Dear Pak Jokowi! Cash Flow Pengusaha Kian Menipis, Gelombang PHK Hantui Industri Dalam Negeri

Oleh : Ridwan | Rabu, 16 September 2020 - 09:45 WIB

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryadi Sukamdani (ist)
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryadi Sukamdani (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menyebut dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang makin ketat bakal berdampak lebih buruk dibanding PSBB tahap awal dari segi ekonomi. 

Kondisi ini akan berdampak buruk bagi kemampuan cashflow atau ‘napas’ dunia usaha.

"Karena saat ini modal kerja perusahaan menipis setelah PSBB pertama kemarin. Ini sebetulnya tahap pemulihan. Kalau seperti ini (PSBB) nantinya terjadi PHK (pemutusan hubungan kerja) kondisi yang makin drop lagi. Minus pertumbuhan ekonomi (triwulan III-2020), kita harus bisa maklumi bersama," kata Hariyadi di Jakarta (15/9/2020).

Ia menyebut dalam kondisi seperti ini, dimana bisnis perusahaan kian menurun, tidak mungkin menanggung biaya beban karyawan yang sangat besar. 

Haryadi memproyeksi dampak terburuk, karyawan tetap dilepas namun bukan dengan pesangon, melainkan pada karyawan kontrak dengan perjanjian kontak tertentu atau kontrak yang habis, namun tidak diperpanjang.

"Waktu masuk transisi, sudah mulai geliat pemulihan sehingga sudah berjalan. Kita mulai bayar karyawan kita, artinya karyawan punya daya beli lagi. Kalau ditutup lagi, hilang daya beli, ini akan berkepanjangan juga. PSBB berapa lama kita nggak tahu kondisi ke depan," jelasnya.

Dampak panjang ini juga yang menjadi perhatian industri ritel. Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta menyebut toko ritel bisa saja mengambil kemungkinan terburuk sekalipun masih diizinkan beroperasi pada masa PSBB yang lebih ketat.

Kemungkinan tersebut adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawan yang outlet yang sudah tidak memiliki potensi baik.

"Penutupan outlet dipilih biasanya (mempertimbangkan) apakah yang enam bulan atau satu tahun ini masih bertahan. Kalau dilihat kemampuan outlet tersebut nggak mampu bertahan dalam waktu satu tahun. itu biasa diamputasi sekalian. karena kenapa? untuk mempertahankan outlet-outlet kita yang masih bagus tersisa," sebutnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Marines Cycling Community Rutin Tingkatkan Imunitas Tubuh

Sabtu, 19 September 2020 - 06:00 WIB

Marines Cycling Community Rutin Tingkatkan Imunitas Tubuh

Marines Cycling Community (MCC) atau komunitas bersepeda Korps Marinir TNI AL dibawah pimpinan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) bersama-sama lawan Covid…

Sabtu, 19 September 2020 - 05:30 WIB

Atlet Dayung Korps Marinir Tinngkatkan Kemampuan Jelang Seleksi PON Papua

Pelatih dayung Marwiltim Sertu Marinir Ramijo mengatakan penjaringan atlet ini sangat penting untuk kaderisasi dan regenerasi dalam meningkatkan prestasi pedayung agar tidak kehabisan stok.…

Patroli Kewaspadaan Sungai dan Rawa Oleh Prajurit Yonif 5 Marinir Malang

Sabtu, 19 September 2020 - 05:00 WIB

Patroli Kewaspadaan Sungai dan Rawa Oleh Prajurit Yonif 5 Marinir Malang

Kegiatan latihan yang dipimpin Komandan Kompi Latihan Jaguar Yonif 5 Marinir Letda Marinir Mardian tersebut merupakan program pembinaan yang dilaksanakan Brigif 2 Marinir yaitu latihan Satuan…

Komandan Kavaleri 2 Mar Impin Pasukan dan Material Tempur

Sabtu, 19 September 2020 - 04:30 WIB

Komandan Kavaleri 2 Mar Impin Pasukan dan Material Tempur

Apel gelar pasukan dan material tempur melibatkan semua unsur latihan baik pelaku, pengawas dan pengendali latihan dari jajaran Kavaleri maupun pendukung latihan yaitu dari Yontaifib 2 Mar sebagai…

Batalyon Roket 2 Marinir Surabya Laksanakan Gun Drill

Sabtu, 19 September 2020 - 04:00 WIB

Batalyon Roket 2 Marinir Surabya Laksanakan Gun Drill

Guna menghadapi Latihan Satuan Lanjutan I (LSL I) TW II tahun 2020 prajurit Batalyon Roket 2 Marinir melaksanakan latihan Gun Drill dengan material 1 (satu) pucuk MLRS Vampire dan 1 (satu) RM…