Highlights
- LPG bersubsidi 3 kg tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, tidak naik hingga akhir 2026
- Bright Gas 5,5 kg Rp107.000 dan 12 kg Rp230.000/tabung, tidak berubah dari September
- Henry Hub naik 3,05% ke US$3,04/MMBtu, pulih dari koreksi pekan lalu
- TTF Eropa turun ke sekitar US$818/1.000 m3 dari US$860, pasokan LNG membaik
- JKM Asia naik ke US$25,78/MMBtu, kompetisi LNG Eropa-Asia tetap ketat
Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF Eropa | JKM Asia | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ
Harga LPG Subsidi Hari Ini 3 Oktober 2026
Harga LPG 3 kg hari ini, Jumat (03/10/2026), tetap tidak mengalami perubahan. Kementerian ESDM memastikan harga LPG bersubsidi tabung 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar) tetap stabil.
| Jenis LPG | Harga di Pangkalan | Harga di Pengecer | Keterangan |
|---|---|---|---|
| LPG 3 kg (Subsidi) | Rp19.000 | Rp22.000 | Tetap (HET) |
Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina tetap Rp19.000 per tabung. Di tingkat pengecer, harga mencapai Rp22.000 per tabung sudah termasuk ongkos kirim. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan jaminan takaran.
Harga LPG Non-Subsidi (Bright Gas)
PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berlaku sejak 16 September 2026. Berikut harga agen yang berlaku untuk wilayah Pulau Jawa:
| Produk | Harga per September | Harga per Oktober | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Bright Gas 5,5 kg | Rp107.000 | Rp107.000 | Tidak berubah |
| Bright Gas 12 kg | Rp230.000 | Rp230.000 | Tidak berubah |
Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Harga di tingkat pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000-20.000 per tabung.
Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia
Harga Bright Gas bervariasi di setiap wilayah karena faktor ongkos distribusi. Berikut rincian harga agen per Oktober 2026:
| Wilayah | Bright Gas 5,5 kg | Bright Gas 12 kg |
|---|---|---|
| Jawa, Bali, NTB | Rp107.000 | Rp230.000 |
| Sumatera, Kalimantan | Rp111.000 | Rp232.000 |
| Sulawesi, Maluku | Rp100.000 | Rp209.000 |
| Papua | Rp124.000 | Rp267.000 |
| Kepulauan Riau | Rp134.000 | Rp287.000 |
Kepulauan Riau menjadi wilayah termahal untuk Bright Gas karena biaya distribusi yang tinggi. Sebaliknya, Sulawesi dan Maluku justru lebih murah dari Jawa karena faktor subsidi distribusi regional.
Harga Gas Alam Dunia: Henry Hub
Henry Hub, benchmark gas alam untuk pasar Amerika Utara, berada di level US$3,04 per MMBtu pada perdagangan 3 Oktober 2026. Harga ini naik 3,05% atau US$0,09 dari posisi sebelumnya US$2,95, seiring meningkatnya permintaan menjelang musim dingin.
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Henry Hub (Hari Ini) | US$3,04/MMBtu | +3,05% |
| 52-Week Range | US$2,54 - US$30,72 | Volatilitas tinggi |
| Perubahan Bulanan | +6,08% | Tren naik |
Kenaikan Henry Hub dipicu oleh ekspektasi permintaan pemanasan yang lebih tinggi menjelang musim dingin di belahan bumi utara. Laporan penyimpanan EIA mingguan tetap menjadi katalis harga jangka pendek utama. Cadangan gas alam AS dilaporkan masih dalam level memadai.
TTF Eropa dan JKM Asia
Title Transfer Facility (TTF) di Belanda tercatat di sekitar US$818 per 1.000 meter kubik (76,48 euro/MWh), turun dari US$860 pekan lalu. Sementara Japan Korea Marker (JKM) di Asia naik ke US$25,78 per MMBtu dari US$24,68.
| Benchmark Gas Alam | Harga | Perubahan | Kawasan |
|---|---|---|---|
| Henry Hub | US$3,04/MMBtu | +3,05% | Amerika Utara |
| TTF | US$818/1k m3 | -4,88% | Eropa (Belanda) |
| JKM | US$25,78/MMBtu | +4,46% | Asia (Jepang-Korea) |
Penurunan TTF dipicu oleh membaiknya pasokan LNG ke Eropa dan level penyimpanan gas yang cukup tinggi menjelang musim dingin. Namun, kenaikan JKM menunjukkan kompetisi antara Eropa dan Asia untuk kargo LNG tetap ketat. Spread JKM-TTF yang menyempit mengindikasikan kedua kawasan bersaing agresif untuk pasokan yang sama.
Harga LPG Internasional: Saudi Aramco CP
Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 lebih tinggi dari bulan sebelumnya, mencerminkan permintaan kuat dari sektor petrokimia Asia. CP November 2026 belum diumumkan dan diperkirakan akan dirilis akhir Oktober.
| Produk | CP Oktober 2026 | Perubahan dari September |
|---|---|---|
| Propana (C3) | US$680/MT | Naik |
| Butana (C4) | US$730/MT | Naik |
Harga CP Aramco menjadi patokan bagi kontrak LPG di seluruh Asia-Pasifik. Kenaikan propana dan butana akan berdampak pada harga LPG non-subsidi di Indonesia, termasuk Bright Gas, pada penyesuaian harga berikutnya.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Gas dan LPG Dunia
- Permintaan Musim Dingin — prediksi suhu musim dingin di belahan bumi utara menjadi faktor utama permintaan gas alam untuk pemanasan, mendorong harga Henry Hub naik
- Pasokan LNG Eropa — level penyimpanan gas Eropa yang cukup tinggi menekan harga TTF, meski kompetisi dengan Asia tetap ketat
- Permintaan Petrokimia Asia — produsen PDH di China terus meningkatkan pembelian propana sebagai bahan baku, mendukung harga Aramco CP
- Geopolitik Timur Tengah — ketegangan di kawasan tetap menjadi risiko pasokan bagi kargo LNG dari Qatar dan UEA
- Transisi Energi — permintaan gas alam sebagai bahan bakar transisi dari batu bara terus meningkat di Asia Tenggara dan Eropa
FAQ Seputar Harga LPG dan Gas
Apakah harga LPG 3 kg akan naik tahun ini?
Tidak. Pemerintah sudah mengonfirmasi harga LPG bersubsidi 3 kg tidak naik hingga akhir 2026. Anggaran subsidi sudah dialokasikan dalam APBN dan penyaluran dijamin oleh Pertamina.
Mengapa harga Bright Gas tetap sama di Oktober?
Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga Bright Gas di Oktober 2026. Harga terakhir berubah pada 16 September 2026. Meski Aramco CP naik, dampaknya belum diteruskan ke harga ritel.
Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?
Henry Hub adalah benchmark gas alam Amerika Utara, TTF untuk Eropa, dan JKM untuk Asia. Harga berbeda karena perbedaan pasokan, permintaan, dan biaya pengiriman LNG antar kawasan.
Bagaimana harga gas dunia mempengaruhi harga LPG di Indonesia?
Indonesia mengimpor sebagian besar LPG dari Timur Tengah. Saat harga CP Aramco naik, harga LPG non-subsidi (Bright Gas) berpotensi ikut naik. LPG subsidi tidak terpengaruh karena harganya ditetapkan pemerintah.
Apakah musim dingin 2026 akan membuat harga gas naik tajam?
Tergantung cuaca. Jika musim dingin lebih dingin dari normal, harga gas bisa naik 30-50%. Namun stok gas Eropa saat ini dilaporkan cukup untuk menghadapi skenario normal. Prediksi NOAA dan ECMWF menjadi acuan utama trader.
Key Takeaways
- LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000 di pangkalan, dijamin tidak naik hingga akhir 2026
- Bright Gas tidak berubah di Oktober, harga tetap Rp107.000 (5,5 kg) dan Rp230.000 (12 kg)
- Henry Hub naik ke US$3,04, TTF Eropa turun ke US$818, JKM Asia naik ke US$25,78
- Aramco CP Oktober tetap tinggi: propana US$680/MT, butana US$730/MT
- Beli LPG subsidi di pangkalan resmi untuk harga terbaik dan jaminan takaran
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual komoditas energi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Selalu verifikasi harga terkini dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.
Sumber data: Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM, TradingEconomics, Tindex, EnergyRiskIQ | Penulis: Dana Putra