INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 mendatang berada pada kisaran 4,5 hingga 5,5 persen.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam pemaparannya di depan anggota komisi XI DPR menjelaskan pertumbuhan ekonomi 2020 yang mengalami beberapa kali koreksi ke bawah akibat pandemi Covid-19 menjadi salah satunya.
Terakhir, Pemerintah mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 pada kisaran -1,1 persen hingga -0,2 persen.
menurutnya, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi pada rentang 4,5-5,5 persen tahun depan, Sri Mulyani menilai hal itu sangat bergantung keberhasilan penanganan Covid-19, akselerasi reformasi, dukungan ekspansi fiskal, dan pertumbuhan ekonomi global.
Selain itu, disebut Sri Meulyani, selain proyeksi Pemerintah, sejumlah lembaga internasional juga memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2021 mengalami pertumbuhan positif.
Bahkan, IMF memproyeksikan pertumbuhan Indonesia sebesar 6,1 persen, serta Bank Dunia 4,8 persen dan IDB 5,3 persen. Terkait inflasi, Pemerintah optimis inflasi pada tahun depan masih pada kisaran 3 persen. Sementara tingkat suku bunga SBN 10 tahun diestimasikan sekitar 7,29 persen pada 2021.
Sedangkan, nilai tukar Rupiah hingga Agustus 2020 cenderung bergerak stabil dan di tahun 2021 diperkirakan berada pada kisaran Rp 14.600 per dollar AS.
“Semua prediksi ini sangat tergantung pada keberhasilan penanganan Covid-19, dukungan ekspansi fiskal tahun depan yang masih akan cukup bisa suportif, dan adanya reform yang bisa mengembalikan confidence maupun meningkatkan produktivitas dan iklim investasi. Langkah yang sudah dilakukan Pemerintah tahun 2020 ini dalam rangka menghadapi Covid selama ini cukup baik dikomunikasikan kepada seluruh stakeholder. Secara politik kami berterima kasih kepada Komisi XI, juga Badan Anggaran yang sangat clear dan positif,” ungkap Menkeu di gedung DPR (2/9)
Pada Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Gubernur Bank Indonesia, dan Kepala Badan Pusat Statistik tersebut, sejumlah anggota dewan yang hadir menyatakan bahwa target tersebut tak akan mudah dicapai.
Sejumlah catatan kritis terkait pembahasan asumsi makro dalam Rancangan APBN Tahun 2021 juga dilontarkan oleh para anggota komisi XI.
“Mengingatkan kembali bahwa kita berada dalam situasi extraordinary, sehingga keranga asumsi dasar harus diproyeksikan dalam kondisi ketidakpastian dan dalam kondisi penuh volatilitas," kata Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Gerindra Kamrussamad.
"Target pertumbuhan ekonomi kita 4,5 sampai 5,5 tentu ini sesuatu yang tidak mudah, berdasarkan pengalaman kita di tahun 2020 ini pemerintah sudah beberapa kali melakukan perubahan postur APBN karena adaptasi terhadap situasi," tegasnya.
Perlu diketahui, sebelumnya, angka pertumbuhan ekonomi pada Kuartal II-2020 terkontraksi ke level minus 5,32. Jika Kuartal III-2020 masih dalam kisaran negatif, maka Indonesia sudah resmi masuk dalam jurang resesi.