Serapan Anggaran Kemenhub dan PUPR Dibawah 50 Persen Tuai Kritik DPR

Oleh : Krishna Anindyo | Selasa, 01 September 2020 - 11:45 WIB

Anggota Komisi V DPR RI - Irwan Fecho (Photo by Parlementaria Terkini - DPR)
Anggota Komisi V DPR RI - Irwan Fecho (Photo by Parlementaria Terkini - DPR)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho menyoroti rendahnya penyerapan anggaran Pemerintah dari sisi Kementerian/Lembaga dalam kaitan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Khususnya, mitra kerja Komisi V DPR RI, yaitu Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang serapan anggarannya masih di bawah 50 persen.

Penilaian itu berdasarkan laporan serapan anggaran Kemenhub di angka 46,2 persen Kementerian PUPR di angka 48 persen.

Hal itu dipaparkan Irwan saat mengikuti Raker Komisi V DPR RI dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menhub Budi Karya Sumadi dan Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2020).

“Namun demikian, Kementerian Desa PDTT cukup baik serapannya mencapai 55 persen. Ini menjadi sangat penting, di tengah situasi ekonomi saat-saat ini tentu penyerapan anggaran yang maksimal tentu dapat membantu Pemerintah untuk bisa menghindari dampak-dampak dari resesi ekonomi atau situasi ekonomi yang masih minus,” ujar Irwan melalui keterangan yang diterima redaksi pada Selasa (1/9).

Selain itu, politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut menekankan agar Kementerian PUPR, Kemenhub dan Kementerian Desa PDTT betul-betul mengoptimalisasi program padat karya.

“Terutama, tujuannya untuk membantu masyarakat-masyarakat desa terutama di berbagai daerah Indonesia,” ungkap Irwan.

“Program padat karya sepertinya masih rendah dari data yang disampaikan. Seperti contohnya Kemenhub, di Ditjen Perhubungan Darat per 31 Agustus baru Rp 1,4 triliun dari target serapan Rp 7 triliun. Jadi, sangat kecil persentase realisasinya. Ini baru di Ditjen Perhubungan Darat, belum Ditjen-Ditjen lainnya,” ingat Irwan.

Terkait hal itu, Irwan kembali menegaskan secara spesifik kepada Kementerian PUPR untuk lebih memaksimalkan perhatian terhadap program padat karya.

Mengingat, ungkap Irwan, program padat karya seperti program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) khususnya di wilayah Kalimantan Timur masih terbilang tertinggal dimana baru mencapai persentase 30 persen.

“Program ‘Kotaku’ masih tertinggal 30 persen di Kaltim. Mudah-mudahan, ini bisa didorong karena program padat karya sudah terbukti sangat membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Kami sangat mengapresiasi kinerja-kinerja Kementerian, mudah-mudahan pada tahun 2020 ini hingga tahun 2021 kedepan bisa meningkat lagi,” pungkas legislator dapil Kaltim itu.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Kamis, 26 Mei 2022 - 18:00 WIB

Ketua MPR RI Hadiri Pernikahan Ketua MK dengan Idayati

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo turut bahagia atas kelancaran prosesi pernikahan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dengan adik kandung Presiden…

Presiden Jokowi

Kamis, 26 Mei 2022 - 17:19 WIB

Pandemi Melandai, Presiden Jokowi Harap Aktivitas Seni dan Budaya Bangkit

Presiden Joko Widodo berharap melandainya pandemi menjadi momentum aktivitas seni dan budaya untuk bangkit kembali setelah terhenti selama dua tahun. Pernyataan ini disampaikan Presiden setelah…

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Anindya Bakrie saat berfoto bersama Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:30 WIB

Bertemu Menteri Investasi Inggris, Bahlil Pastikan Kerja Sama RI-Inggris Bakal Diteken pada KTT G20 di Bali

Di sela kunjungan kerjanya ke Davos, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone kemarin siang (25/5)…

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H. Maming

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:00 WIB

Ini Kontribusi 50 Tahun HIPMI untuk Indonesia Menuju Era Keemasan

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sedang menuju era keemasan yang tahun ini akan menginjak usia 50 tahun. Anggota HIPMI di seluruh Indonesia akan tetap berjuang untuk membangun ekonomi…

Mentan SYL menyaksikan Porang yang akan diolah

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:52 WIB

Kementan Dukung Investor Bangun Pabrik Olahan Porang Skala Besar di Lombok Barat

Pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen mulai dibangun di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.