INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) membukukan laba bersih Rp 430,98 miliar hingga September 2026.
Pendapatan bunga bersih (NII) menjadi penopang utama dengan total Rp 1,69 triliun, naik konsisten setiap kuartal dari Rp 548,14 miliar di kuartal I, Rp 562,55 miliar di kuartal II, menjadi Rp 576,04 miliar di kuartal III.
Fee based income juga tumbuh 5,67 persen menjadi Rp 90,55 miliar.
Pjs Direktur Utama BNC Adrian Soewardjo menjelaskan, capaian laba tersebut mencerminkan fundamental yang semakin solid.
"Stabilnya raihan laba hingga akhir kuartal III ini merupakan pencapaian yang menggembirakan. Namun yang lebih penting adalah kualitas fundamental bisnis yang semakin baik. Kami terus mempertahankan profitabilitas, meningkatkan efisiensi, dan menjaga kualitas aset," ujar Adrian, dikutip Selasa (3/11/2026).
Dari sisi neraca, aset tercatat Rp 17,19 triliun dengan DPK Rp 11,86 triliun. CASA naik 1,33 persen ke Rp 3,92 triliun dengan rasio 33,05 persen. Kredit tersalur Rp 6,73 triliun dengan pendekatan selektif.
Efisiensi membaik dengan BOPO turun ke 81,77 persen dan CIR ke 31,45 persen. NPL gross membaik ke 2,78 persen dengan NPL nett 0,27 persen.
Permodalan solid dengan CAR 53,40 persen dan modal inti Rp 4,35 triliun, tumbuh 10,41 persen secara tahunan. NIM tercatat 14,30 persen.