INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai wajar jika saat ini anggaran Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto sangat besar, pasalnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) harus melakukan pengadaan alat utama sistem pertahanan alias alutsista.

"Menteri Pertahanan apakah penting untuk membuat alutsista kita kuat? Iya penting," ujar Sri Mulyani seperti dikutip dari detik, Senin (20/7/2020).

Di tahun ini, Menhan Prabowo memang dititipkan anggaran yang cukup besar yakni sebesar Rp127,35 triliun. Ini merupakan anggaran kementerian/lembaga (K/L) paling besar. Anggaran ini melampaui anggaran milik Kementerian PUPR sebesar Rp120,2 triliun dan Polri Rp90,3 triliun, dalam daftar 3 teratas K/L dengan anggaran terbesar di tahun 2020.

Dengan dana tersebut, Prabowo akan membiayai program prioritas Kemhan mulai dari peningkatan kekuatan pertahanan, modernisasi alutsista/non alutsista dan profesionalisme prajurit. Serta kesiapan operasi matra darat, laut dan udara maupun secara integratif.

Belanja alutsista menjadi fokus anggaran Prabowo dengan bagian paling besar, mencapai Rp 14, 53 triliun. Juru Bicara Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan fokus anggaran alutsista adalah pengadaan pesawat tempur di tahun ini. Danhil juga mengatakan pemerintah fokus mencari radar.

"Beliau (Prabowo) fokus pada pesawat tempur. Kemudian soal kapal perang yang juga radar karena yang paling urgent di kita hari ini dan menurut Pak Prabowo itu penting adalah radar," jelas Dahnil.

Kemudian, menurut Dahnil, Kemhan pun akan menaruh konsentrasi penuh di industri peluru yang sebelumnya hanya bisa dipenuhi 450 juta peluru dari target 1 miliar per tahun.

Menhan Prabowo juga menganggarkan dana untuk pemeliharaan dan perawatan untuk Alpung, KRI, Kal, Ranpur/Rantis darat sebanyak 143 unit sebesar Rp 3,19 triliun. Sementara itu, pemeliharaan/perawatan pesawat, senjata & almatsus lainnya sebanyak 228 unit sebesar Rp 5,10 triliun.

Dengan anggaran yang besar, Prabowo akan melakukan pengadaan alutsista untuk menambah kekuatan negara. Yang terbaru, Prabowo membeli alutsista berupa kendaraan taktis alias rantis dari Pindad senilai Rp 300.

Bukan hanya belanja rantis Maung dari Pindad, Prabowo sebelumnya juga  sudah membeli 4 miliar amunisi kaliber kecil produksi Pindad. Selain itu, Prabowo juga telah memesan 25 ribu pucuk senjata laras panjang dan pendek.