Komitmen Dexa Group Bantu Kurangi Ketergantungan Impor Bahan Baku Obat di Indonesia

Oleh : Ridwan | Kamis, 09 Januari 2020 - 19:05 WIB

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN), Bambang P.S. Brodjonegoro saat mengunjungi Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN), Bambang P.S. Brodjonegoro saat mengunjungi Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Hilirisasi hasil riset Dexa Group berupa Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang berdaya saing tinggi telah banyak diresepkan oleh para dokter untuk pasien di Indonesia. Obat ini juga telah diekspor ke empat benua di Afrika, Amerika, Asia, dan Eropa.

Meskipun demikian, produk hilirisasi hasil riset Dexa Group sejak tahun 2011 dan telah menghasilkan sedikitnya 18 obat bernomor izin edar Fitofarmaka ini perlu lebih ditingkatkan penggunaannya, khususnya bagi pengguna di fasilitas kesehatan formal.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) Dexa Group, pada Rabu, 8 Januari 2020, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN), Bambang P.S. Brodjonegoro, mengatakan bahwa Kementerian Riset dan Teknologi RI mengapresiasi Dexa Group yang telah mengupayakan penelitian dan pengembangan produk farmasi untuk menjadi produk yang bertaraf internasional dengan keunggulan yang inovatif dan berdaya saing, serta membawa kemajuan bagi Indonesia.

Menurut Bambang, langkah ini merupakan wujud hilirisasi industri seperti yang diharapkan oleh pemerintah. 

"Saya melihat Dexa Group telah menghasilkan produk riset dan teknologi yang inovatif berbahan baku keanekaragaman sumber daya biodiversitas asli Indonesia. Tentunya ini menjadi peran pemerintah untuk membantu hilirisasi industri agar makin banyak dikonsumsi. Dalam hal ini, kami akan mengusulkan penggunaan obat-obatan Fitofarmaka di program kesehatan Pemerintah JKN," kata Bambang dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Pimpinan Dexa Group, Ferry Soetikno, mengemukakan bahwa salah satu peran Dexa Group sebagai industri farmasi adalah mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan kemandirian bahan baku obat-obatan melalui penelitian dan pengembangan produk obat modern asli Indonesia (OMAI) yang dilakukan di DLBS.

Sementara itu, menurut Executive Director DLBS, Raymond Tjandrawinata, DLBS sebagai organisasi riset bahan alam hingga saat ini telah meneliti dan memproduksi bahan baku aktif obat herbal. Upaya ini sebagai langkah mendorong kemandirian bahan baku obat nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia karena memberdayakan para petani hingga ke distributor.

"Melalui DLBS, Dexa Group melakukan kegiatan riset di tingkat hulu dengan mengembangkan sediaan farmasi dan memproduksi Active Pharmaceutical Ingredients (API) yang berasal dari makhluk hidup. Di tingkat hilir, inovasi pengembangan dari DLBS ini menghasilkan 18 produk berizin edar Fitofarmaka dari 26 produk berizin edar Fitofarmaka di Indonesia," kata Raymond.

Lebih lanjut, kata Raymond, bersama ratusan saintis, DLBS telah menghasilkan OMAI di antaranya Inlacin yakni produk obat diabetes Fitofarmaka berbahan baku bungur dan kayu manis yang telah diekspor ke Kamboja dan Filipina. Selain itu, produk Fitofarmaka lainnya adalah Redacid berbahan baku kayu manis yang bermanfaat untuk mengatasi gangguan lambung.

Produk OMAI penemuan DLBS lainnya adalah Inbumin berbahan baku ikan gabus yang bermanfat untuk membantu proses penyembuhan luka dan Disolf berbahan baku cacing tanah yang bermanfaat untuk memperlancar peredaran darah, serta rangkaian Herba Family seperti HerbaKOF untuk obat batuk, HerbaCOLD untuk Flu, HerbaPAIN untuk sakit kepala dan nyeri otot, dan HerbaVOMITZ untuk gangguan lambung.

Saat ini, kegiatan litbang di DLBS sudah diakreditasi secara independen oleh auditor KNAPPP (Kemenristek BRIN) dan AAALAC (Association for Assessment and Acreditation of Laboratory Animal Care International).

Sedikitnya ada 50 produk inovasi dan ratusan publikasi ilmiah yang telah dilakukan DLBS terkait kegiatan litbang selama empat tahun terakhir. Selain itu, sekitar 42 hak paten terkait produk riset yang telah didaftarkan di sejumlah negara yakni Indonesia, Amerika, Eropa, Australia, Korea Selatan, dan Jepang.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Prijono Sugiharto Dirut Astra Internasional

Jumat, 21 Februari 2020 - 22:01 WIB

Prijono Bos Astra: 63 Tahun Astra Kobarkan Gerakan Kurangi Plastik

Kami mengajak seluruh karyawan Astra dan masyarakat luas untuk semakin peduli tentang bahaya sampah plastik sekali pakai. Melalui partisipasi manajemen, karyawan, dan masyarakat, kami berharap…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika menghadiri peresmian fasilitas produksi viscose rayon PT Asia Pacific Rayon (APR) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau

Jumat, 21 Februari 2020 - 20:30 WIB

Bahan Baku Terpenuhi, Menperin Genjot Industri TPT Nasional

Industri tekstil dan produk tesktil (TPT) diyakini akan semakin tumbuh berkembang dengan ketersediaan bahan baku dari dalam negeri.

Samsung Galaxy Z Flip

Jumat, 21 Februari 2020 - 19:29 WIB

Samsung Kenalkan Smartphone Layar Lipat Terbaru, Galaxy Z Flip

Saat dilipat, Galaxy Z Flip tampil nyaman dalam genggaman, serta mudah disimpan. Ketika dibuka, layar berukuran hampir dua kali lipat – menampilkan layar 6.7 inci.

Kerjasama Penyediaan Produk Beton dan Jasa Konstruksi untuk Pembangunan dan Pemeliharaan Bangunan serta Fasilitas Pendukung di Area Bandara

Jumat, 21 Februari 2020 - 19:22 WIB

Angkasa Pura Properti dan Waskita Beton PrecastTandatangani Kerjasama Pembangunan dan Pemeliharaan Area Bandara

Jakarta-Sinergi anak usaha BUMN dalam pembangunan dan pemeliharaan area bandar udara dilakukan oleh PT Angkasa Pura Properti, anak usaha dari pengelola bandara PT Angkasa Pura I (Persero), dan…

realme C3

Jumat, 21 Februari 2020 - 19:07 WIB

realme Resmi Meluncurkan realme C3 Triple Camera Game Monster di Indonesia

realme C3 menghadirkan pengaturan kamera belakang 12MP + 2MP + 2MP. Kamera utama 12MP-nya memiliki aperture besar F/1.8 dan ukuran piksel 1,25μm yang besar. Konfigurasi kamera tersebut dapat…