Donasi Tabung dan Oksigen CropLife Indonesia untuk Saudara Sebangsa

Oleh : Hariyanto | Selasa, 17 Agustus 2021 - 18:45 WIB

Donasi Tabung dan Oksigen CropLife Indonesia untuk Saudara Sebangsa
Donasi Tabung dan Oksigen CropLife Indonesia untuk Saudara Sebangsa

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia sejak tahun lalu (2020) nyatanya belum usai. Indonesia saat ini tengah menghadapi pandemi gelombang kedua dengan masuk dan berkembangnya mutasi virus corona yang penyebarannya lebih cepat dari virus sebelumnya.

Berdasarkan data KPCPEN (Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional), sejak akhir Juni 2021 pasien Covid-19 terus meningkat tajam terutama di DKI Jakarta dan Pulau Jawa.

Varian virus baru sering menyebabkan penderita mengalami sesak nafas sehingga sangat diperlukan bantuan oksigen bagi pasien. Hal ini memberikan dampak berupa meningkatnya kebutuhan terhadap alat medis, terutama ketersediaan jumlah tabung oksigen.

Kelangkaan tabung oksigen dan sulitnya melakukan pengisian oksigen telah menjadi isyu penting sejak awal Juli 2021, tentunya hal ini patut menjadi perhatian bersama.

Melihat situasi terkini akan kebutuhan oksigen yang tinggi, serta sebagai bentuk kepedulian  CropLife Indonesia bersama-sama dengan anggota perusahannya (BASF, Bayer, Corteva, FMC, Nufarm dan Syngenta) mendukung upaya pemerintah mengatasi masalah tersebut, CropLife Indonesia dan beberapa kementerian teknis terkait  (Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup) bersinergi dalam upaya mendukung ketersediaan oksigen bagi pasien Covid-19, yakni dengan melakukan program Donasi untuk Saudara Sebangsa.

Donasi diberikan berupa 150 unit diserahkan secara simbolis oleh Agung Kurniawan selaku Direktur Eksekutif CropLife Indonesia kepada Dr. dr. Eka Jusup Singka, M.Sc. selaku Direktur Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat 13 Agustus 2021.

Mewakili Kementerian Kesehatan, Eka Jusup Singka menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada CropLife Indonesia atas kepeduliannya dalam membantu pemerintah mengatasi masalah kekurangan tabung oksigen medis akibat pandemi. 

"Donasi tabung secara fisik telah diterima pihak Kemenkes pada tanggal 21 Juli 2021 dan telah didistribusikan ke berbagai daerah yang membutuhkan. Bantuan seperti ini sangatlah membantu para pasien Covid-19 yang sangat membutuhkan bantuan oksigen," ujar Eka Jusup Singka yang dikutip INDUSTRY.co.id, Selasa (17/8/2021).

Direktur Eksekutif Agung Kurniawan mengatakan, CropLife Indonesia memang tidak bergerak di bidang Kesehatan. Namun CropLife Indonesia memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan, keamanan penggunaan dan keselamatan, hal tersebut terefleksi melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh CropLife Indonesia dan seluruh anggota perusahaannya. 

"Secara berkesinambungan CropLife selalu memberikan edukasi kepada petani, termasuk petani di Brebes, agar memakai APD (Alat Pelindung Diri) yang benar saat melakukan aplikasi produk perlindungan tanaman termasuk membangun kesadaran bagi para petani agar selalu mencuci tangan dan membersihkan diri setelah selesai melakukan aplikasi perlindungan tanaman," jelas Agung.

Donasi untuk Saudara Sebangsa ini juga terealisasi atas dukungan serta respon cepat dan tanggap dari beberapa pihak antara lain Mercy Corps dan beberapa distrubutor dalam penyediaan Tabung Oksigen yang ada (Samator, Lindee, Aneka Gas, PT. SUG, PT. SSB, PT. DAM dan ARC. Yayasan Pelayanan Masyarakat Indonesia).

Sekadar informasi, Kementerian Kesehatan menjabarkan di Indonesia kapasitas produksi oksigen per tahunnya mencapai 866.000 ton/tahun dengan utilisasi produksi 638.900 ribu per tahun, dengan komposisi 75% digunakan untuk industri dan hanya 25% yang dipakai medis.

Sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan oksigen untuk medis dilakukanlah konversi. Melalui konversi ini, maka jumlah oksigen yang bisa didapatkan untuk memenuhi kebutuhan nasional mencapai 575.000 ton. 

Berdasarkan data Kemenkes, saat ini total kebutuhan oksigen untuk perawatan intensif dan isolasi pasien COVID-19 mencapai 1.928 ton/hari, sementara kapasitas yang tersedia ada 2.262 ton/hari.  Dengan demikian, ditargetkan untuk wilayah Jawa-Bali bisa mensuplai oksigen sebanyak 2.262 ton/hari.
 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:53 WIB

Sah! Jokowi Lantik 17 Dubes Baru RI, Ada Nama Mantan Bos Kadin Hingga Jubir Presiden

Presiden Joko Widodo atau Jokowi secara resmi melantik 17 duta besar baru RI untuk 34 negara sahabat di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Anggota DPR Fraksi Gerindra Novita

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:52 WIB

Polemik Syarat Terbang PCR dari Mendagri! Novita DPR: Aturan ini Lahir Kenapa, Landasannya Apa?

Menyikapi Instruksi Menteri Dalam Negri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2 dan 1 di Jawa dan Bali, Novita Wijayanti selaku Anggota Komisi V mempertanyakan landasan aturan…

Budi Hikmat, Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management,

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:42 WIB

Surplus Neraca Perdagangan RI Perkuat Perekonomian Indonesia dan Kepercayaan Investor Asing

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesiakembali surplus US$ 4,37 miliar pada September 2021, sehingga secara akumulatif sembilan bulan tahun ini mencapai surplus sebesar…

Ilustrasi Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM)

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:40 WIB

Kemenkop UKM Diminta Komisi VI Evaluasi Penyaluran BPUM, Enggak Tepat Sasaran?

Anggota Komisi VI DPR RI Haeny Relawati Rini Widyastuti berharap agar Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) dapat menyalurkan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM)…

Anggota Komisi IX DPR RI drg. Putih Sari

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:31 WIB

Penumpang Pesawat Wajib PCR, DPR Cantik Ini Geleng-geleng! Makin Susut Covid-19 Kok Aturannya Makin Ribet

Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sati menyoroti soal kebijakan pemerintah yang mewajibkan tes PCR bagi penumpang pesawat.  Padahal diketahui sebelumnya syarat perjalanan udara cukup hasil tes…