HIPMI: Warning Kabinet Baru, Pidato Presiden Economy First

Oleh : Herry Barus | Senin, 21 Oktober 2019 - 06:00 WIB

Mardani H Maming
Mardani H Maming

INDUSTRY.co.id - Jakarta—Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Mardani H Maming mengapresiasi pidato perdana Joko Widodo sebagai Presiden 2019-2024. Mardani mengatakan, pidato tersebut lebih tepat ditujukan untuk tim ekonomi kabinet baru.

“Dari HIPMI kita apresiasi. Sebab hampir seluruh pidato isinya ekonomi. Intinya Presiden ingin sampaikan ‘economy first-lah kira-kira ,” ujar Mardani H Maming dalam keterangannya hari ini di Jakarta menanggapi Pidato Pelantikan Jokowi-Maaruf Amin di Gedung MPR-DPR-RI.

Maming mengatakan, pidato kenegaraan ini sangat mengejutkan. Sebab, Presiden tidak berbicara sama sekali soal tantangan lainnya yang tidak kalah serius seperti masalah, pendidikan, idiologi, keamanan, politik dan sebagainya. Dari awal pidato hingga akhir, Jokowi berbicara soal tantangan perekonomian dengan terminologi dan ilustrasi yang milenial sekali. “Lebih tepatnya soal daya saing birokrasi, Produk Domestik Bruto, inovasi, produktifitas, SDM, regulasi dan transformasi ekonomi nasional,” pungkas Maming.

Maming mengatakan, pidato Jokowi tersebut lebih ditujukan kepada tim ekonomi kabinet kerja jilid 2 yang akan diumumkan, besok, Senin (21/10/2019). “Pandangan kami, pidato tersebut lebih ditujukan kepada kabinet kerja jilid 2 yang akan diumumkan besok. Khususnya tim ekonomi. Meskipun disampaikan di forum sidang MPR,” papar Maming.

Maming mengatakan, economy first ini sangat penting menurut Presiden. Sebab, tekanan ekonomi global akibat perang dagang yang menghangat diantara negara-negara besar sekaligus merupakan tujuan utama ekspor nasional. “Jadi ini warning dari Presiden, agar kabinet baru nantinya paradigmanya sama dengan Presiden. Jangan sampai menteri-menteri baru, utamanya  menteri-menteri ekonomi malah punya paradigmanya sendiri-sendiri. Presiden ingin lari kencang, jangan sampai menterinya sibuk ngerem,” ucap Maming.

Maming memberi contoh, dalam pidato tersebut semangat relaksasi dan debirokratisasi sangat tinggi. Presiden misalnya mengatakan, menyederhanakan regulasi dan akan memangkas regulasi yang tidak perlu. Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang besar. Pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Kedua, UU Pemberdayaan UMKM.

Maming berharap semangat deregulasi ini tidak dijawab oleh kabinet berikut dengan menambah regulasi yang mempersulit dunia usaha. Dia mengatakan, salah satu alasan ekonomi pada periode sebelumnya hanya tumbuh disekitar 5 persenan secara tahunan, disebabkan beberapa kementerian malah menambah regulasi baru yang menjadi disinsentif bagi dunia usaha. Akibatnya, private sector susah berkembang. “Tidak usah kita sebutkan kementeriannya. Tapi hasilnya jelas. Target-target susah tercapai. Sebab ada reregulasi yang bertentangan dengan paket-paket kebijakan Presiden,” papar Maming.

Maming mengucapkan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maaruf Amin. “BPP HIPMI akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun perekonomian nasional yang berkeadilan dan sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” ucap Maming

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank Bukopin (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 15 November 2019 - 10:57 WIB

Bank Bukopin Gelar Program Buy 1 Get 1 Nonton Charlie’s Angels

Denpasar – Bank Bukopin hari ini menggelar program nonton bareng (Nobar) film ‘Charlie’s Angels’ di 7 kota dengan promo Buy 1 Get 1 (senilai Rp1,-) untuk pembayaran menggunakan aplikasi…

Jalan Margonda Depok

Jumat, 15 November 2019 - 10:05 WIB

Tahun Depan, Jalan Margonda, Daan Mogot dan Kalimalang Bakal Berbayar

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menerapkan sistem jalan berbayar  atau electronic road pricing (ERP) pada tahun 2020. Pada tahap awal, jalan berbayar akan diterapkan…

Ilustrasi obligasi

Jumat, 15 November 2019 - 08:33 WIB

Ini Analisa Pasar Obligasi Akhir Pekan

Pasar obligasi cenderung terjaga yang akan bergerak hari ini meskipun melemah. Investor bisa memanfaatkan situasi ini terhadap obligasi.

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 15 November 2019 - 08:17 WIB

Ini Tujuh Saham Pilihan Hari Ini

Jakarta - Pergerakan IHSG terlihat sedang menguji support level, namun peluang kenaikan IHSG masih cukup besar. IHSG akan berada di level 6024 - 6202.

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 15 November 2019 - 08:10 WIB

IHSG Cenderung Tertekan Hari Ini

Jakarta - IHSG melemah menyentuh kembali -2 Standart Deviasi Regresi trend dan break out lower bollinger band dengan indikator Stochastic dan RSI yang kembali bergerak pada area oversold. Indikator…