INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Masjid Istiqlal, Jakarta, saat sekitar 1.000 jemaah berkumpul dalam rangkaian Manasik Akbar sekaligus Milad ke-23 Jannah Firdaus Tour & Travel pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi Jannah Firdaus untuk merayakan perjalanan panjang selama lebih dari dua dekade sekaligus mempererat silaturahmi dengan para jemaah yang dijadwalkan menunaikan ibadah umrah pada periode Oktober, November, dan Desember.

Jajaran manajemen, tokoh agama, para pemateri, mitra, serta jemaah dari berbagai daerah turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh suka cita tersebut.

Direktur Jannah Firdaus Tour & Travel, Rahmat Syam, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Manasik Akbar dan Milad ke-23 tersebut.

“Alhamdulillah dan selalu bersyukur ke hadirat Allah SWT, acara Manasik Akbar dan Milad ke-23 Jannah Firdaus Tour & Travel ini bisa terlaksana. Senang sekali rasanya kami bisa bersama dengan seluruh jemaah yang mulai berangkat Oktober, November, dan Desember," ujar Rahmat Syam.

Ketangguhan dan Pertumbuhan Pasca Pandemi

Dua puluh tiga tahun perjalanan bukanlah waktu yang singkat. Berbagai tantangan telah dilewati Jannah Firdaus, termasuk pandemi COVID-19 yang sempat menghentikan aktivitas perjalanan ibadah dan pariwisata di berbagai negara.

Di tengah situasi tersebut, perusahaan mengklaim tetap berupaya mempertahankan komitmen pelayanan kepada jemaah.

Pada Januari 2022, ketika keberangkatan umrah dari Indonesia kembali dibuka dengan berbagai protokol kesehatan, Jannah Firdaus menyebut dirinya sebagai salah satu travel pertama yang memberangkatkan jemaah dari Indonesia, dengan jumlah 109 jemaah.

Perjalanan tersebut kemudian berlanjut pada musim haji 2022 atau 1443 Hijriah. Setelah penyelenggaraan haji sempat terhenti selama dua tahun pada 2020 dan 2021, Jannah Firdaus kembali memberangkatkan 73 jemaah haji khusus.

Pengalaman melewati masa pandemi menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam membangun kembali kepercayaan dan pelayanan perjalanan ibadah bagi masyarakat.

Mengusung Konsep "The Best Travel"

Memasuki usia ke-23 tahun, Jannah Firdaus kembali menegaskan tagline “The Best Travel” sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan perjalanan ibadah yang diklaim mengutamakan kualitas, kenyamanan, dan transparansi.

Beragam pilihan paket ditawarkan untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan. Perusahaan juga memperkenalkan sejumlah fasilitas dan layanan tambahan, mulai dari paket ekonomis dengan lokasi hotel yang relatif dekat hingga pilihan paket premium dengan fasilitas penerbangan dan akomodasi yang lebih lengkap.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah fasilitas kunjungan ke Museum Clock Tower di Jamarat Tower bagi jemaah yang mengambil paket tertentu.

Layanan juga dirancang secara menyeluruh sejak jemaah berada di Tanah Air. Mulai dari fasilitas lounge bandara, pemantapan manasik, pengantaran koper hingga ke kamar hotel, hingga penanganan bagasi pada saat keberangkatan maupun kepulangan.

Memiliki Hotel Sendiri di Makkah

Langkah pengembangan infrastruktur menjadi bagian lain dari perjalanan Jannah Firdaus.

Perusahaan menyebut telah memiliki akomodasi sendiri di Makkah melalui JF Ajyad Hotel Makkah. Keberadaan hotel tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung kebutuhan akomodasi jemaah selama berada di Tanah Suci.

CEO Global Countries Jannah Firdaus, Wael Achmed, mengatakan pengembangan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari visi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Alhamdulillah kita travel pertama di Indonesia yang punya hotel sendiri di Makkah. Target dan mimpi kita ke depan insya-Allah punya hotel sendiri di Madinah dan pesawat sendiri untuk melayani jemaah," kata Wael Achmed.

Selain pengembangan hotel, Jannah Firdaus juga meluncurkan pilihan paket umrah Tahun Baru 1449 H dengan harga yang disebut mulai dari Rp22 juta hingga paket premium sekitar Rp35 juta.

Perusahaan juga menyatakan layanan tersebut diarahkan untuk berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak-anak dan jemaah lanjut usia.

“Kami memfasilitasi semua kalangan, termasuk ramah lansia dan anak-anak. Fokus kami adalah memberikan pelayanan terbaik (The Best Travel) dengan transparansi dan harga terbaik bagi masyarakat,” jelas Rahmat.

Masjid sebagai Titik Awal Peradaban

Dalam kesempatan tersebut, Wael Achmed juga mengajak para jemaah melihat kembali posisi masjid dalam sejarah perkembangan Islam.

Menurutnya, masjid memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran, pembentukan karakter, dan pusat kehidupan umat.

“Semua sudah tahu, Islam dimulai dari masjid, dari Masjid Rasulullah sallallahu alaihi wasallam," ujar Wael Achmed.

Ia mengingatkan bahwa sejarah Islam tidak hanya berbicara mengenai perjalanan fisik, tetapi juga tentang proses membangun umat melalui ilmu, ketakwaan, dan kebersamaan.

Achmed juga menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat Muslim Indonesia yang menjadi salah satu fokus utama pelayanan Jannah Firdaus.

“Visi-misi kami dari awal adalah untuk membantu dan memberikan pelayanan terbaik bagi umat muslim Indonesia, karena masyarakat Indonesia adalah orang-orang baik yang layak mendapatkan pelayanan terbaik, baik selama di Tanah Air maupun di Tanah Suci," katanya.

Pesan tentang Integritas Bisnis Ibadah

Manasik Akbar tersebut juga menghadirkan Syekh Muhammad Jaber. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa penyelenggaraan perjalanan haji dan umrah tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga membawa amanah pelayanan kepada jemaah.

Pesan tersebut dinilai relevan di tengah kebutuhan masyarakat terhadap penyelenggara perjalanan ibadah yang dapat menjaga kepercayaan.

“Bisnis travel haji dan umrah jangan cuma cari keuntungan semata, melainkan niatkan melayani jemaah sesuai perjanjian. Di dalam pelayanan yang jujur ada pahala dan kebaikan,” pesan Syekh Muhammad Jaber.

Bagi Jannah Firdaus, amanah pelayanan tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan memasuki usia ke-23 tahun.

Menatap Perjalanan Berikutnya

Tidak berhenti pada pengembangan hotel di Makkah, Jannah Firdaus juga mengungkapkan sejumlah rencana jangka panjang. Selain membangun akomodasi sendiri di Madinah dan mewujudkan mimpi memiliki armada pesawat sendiri, perusahaan tengah berdiskusi dengan pengelola Masjid Istiqlal mengenai rencana penyelenggaraan manasik gratis secara rutin setiap bulan.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan perjalanan ibadah haji dan umrah.

Rangkaian Manasik Akbar dan Milad ke-23 akhirnya ditutup dengan doa bersama dan suasana penuh keakraban. Para jemaah berharap perjalanan menuju Tanah Suci dapat berlangsung lancar dan ibadah yang dijalankan memperoleh kemabruran.

Bagi Jannah Firdaus, perayaan 23 tahun bukan sekadar penanda perjalanan waktu, melainkan momentum untuk menegaskan kembali komitmen perusahaan dalam membangun pelayanan perjalanan ibadah yang terus berkembang di tengah kebutuhan masyarakat Muslim Indonesia.