Ekspor Perkebunan dan Peternakan Tumbuh di Atas 4 Persen

Oleh : Wiyanto | Jumat, 06 September 2019 - 09:26 WIB

Perkebunan Sawit
Perkebunan Sawit

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong ekspor berbagai komoditas Indonesia agar terus menembus pasar dunia. Upaya itu diantaranya dengan meningkatkan kualitas barang serta memperbanyak jalinan lobi dengan negara-negara di dunia.

"Hasilnya, sampai dengan Juli 2019 ekspor perkebunan dan peternakan kita tumbuh menyakinkan, yakni diatas 4 persen jika dibandingkan pada periode bulan yang sama di tahun 2018," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan, Ketut Kariyasa, Rabu (4/9).

Menurut Kariyasa, secara umum ekspor pertanian tahun 2019 tumbuh signifikan atau mencapai 3,0 persen. Sampai dengan bulan Juli lalu, jumlah ekspor komoditas perkebunan Indonesia mencapai 22,9 juta ton atau naik 4,4 persen. Jumlah ini jelas lebih besar jika dibanding periode bulan yang sama pada tahun 2018.

"Demikian juga selama 2014-2018. Saat itu ekspor komoditas perkebunan kita menunjukkan kinerja yang luar biasa, yakni tumbuh rata-rata 5,4 persen pertahun. Bahkan pada tahun 2018, pertumbuhan ekspor kita mencapai 26,9 persen terhadap tahun 2013," katanya.

Kariyasa menjelaskan, nilai ekspor pada tahun 2013 mencapai 32,5 juta ton. Namun, angka ini meningkat tajam pada tahun 2018 yang mencapai 41,3 juta ton. Di tahun yang sama, nilai ekspor komoditas ini juga naik sebesar 28,92 persen atau Rp 397,5 triliun dari angka sebelumnya yang hanya sebesar 308,3 triliun pada tahun 2013.

"Selain perkebunan, ekspor produk peternak tahun 2019 juga meningkat tajam, yakni sebesar 4,8 persen. Angka ini jauh meningkat jika dibanding pada periode bulan yang sama di tahun 2018, yakni dari 136,4 ribu ton menjadi 143,0 juta ton," katanya.

Sementara itu, kenaikan juga terjadi pada nilai ekspor peternakan Indonesia. Nilainya bahkan naik sebesar 47,2 persen jika dibanding tahun 2013. Di samping itu, kinerja ekspor komoditas hortikultura juga sangat bagus, yakni volume dan nilai ekspornya tumbuh masing-masing 19,5 persen dan 37,8 persen.

Dengan demikian, sampai Juli 2019 ini, nilai ekspor hortikultura Indonesia tumbuh sebesar 1,1 persen jika dibanding pada periode bulan yang sama di tahun 2018.

"Semua capian dan kenaikan yang ada tak lepas dari berbagai program terobosan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Bahkan diperkirakan ekspor komoditas perkebunan, peternakan, serta hortikultura akan terus meningkat," tukas Kariyasa.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Pekerja (Photo by Merdeka.com)

Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:35 WIB

Jangan Khawatir! DPR: Investor Boleh Datang, Kita Pastikan Kesejahteraan Pekerja Lokal Terjaga

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin saat menerima kunjungan Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) memastikan permasalahan upah minimum yang dituntut para pekerja akan tetap terjaga ditengah…

Anggota DPR RI Obon Tabroni

Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:30 WIB

Anggota Dewan Kritisi Program Bantuan Upah Hanya Hanya Diberikan kepada BPJS Ketenagakerjaan

Anggota DPR RI Obon Tabroni mengkritisi pemberian subsidi upah yang hanya diberikan kepada buruh yang terdaftar di dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Pelayanan perbankan di Bank Bukopin (Foto: Doc Bank Bukopin)

Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:12 WIB

Ini Strategi Bank Bukopin Bidik Kenaikan DPK 10 Persen

Seiring dengan memasuki usia ke- 50 tahun terus berkiprah mendukung perekenominan Indonesia, Bank Bukopin meluncurkan program “Nabung Super Seru 50 Tahun”.

Pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Jabodetek dengan Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin

Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:10 WIB

Disambangi BEM se-Jabodetabek, Azis Syamsudin Tepis Isu RUU Ciptaker Cabut Kemakmuran Rakyat: Tidak Benar, Saya Juga Punya Anak yang Tidak Mungkin Disengsarakan

Dalam pertemuan dengan BEM se Jabodetek, Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menegaskan RUU Ciptaker tidak berkaitan secara inheren dengan Kartu Pra-Kerja.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kiri) menerima sertifikat ISO 37001:2016

Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:00 WIB

Terapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan, Telkom Peroleh Sertifikat ISO 37001:2016

Setelah menjalani proses sertifikasi dalam memverifikasi kesesuaian penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan sesuai dengan standar internasional, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom)…