereta Api" tegas Joni.

Pada periode 24 s.d 30 Agustus, KAI telah menolak keberangkatan 2.474 calon pelanggan karena tidak sesuai persyaratan. Calon pelanggan yang ditolak tersebut mayoritas karena berusia di bawah 12 tahun, lalu tidak membawa surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/Rapid Test Antigen yang masih berlaku, serta tidak membawa kartu vaksin.

Adapun syarat naik Kereta Api Jarak Jauh dan KA Lokal mulai 31 Agustus 2021 masih belum berubah. KAI masih mengacu pada SE Kemenhub No 58 Th 2021 dan SE Satgas Penanganan Covid-19 No 17 Th 2021. Dimana syarat naik KA Jarak Jauh untuk level 3 dan level 4 tetap sama dan untuk penggunaan Surat Tugas atau sejenisnya bagi KA Lokal masih diberlakukan.

Berikut persyaratan perjalanan menggunakan KA Jarak Jauh:

1. Menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

2. Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

3. Pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan.

Syarat perjalanan menggunakan KA Lokal:

1. Hanya berlaku bagi pekerja di Sektor Esensial dan Sektor Kritikal yang dibuktikan dengan STRP atau Surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat atau Surat Tugas dari pimpinan perusahaan.

2. Pelanggan tidak diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksin dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen. Namun akan dilakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen secara acak kepada para pelanggan di stasiun.

“Syarat menggunakan KA Jarak Jauh dan KA Lokal sejauh ini masih tetap belum ada perubahan. Namun, kami siap mengikuti jika ada perubahan ketentuan dari pemerintah,” ujar Joni.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Artis Sarah Sova Gerak Cepat Beri Bantuan Korban Gunung Semeru Lumajang

Kamis, 09 Desember 2021 - 12:00 WIB

Artis Sarah Sova Gerak Cepat Beri Bantuan Korban Gunung Semeru Lumajang

Bencana alam meletusnya gunung Semeru yang meluluhlantakan warga kabupaten Lumajang, membuat masyarakat prihatin dan bersedih. Tak terkecuali artis Sarah Sova, sebagai bentuk prihatin ia bergegas…

Kamis, 09 Desember 2021 - 12:00 WIB

Artis Sarah Sova Gerak Cepat Beri Bantuan Korban Gunung Semeru Lumajang

Bencana alam meletusnya gunung Semeru yang meluluhlantakan warga kabupaten Lumajang, membuat masyarakat prihatin dan bersedih. Tak terkecuali artis Sarah Sova, sebagai bentuk prihatin ia bergegas…

Agen BRILink bertransaksi dengan nasabah

Kamis, 09 Desember 2021 - 11:59 WIB

Goks! Cetak 871 Juta Transaksi, Volume Transaksi BRILink Tembus Rp1.000 Triliun

Di tengah maraknya digitalisasi di sektor keuangan, peran AgenBRILink dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap diandalkan oleh masyarakat. AgenBRILink terus menjembatani masyarakat…

Ilustrasi Tambang Batu Bara PT Bukit Asam Tbk

Kamis, 09 Desember 2021 - 11:53 WIB

Top! PTBA dan INKA Gercep Kembangkan Kendaraan Tambang Berbasis Listrik

PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota dari holding BUMN pertambangan MIND ID, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Industri Kereta Api (Persero)/INKA untuk mengembangkan kendaraan tambang…

Wamendag Jerry Sambuaga

Kamis, 09 Desember 2021 - 11:48 WIB

Wamendag: Revitalisasi Pasar Rakyat Perkuat Pemulihan Ekonomi Nasional

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyatakan,salah satu strategi pemulihan nasional dilakukan dengan membangun dan merevitalisasi pasar rakyat.Pembangunan tidak hanya fisik tetapi juga…