Digerus Impor Asal Vietnam dan India, Asaki Kembali Ajukan Safeguard

Oleh : Ridwan | Kamis, 26 September 2019 - 09:06 WIB

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) tengah mengajukan permohonan safeguard terhadap impor produk keramik asal Vietnam dan India. 

Pasalnya, impor produk keramik dari kedua negara tersebut mulai membanjiri pasar dalam negeri.

"Impor produk keramik dari Vietnam dan India meningkat ratusan persen. Oleh karena itu, safeguard menjadi jalan untuk melindungi industri keramik dalam negeri," kata Ketua Umum Asaki Edy Suyanto di Jakarta (25/9).

Edy menambahkan, pihaknya telah menyampaikan usulan tersebut kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memasukkan Vietnam dan India kedalam daftar negara yang akan dikenakan safeguard.

"Kami sudah usulkan sejak 2 bulan lalu, mudah-mudahan prosesnya tidak terlalu lama, sehingga industri punya harapan untuk bangkit," ungkapnya.

Dijelaskan Edy, tahun lalu pihaknya juga telah mengajukan permohonan safeguard untuk impor produk keramik dari China, dan sudah berjalan hingha saat ini. 

"Safeguard di tahun 2018 telah ditetapkan untuk produk China, namun setalah hampir satu tahun, berdasarkan data BPS yang kami dapat bahwa angka impor keramik China sampai di semester I-2019 hanya turun sekitar 14-15 persen, sangat jauh dari ekspektasi kami yg berharap bisa turun hingga 50 persen. Memang setelah ditetapkan safeguard, impor produk China turun 30 persen, namun disisi lain produk keramik Vietnam dan India justru naik ratusan persen," papar Edy.

Menurutnya, waktu diterapkan safeguard tahun lalu, impor produk keramik dari India dan Vietnam komposisinya masih di bawah 3 persen. 

"Tahun lalu masih 3 persen komposisinya, namun di semester I-2019, impor produk keramik dari kedua negara tersebut komposisinya melejit hingga 30 persen. Oleh karena itu, kami perlu melindungi industri dalam negeri melalui safeguard," katanya.

Selain instrumen safeguad berupa tarif, terang Edy, pihaknya juga telah mengajukan permohonan safeguard berupa non-tarif yaitu penetapan kuota impor kepada Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.

"Usulan tersebut sudah kami sampaikan ke Kemenperin dan Kemendag untuk diakomodir, karena secara kapasitas terpasang industri keramik dalam negeri itu besar sekali mencapai 580 juta m2 per tahun. Namun saat ini, yang mampu jalan hanya 70 persen saja, yang lainnya tidak mampu jalan karena kalah bersaing dengan produk impor," ungkap Edy lagi.

Edy meyakini dengan diturunkannya harga gas serta penetapan safeguard terhadap produk China, India, dan Vietnam, kapasitas industri keramik nasional mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Disisi lain, ia berharap pertumbuhan industri keramik dalam negeri mampu mencapai 5 Persen pada tahun 2019. 

"Secara keseluruhan, kami ekspektasi pertumbuhan hanya 5 persen, meski di awal kami proyeksi dapat tumbuh hingga 10 persen," tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Orang Utan

Senin, 23 Mei 2022 - 11:00 WIB

Program Konservasi Orangutan TPA Turunkan Potensi Konflik Antara Orangutan-Manusia Hingga 98,5%

Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia atau International Day for Biological Diversity diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Mei. Sebagai negara yang dikaruniai alam subur dan memiliki keanekaragaman…

Kementerian Kesehatan Arab Saudi bersama Binawan Merekrut 220 Perawat Indonesia

Senin, 23 Mei 2022 - 10:53 WIB

Kementerian Kesehatan Arab Saudi bersama Binawan Merekrut 220 Perawat Indonesia, Ini Syaratnya

Kementerian Kesehatan Arab Saudi membuka kembali kesempatan untuk perawat Indonesia untuk bisa bekerja di Arab Saudi. Tahun ini Binawan dipercaya kembali untuk menjadi mitra kerja MOH dalam…

Komunitas The Famous Club Laksanakan Senam Bersama

Senin, 23 Mei 2022 - 10:41 WIB

Komunitas The Famous Club Laksanakan Senam Bersama

Senam pagi merupakan suatu aktifitas fisik yang perlu diadakan untuk menjaga kebugaran jasmani. Gerakan-gerakan senam pagi bermanfaat untuk melatih otot-otot pada tubuh, melancarkan peredaran…

Tarak Mehta, Presiden ABB Motion

Senin, 23 Mei 2022 - 10:30 WIB

ABB Global Survei Ungkap Upaya Percepatan Efisiensi Energi Oleh Industri Global

Industri global menunjukkan intensifikasi percepatan investasi efisiensi energi di lima tahun ke depan dalam rangka mewujudkan target Nol Emisi, menurut sebuat survei terbaru, The Energy Efficiency…

Kota Tokyo, Jepang. (Foto Ist)

Senin, 23 Mei 2022 - 10:15 WIB

Bulan Depan Jepang akan Menggandakan Batas Kedatangan Luar Negeri

Bulan depan Jepang akan menggandakan batas kedatangan luar negeri menjadi 20.000 per hari, kata juru bicara pemerintah pada Jumat (20/5/2022).