INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Presiden RI Prabowo Subianto melakukan perombakan Kabinet Merah Putih dalam reshuffle yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Dalam perombakan tersebut, sejumlah menteri, wakil menteri, serta pejabat di sejumlah lembaga negara mengalami pergantian. Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104/P/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri negara, serta Keppres Nomor 105/P/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Salah satu perubahan terjadi pada posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Pratikno digantikan oleh Sugiono yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri.

Posisi Menteri Luar Negeri yang ditinggalkan Sugiono kemudian dipercayakan kepada Arrmanatha Nasir. Sementara itu, Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sedangkan Dudung Abdurachman dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Perubahan juga terjadi di Kementerian Perindustrian. M. Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian.

Di jajaran wakil menteri, Drajat Hari Wibowo ditunjuk sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Posisi Wakil Menteri Keuangan diisi Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman.

Prabowo juga menunjuk Muhamad Soleh Mustofa sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.

Perombakan turut menyentuh struktur pemerintahan di lingkungan Istana. Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya menjabat Kapolri kini dipercaya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Untuk posisi Kepala Badan Reforma Agraria Nasional, Prabowo menunjuk Dedi Prasetyo. Sementara Fadil Imran dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pantai Utara Jawa dan Arianto Wibowo sebagai Wakil Kepala BPKP.

Di Ombudsman RI, Nuzran Joher dilantik sebagai Ketua Ombudsman, sedangkan Radyan Sam menjadi anggota Ombudsman.

Pergantian juga terjadi di tubuh Polri. Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo. Adapun posisi Wakapolri dipercayakan kepada Wahyu Hadiningrat.

Rangkaian pelantikan tersebut menandai perubahan sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk di jajaran kementerian, lembaga negara, lingkungan Istana, hingga kepemimpinan Polri.